alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Disperta Butuh 105 Penyuluh Pertanian, Kok Banyak? Ini Penjelasannya

SAMPANG – Tenaga penyuluh pertanian di Sampang jauh dari kata ideal. Sebab, dari 186 kelurahan/desa yang tersebar di 14 kecamatan, tenaga penyuluhnya cuma 81 orang.

Suyono, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang membenarkan hal tersebut. Seharusnya, ada 186 tenaga penyuluh di Sampang. “Idealnya satu penyuluh per desa/kelurahan,” katanya.

Dijelaskan, dari 81 tenaga penyuluh pertanian tersebut, 60 diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara 21 penyuluh sisanya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).

“Saat di lapangan, kami juga dibantu penyuluh swadaya. Petugas mantri tani di kecamatan dan petugas mantri dari provinsi yang dititipkan kepada disperta,” imbuhnya.

Suyono mengaku sudah mengajukan permohonan penambahan tenaga penyuluh. “Baru dapat tambahan dua penyuluh dari kementrian pertanian. Mudah-mudahan ada tambahan,” harapnya.

Baca Juga :  Disperta Kelola Dana Pokir Ratusan Juta

Ditambahkan, penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. “Karena itu, beberapa program akan diarahkan ke rumah penyuluh atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP),” pungkasnya. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Tenaga penyuluh pertanian di Sampang jauh dari kata ideal. Sebab, dari 186 kelurahan/desa yang tersebar di 14 kecamatan, tenaga penyuluhnya cuma 81 orang.

Suyono, Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Sampang membenarkan hal tersebut. Seharusnya, ada 186 tenaga penyuluh di Sampang. “Idealnya satu penyuluh per desa/kelurahan,” katanya.

Dijelaskan, dari 81 tenaga penyuluh pertanian tersebut, 60 diantaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sementara 21 penyuluh sisanya berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).


“Saat di lapangan, kami juga dibantu penyuluh swadaya. Petugas mantri tani di kecamatan dan petugas mantri dari provinsi yang dititipkan kepada disperta,” imbuhnya.

Suyono mengaku sudah mengajukan permohonan penambahan tenaga penyuluh. “Baru dapat tambahan dua penyuluh dari kementrian pertanian. Mudah-mudahan ada tambahan,” harapnya.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Dinkes Sampang Temukan 41 Pengidap Kusta Baru

Ditambahkan, penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. “Karena itu, beberapa program akan diarahkan ke rumah penyuluh atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP),” pungkasnya. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/