alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Proyek DAK Penugasan Tak Sesuai RAB

SAMPANG – Pelaksanaan sepuluh paket proyek dana alokasi khusus (DAK) penugasan senilai Rp 34,5 miliar diawasi DPRD Sampang. Sepuluh proyek di beberapa lokasi itu hingga saat ini masih dikerjakan. Namun, dewan telah menemukan indikasi ketidaksesuaian bahan dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Temuan tersebut terungkap ketika komisi III DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) Selasa (15/5). Proyek yang disidak kali pertama, peningkatan jalan Batokarang–Pamolaan, Kecamatan Camplong. Pagu anggaran proyek itu Rp 1,5 miliar.

Di sana, rombongan komisi pembangunan menemukan kejanggalan pada material agregat yang diduga dicampur dengan bahan tanah pasir dan batu (sirtu). Sesuai RAB, tebal kepadatan 15 sentimeter sebagai dasar lapisan cor. Selain itu, tidak boleh dicampur dengan tanah sirtu.

Sedangkan ketebalan cor 20 sentimeter. Sampai saat ini, pengerjaan proyek sepanjang 850 meter dengan lebar 3,6 meter itu masih 10 persen. Dengan begitu, temuan dewan di lapangan tidak sesuai dengan rencana.

Setelah itu, rombongan bergeser ke proyek peningkatan jalan Rapa Laok–Karang Penang, Kecamatan Karang Penang, dengan anggaran Rp 5 miliar. Di tempat tersebut legislator menemukan persentase pengerjaan masih 20 persen.

Saat ini pelaksana sedang mengerjakan proyek tebing jalan sepanjang 50 meter di dua lokasi. Keduanya sudah tahap akhir (finishing). Dengan begitu, yang tersisa pengerjaan jalan hotmix sepanjang 1,8 kilometer.

”Semua proyek DAK penugasan sampai detik ini belum ada yang sampai lima puluh persen. Semuanya masih di bawah lima puluh persen,” terang Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir.

Baca Juga :  Dewan Persoalkan Kebijakan THR

Pihaknya kecewa terhadap rekanan yang tidak bisa mengerjakan proyek DAK penugasan dengan baik sesuai dengan RAB. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus memantau pelaksanaan proyek tersebut. ”Dari awal sampai finishing akan kami pantau pelaksanaan proyek ini, karena kami ingin kualitas dan hasil yang maksimal,” terangnya.

Sidak kali ini, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya, adanya bahan material yang tak sesuai dengan juknis dan juklak. Dengan begitu, pihaknya meminta segera diperbaiki. ”Pelaksana akan kami tegur dan kami peringatkan supaya memperbaiki kualitas pekerjaannya,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Moh. Anwar menambahkan, sidak tersebut bertujuan mengumpulkan data pelaksanaan proyek DAK penugasan untuk mengetahui capaiannya. Sebab, itu berkaitan dengan serapan anggaran. ”Jika progres pekerjaannya tak sesuai, maka itu bisa menghambat dan menyebabkan anggaran hangus. Makanya, kami mengantisipasi itu supaya proyek DAK penugasan ini maksimal,” singkatnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Sampang A. Zahron Wiami membenarkan masih banyak yang belum sampai 50 persen. Tetapi, ada satu paket proyek yang sudah sampai 100 persen.

Proyek yang sudah selesai adalah peningkatan struktur jalan Kotah–Tambelangan dengan pagu anggaran Rp 3 miliar. ”Progres pekerjaannya, proyek DAK penugasan beragam. Ada yang sudah seratus persen, ada yang masih di bawah lima puluh persen. Tapi, diupayakan tuntas sesuai skedul,” ucapnya.

Baca Juga :  Kedatangan PMI Diprediksi Hingga Juli

Waktu yang tersisa tinggal 41 hari. Menurut dia, pekerjaan saat ini ada yang tinggal pengaspalan, ada yang hanya menunggu datangnya u-ditch dari pabrikasi. ”Pekerjaan yang tersisa bisa dikerjakan cepat karena sudah pabrikasi semua,” ujarnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Hasan Mustofa menegaskan, pihaknya akan mengoordinasikan seluruh progres pekerjaan DAK penugasan hasil sidak komisi III dengan pelaksana. Dengan begitu, proyek bisa terlaksana sesuai dengan kontrak yang ada.

”Semuanya sudah dikerjakan. Hanya, pencapaian progresnya tak sama. Pasti selesai tepat waktu semua itu,” terangnya.

Pagu anggaran proyek DAK penugasan 2018 mencapai Rp 37,5 miliar dengan nilai kontrak Rp 34,5 miliar. Perinciaannya, nilai peningkatan struktur jalan Batukarang–Pamolaan Rp 1.468.757.900. Peningkatan struktur jalan Torjun–Pangarengan Rp 2.939.631.600. Peningkatan struktur jalan Moktesareh–Rapa Laok Rp 2.947.536.000. Peningkatan struktur jalan Kotah–Tambelangan Rp 2.899.505.000. Peningkatan struktur jalan Labang–Labuhan Rp 1.966.190.000.

Kemudian, peningkatan struktur jalan Jelgung–Robatal Rp 1.966.870.000. Peningkatan struktur jalan Tambelangan–Moktesareh Rp 4.872.634.000. Peningkatan struktur jalan Rapa Laok–Karang Penang Rp 4.925.000.000. Peningkatan struktur jalan Robatal–Karang Penang Rp 4.848.170.000. Peningkatan struktur jalan Gunung Rancak–Tobai Timur Rp 4.914.900.000.

SAMPANG – Pelaksanaan sepuluh paket proyek dana alokasi khusus (DAK) penugasan senilai Rp 34,5 miliar diawasi DPRD Sampang. Sepuluh proyek di beberapa lokasi itu hingga saat ini masih dikerjakan. Namun, dewan telah menemukan indikasi ketidaksesuaian bahan dengan rencana anggaran biaya (RAB).

Temuan tersebut terungkap ketika komisi III DPRD melakukan inspeksi mendadak (sidak) Selasa (15/5). Proyek yang disidak kali pertama, peningkatan jalan Batokarang–Pamolaan, Kecamatan Camplong. Pagu anggaran proyek itu Rp 1,5 miliar.

Di sana, rombongan komisi pembangunan menemukan kejanggalan pada material agregat yang diduga dicampur dengan bahan tanah pasir dan batu (sirtu). Sesuai RAB, tebal kepadatan 15 sentimeter sebagai dasar lapisan cor. Selain itu, tidak boleh dicampur dengan tanah sirtu.


Sedangkan ketebalan cor 20 sentimeter. Sampai saat ini, pengerjaan proyek sepanjang 850 meter dengan lebar 3,6 meter itu masih 10 persen. Dengan begitu, temuan dewan di lapangan tidak sesuai dengan rencana.

Setelah itu, rombongan bergeser ke proyek peningkatan jalan Rapa Laok–Karang Penang, Kecamatan Karang Penang, dengan anggaran Rp 5 miliar. Di tempat tersebut legislator menemukan persentase pengerjaan masih 20 persen.

Saat ini pelaksana sedang mengerjakan proyek tebing jalan sepanjang 50 meter di dua lokasi. Keduanya sudah tahap akhir (finishing). Dengan begitu, yang tersisa pengerjaan jalan hotmix sepanjang 1,8 kilometer.

”Semua proyek DAK penugasan sampai detik ini belum ada yang sampai lima puluh persen. Semuanya masih di bawah lima puluh persen,” terang Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir.

Baca Juga :  Tinggal 9 Hari, Proyek DAK Rp 34,5 M Belum Selesai
- Advertisement -

Pihaknya kecewa terhadap rekanan yang tidak bisa mengerjakan proyek DAK penugasan dengan baik sesuai dengan RAB. Karena itu, pihaknya berkomitmen terus memantau pelaksanaan proyek tersebut. ”Dari awal sampai finishing akan kami pantau pelaksanaan proyek ini, karena kami ingin kualitas dan hasil yang maksimal,” terangnya.

Sidak kali ini, pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan. Di antaranya, adanya bahan material yang tak sesuai dengan juknis dan juklak. Dengan begitu, pihaknya meminta segera diperbaiki. ”Pelaksana akan kami tegur dan kami peringatkan supaya memperbaiki kualitas pekerjaannya,” ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Moh. Anwar menambahkan, sidak tersebut bertujuan mengumpulkan data pelaksanaan proyek DAK penugasan untuk mengetahui capaiannya. Sebab, itu berkaitan dengan serapan anggaran. ”Jika progres pekerjaannya tak sesuai, maka itu bisa menghambat dan menyebabkan anggaran hangus. Makanya, kami mengantisipasi itu supaya proyek DAK penugasan ini maksimal,” singkatnya.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rehabilitasi Pemeliharaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Sampang A. Zahron Wiami membenarkan masih banyak yang belum sampai 50 persen. Tetapi, ada satu paket proyek yang sudah sampai 100 persen.

Proyek yang sudah selesai adalah peningkatan struktur jalan Kotah–Tambelangan dengan pagu anggaran Rp 3 miliar. ”Progres pekerjaannya, proyek DAK penugasan beragam. Ada yang sudah seratus persen, ada yang masih di bawah lima puluh persen. Tapi, diupayakan tuntas sesuai skedul,” ucapnya.

Baca Juga :  Minta DPRD Sampang Awasi Proyek

Waktu yang tersisa tinggal 41 hari. Menurut dia, pekerjaan saat ini ada yang tinggal pengaspalan, ada yang hanya menunggu datangnya u-ditch dari pabrikasi. ”Pekerjaan yang tersisa bisa dikerjakan cepat karena sudah pabrikasi semua,” ujarnya.

Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang Hasan Mustofa menegaskan, pihaknya akan mengoordinasikan seluruh progres pekerjaan DAK penugasan hasil sidak komisi III dengan pelaksana. Dengan begitu, proyek bisa terlaksana sesuai dengan kontrak yang ada.

”Semuanya sudah dikerjakan. Hanya, pencapaian progresnya tak sama. Pasti selesai tepat waktu semua itu,” terangnya.

Pagu anggaran proyek DAK penugasan 2018 mencapai Rp 37,5 miliar dengan nilai kontrak Rp 34,5 miliar. Perinciaannya, nilai peningkatan struktur jalan Batukarang–Pamolaan Rp 1.468.757.900. Peningkatan struktur jalan Torjun–Pangarengan Rp 2.939.631.600. Peningkatan struktur jalan Moktesareh–Rapa Laok Rp 2.947.536.000. Peningkatan struktur jalan Kotah–Tambelangan Rp 2.899.505.000. Peningkatan struktur jalan Labang–Labuhan Rp 1.966.190.000.

Kemudian, peningkatan struktur jalan Jelgung–Robatal Rp 1.966.870.000. Peningkatan struktur jalan Tambelangan–Moktesareh Rp 4.872.634.000. Peningkatan struktur jalan Rapa Laok–Karang Penang Rp 4.925.000.000. Peningkatan struktur jalan Robatal–Karang Penang Rp 4.848.170.000. Peningkatan struktur jalan Gunung Rancak–Tobai Timur Rp 4.914.900.000.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/