alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

3 Kelas Rusak, Murid Belajar di Tempat Parkir

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi ruang kelas SDN Karang Nangger 1, Kecamatan Omben, benar-benar mengkhawatirkan. Dari enam kelas, hanya tiga ruangan yang bisa ditempati kegiatan belajar mengajar (KBM). Perinciannya, ruang kelas II, III, dan IV. Akibatnya, sebagian murid mengikuti KBM di tempat parkir.

Kepala SDN Karang Nangger 1 Jalaluddin menuturkan, beberapa ruang kelas sudah lama rusak. Semula, dinding dan lantai retak. Puncaknya, atap ruang kelas II dan III pada September 2020 ambruk. ”Tidak ada korban karena saat itu kebetulan sedang libur,” katanya.

Menurut Jalaluddin, pasca atap dua kelas ambruk, kantor dipindah ke ruang perpustakaan. ”Bangunan yang ambruk didirikan pada 1987. Kemudian, pada 2014 empat ruang kelas yang berjejer tersebut direhabilitasi,” ucapnya.

Jalaluddin mengaku tidak tahu penyebab ambruknya atap ruang kelas tersebut. Dia menduga karena terjadi pergerakan tanah. Dinding kelas banyak yang retak dan tidak kuat menahan atap ruangan. ”Kebetulan, di belakang sekolah juga ada jurang,” ujarnya.

Baca Juga :  Satreskrim Pasang Garis Polisi di Puskesmas Torjun

Ambruknya dua ruang kelas otomatis membuat sekolah kekurangan ruangan untuk menyelenggarakan KBM. Karena itu, pihak sekolah menggabung murid kelas II dengan kelas I. Begitu juga dengan murid kelas III disatukan dengan murid kelas V.

Sementara ruang kelas VI tetap ditempati meski kondisinya mengkhawatirkan. Murid kelas IV menempati tempat parkir. ”Kami sudah mengajukan permohonan rehabilitasi untuk kelas II, III, IV, dan VI karena rusak total,” terangnya.

Hafiluddin, guru kelas VI, mengaku terpaksa menggunakan ruangan yang tersisa. Sebab, tidak ada ruangan lagi yang bisa ditempati anak didik. Apalagi, saat ini musim hujan. ”Walau kelasnya terbatas, kami tetap mengajar. Kadang, kami menggelar KBM di tempat parkir dan rumah warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Arief Budiansor menuturkan, kegiatan fisik untuk sekolah bisa melalui tiga program. Pertama, dana alokasi umum (DAU) yang diusulkan melalui musrenbang. Namun, usulan untuk perbaikan sekolah melalui DAU terbatas.

Baca Juga :  2 Wartawan Radar Madura Jadi Pengurus PWI, Ini Harapan Bupati Sampang

Kedua, diusulkan melalui dana alokasi khusus (DAK) yang mengacu pada dapodik. Kementerian akan memadukan dapodik sekolah dengan data dalam aplikasi Krisna yang diusulkan disdik. Ketiga, melalui Kementerian PUPR.

”Usulan yang masuk PUPR juga dipadukan dengan data sekolah yang kita pegang. Khawatir nanti dobel kegiatan,” ujarnya.

Arief menjelaskan, pada 2020 institusinya sudah mengusulkan rehabilitasi SDN Karang Nangger 1 melalui program DAK. Sayangnya, usulan tersebut ditolak. Kemungkinan disebabkan adanya kerusakan di dapodik dan tidak sesuai dengan aplikasi Krisna.

”Kalau data dapodik dan Kisna tidak sinkron, tidak mungkin dapat bantuan. Sebab, kementerian sudah memiliki aplikasi khusus,” jelasnya.

Dia berjanji akan mengawal usulan rehabilitasi untuk SDN Karang Nangger 1. Termasuk, mengecek dapodik sekolah. Jika sudah sinkron dengan Krisna, akan diusulkan ke kementerian. ”Disdik sifatnya hanya mengusulkan. Kalau data sudah sinkron, insyaallah dapat bantuan,” tandasnya. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Kondisi ruang kelas SDN Karang Nangger 1, Kecamatan Omben, benar-benar mengkhawatirkan. Dari enam kelas, hanya tiga ruangan yang bisa ditempati kegiatan belajar mengajar (KBM). Perinciannya, ruang kelas II, III, dan IV. Akibatnya, sebagian murid mengikuti KBM di tempat parkir.

Kepala SDN Karang Nangger 1 Jalaluddin menuturkan, beberapa ruang kelas sudah lama rusak. Semula, dinding dan lantai retak. Puncaknya, atap ruang kelas II dan III pada September 2020 ambruk. ”Tidak ada korban karena saat itu kebetulan sedang libur,” katanya.

Menurut Jalaluddin, pasca atap dua kelas ambruk, kantor dipindah ke ruang perpustakaan. ”Bangunan yang ambruk didirikan pada 1987. Kemudian, pada 2014 empat ruang kelas yang berjejer tersebut direhabilitasi,” ucapnya.


Jalaluddin mengaku tidak tahu penyebab ambruknya atap ruang kelas tersebut. Dia menduga karena terjadi pergerakan tanah. Dinding kelas banyak yang retak dan tidak kuat menahan atap ruangan. ”Kebetulan, di belakang sekolah juga ada jurang,” ujarnya.

Baca Juga :  2 Wartawan Radar Madura Jadi Pengurus PWI, Ini Harapan Bupati Sampang

Ambruknya dua ruang kelas otomatis membuat sekolah kekurangan ruangan untuk menyelenggarakan KBM. Karena itu, pihak sekolah menggabung murid kelas II dengan kelas I. Begitu juga dengan murid kelas III disatukan dengan murid kelas V.

Sementara ruang kelas VI tetap ditempati meski kondisinya mengkhawatirkan. Murid kelas IV menempati tempat parkir. ”Kami sudah mengajukan permohonan rehabilitasi untuk kelas II, III, IV, dan VI karena rusak total,” terangnya.

Hafiluddin, guru kelas VI, mengaku terpaksa menggunakan ruangan yang tersisa. Sebab, tidak ada ruangan lagi yang bisa ditempati anak didik. Apalagi, saat ini musim hujan. ”Walau kelasnya terbatas, kami tetap mengajar. Kadang, kami menggelar KBM di tempat parkir dan rumah warga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Arief Budiansor menuturkan, kegiatan fisik untuk sekolah bisa melalui tiga program. Pertama, dana alokasi umum (DAU) yang diusulkan melalui musrenbang. Namun, usulan untuk perbaikan sekolah melalui DAU terbatas.

Baca Juga :  Sebulan, Tunggakan Listrik Pelanggan PLN di Sampang Capai Rp 5 Miliar

Kedua, diusulkan melalui dana alokasi khusus (DAK) yang mengacu pada dapodik. Kementerian akan memadukan dapodik sekolah dengan data dalam aplikasi Krisna yang diusulkan disdik. Ketiga, melalui Kementerian PUPR.

”Usulan yang masuk PUPR juga dipadukan dengan data sekolah yang kita pegang. Khawatir nanti dobel kegiatan,” ujarnya.

Arief menjelaskan, pada 2020 institusinya sudah mengusulkan rehabilitasi SDN Karang Nangger 1 melalui program DAK. Sayangnya, usulan tersebut ditolak. Kemungkinan disebabkan adanya kerusakan di dapodik dan tidak sesuai dengan aplikasi Krisna.

”Kalau data dapodik dan Kisna tidak sinkron, tidak mungkin dapat bantuan. Sebab, kementerian sudah memiliki aplikasi khusus,” jelasnya.

Dia berjanji akan mengawal usulan rehabilitasi untuk SDN Karang Nangger 1. Termasuk, mengecek dapodik sekolah. Jika sudah sinkron dengan Krisna, akan diusulkan ke kementerian. ”Disdik sifatnya hanya mengusulkan. Kalau data sudah sinkron, insyaallah dapat bantuan,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/