alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Jibril Meninggal di Sungai

SAMPANG – Tangis Huji dan Romlah, warga Dusun Buleng, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, pecah Selasa (15/5). Jibril, putra sulung pasangan suami istri (pasutri) ini, ditemukan meninggal setelah tenggelam di sungai yang tak jauh dari rumahnya.

Dulqowi, 45, tetangga korban, menuturkan, tidak ada warga yang mengetahui saat peristiwa itu terjadi. Hanya, sebelum kejadian, bocah berusia 12 tahun itu terlihat bermain dan mandi di sungai bersama sepupunya sekitar pukul 14.00.

Warga panik saat mendengar orang tua korban berteriak histeris sambil belari ke sungai setelah mengetahui buah hatinya tenggelam. Selanjutnya, warga setempat melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa (Kades) setempat.

Tidak lama kemuadian, polisi dan petugas puskemas datang. ”Korban ditemukan warga dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Tubuhnya mengapung di pinggir sungai yang tidak jauh dari tempat korban mandi,”  ungkap Dulqowi.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Tuding Disdik Tebang Pilih

 Kapolsek Kota Sampang AKP Iqbal Gunawan membenarkan peristiwa tersebut. Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), lalu mengumpulkan informasi dari orang tua korban dan warga setempat.

Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian, korban pamit kepada orang tuanya untuk bermain di rumah sepupunya. Tetapi, korban malah bermain dan mandi di sungai. Padahal, korban tidak bisa berenang. ”Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” terangnya.

 

 

SAMPANG – Tangis Huji dan Romlah, warga Dusun Buleng, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, pecah Selasa (15/5). Jibril, putra sulung pasangan suami istri (pasutri) ini, ditemukan meninggal setelah tenggelam di sungai yang tak jauh dari rumahnya.

Dulqowi, 45, tetangga korban, menuturkan, tidak ada warga yang mengetahui saat peristiwa itu terjadi. Hanya, sebelum kejadian, bocah berusia 12 tahun itu terlihat bermain dan mandi di sungai bersama sepupunya sekitar pukul 14.00.

Warga panik saat mendengar orang tua korban berteriak histeris sambil belari ke sungai setelah mengetahui buah hatinya tenggelam. Selanjutnya, warga setempat melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa (Kades) setempat.


Tidak lama kemuadian, polisi dan petugas puskemas datang. ”Korban ditemukan warga dengan kondisi sudah tidak bernyawa. Tubuhnya mengapung di pinggir sungai yang tidak jauh dari tempat korban mandi,”  ungkap Dulqowi.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, 42 Desa di Sampang Terdampak Kekeringan

 Kapolsek Kota Sampang AKP Iqbal Gunawan membenarkan peristiwa tersebut. Setelah mendapatkan laporan dari warga, pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), lalu mengumpulkan informasi dari orang tua korban dan warga setempat.

Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian, korban pamit kepada orang tuanya untuk bermain di rumah sepupunya. Tetapi, korban malah bermain dan mandi di sungai. Padahal, korban tidak bisa berenang. ”Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga,” terangnya.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/