alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Proyek Ruang Kelas SDN Karang Anyar 1 Disorot

SAMPANG – Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Karang Anyar 1, Kecamatan Tambelangan, molor. Meski sudah lompat tahun, pengerjaannya berlanjut. Pemerintah pusat menginstruksikan agar pengerjaan lanjutan tidak melebihi 20 Januari mendatang.

Dengan demikian, waktu rekanan pelaksana tinggal lima hari. Pelaksanaan proyek bermasalah ini mendapat sorotan Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri. Dia menuding pelaksana kurang maksimal sehingga pekerjaan melampaui batas tahun anggaran.

Politikus PKB asal Kecamatan Karang Penang itu mengatakan, jika perencanaan maksimal, dipastikan pekerjaan tidak akan molor. Molornya pengerjaan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa teraganggu. ”Buktinya, proses KBM dilakukan di langgar, memakai ruang perpus, dan satu ruangan disekat menjadi dua,” kata dia bernada kecewa kemarin (15/1).

Baca Juga :  Perbaikan SDN Tambelangan 2 Harus Selesai sebelum Ajaran Baru

Maniri mendesak rekanan pelaksana agar segera menyelesaikan pekerjaan. Dia sudah mewanti-wanti kepada rekanan pelaksana yang mengerjakan rehab ruang kelas tersebut. ”Kalau pekerjaan melampaui tahun kan sudah jelas mengganggu. Kelas yang seharusnya sudah bisa ditempati, tapi belum bisa ditempati,” protesnya.

Sementara itu, rekanan pelaksana rehabilitasi ruang kelas SDN Karang Anyar 1 Ulum mengatakan, pihaknya sudah bekerja maksimal. Namun, kendalanya kekurangan tukang.

Pihaknya memberhentikan pekerjaan selama 20 hari di November 2018. Alasannya, ingin melihat kekuatan fisik bangunan. ”Kalau pekerjaan digenjot, saya takut bangunan tidak kuat,” ujarnya.

”Keterlambatan itu saya tes bangunan. Takut membahayakan siswa. Saya sama pemerintah pusat diberi waktu sampai 20 Januari,” sambungnya.

Baca Juga :  Disdik Akan Ajukan Perbaikan Jalan Sekolah

Pria asal Tambelangan itu menambahkan, supaya pekerjaan cepat selesai, pihaknya lembur. Kini sudah tinggal sedikit. Seperti pengecatan tembok, pemasangan kaca, dan pintu. ”Saya target tanggal 16 Januari (hari ini, Red) pekerjaan selesai,” janjinya.

Untuk diketahui, selama rehabilitasi ruang kelas, proses belajar 93 siswa SDN Karang Anyar 1 tidak kondusif. Mereka belajar di sebuah langgar milik warga sekitar. Mereka terdiri 13 siswa kelas IV, 15 siswa kelas V, dan kelas VI 18 orang siswa.

Kelas IV menempati langgar warga yang berjarak sekitar 15 meter. Kelas VI menempati ruang perpustakaan. Sementara kelas V berkumpul dengan kelas I. Proyek tersebut dianggarkan Rp 200 juta bersumber dari dana bantuan sosial (bansos) DPR RI.

SAMPANG – Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Karang Anyar 1, Kecamatan Tambelangan, molor. Meski sudah lompat tahun, pengerjaannya berlanjut. Pemerintah pusat menginstruksikan agar pengerjaan lanjutan tidak melebihi 20 Januari mendatang.

Dengan demikian, waktu rekanan pelaksana tinggal lima hari. Pelaksanaan proyek bermasalah ini mendapat sorotan Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri. Dia menuding pelaksana kurang maksimal sehingga pekerjaan melampaui batas tahun anggaran.

Politikus PKB asal Kecamatan Karang Penang itu mengatakan, jika perencanaan maksimal, dipastikan pekerjaan tidak akan molor. Molornya pengerjaan mengakibatkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa teraganggu. ”Buktinya, proses KBM dilakukan di langgar, memakai ruang perpus, dan satu ruangan disekat menjadi dua,” kata dia bernada kecewa kemarin (15/1).

Baca Juga :  Pelaksana dan Konsultan Langsung Ditahan


Maniri mendesak rekanan pelaksana agar segera menyelesaikan pekerjaan. Dia sudah mewanti-wanti kepada rekanan pelaksana yang mengerjakan rehab ruang kelas tersebut. ”Kalau pekerjaan melampaui tahun kan sudah jelas mengganggu. Kelas yang seharusnya sudah bisa ditempati, tapi belum bisa ditempati,” protesnya.

Sementara itu, rekanan pelaksana rehabilitasi ruang kelas SDN Karang Anyar 1 Ulum mengatakan, pihaknya sudah bekerja maksimal. Namun, kendalanya kekurangan tukang.

Pihaknya memberhentikan pekerjaan selama 20 hari di November 2018. Alasannya, ingin melihat kekuatan fisik bangunan. ”Kalau pekerjaan digenjot, saya takut bangunan tidak kuat,” ujarnya.

”Keterlambatan itu saya tes bangunan. Takut membahayakan siswa. Saya sama pemerintah pusat diberi waktu sampai 20 Januari,” sambungnya.

Baca Juga :  Bakal Bebaskan Lahan dengan Cara Utang

Pria asal Tambelangan itu menambahkan, supaya pekerjaan cepat selesai, pihaknya lembur. Kini sudah tinggal sedikit. Seperti pengecatan tembok, pemasangan kaca, dan pintu. ”Saya target tanggal 16 Januari (hari ini, Red) pekerjaan selesai,” janjinya.

Untuk diketahui, selama rehabilitasi ruang kelas, proses belajar 93 siswa SDN Karang Anyar 1 tidak kondusif. Mereka belajar di sebuah langgar milik warga sekitar. Mereka terdiri 13 siswa kelas IV, 15 siswa kelas V, dan kelas VI 18 orang siswa.

Kelas IV menempati langgar warga yang berjarak sekitar 15 meter. Kelas VI menempati ruang perpustakaan. Sementara kelas V berkumpul dengan kelas I. Proyek tersebut dianggarkan Rp 200 juta bersumber dari dana bantuan sosial (bansos) DPR RI.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/