alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Direktur RSUD Akui Klaim September sampai Desember Masih Diproses

SAMPANG – Kesabaran 400 lebih tenaga paramedis dan medis RSUD Mohammad Zyn harus ditingkatkan. Sebab, klaim dana jaspel dari BPJS Kesehatan bulan Juni dan Juli 2018 sudah diverifikasi tinggal menunggu pencairan. Khusus Agustus dalam tahap pemberkasan.

dr Titin Hamidah selaku Direktur RSUD Mohammad Zyn Sampang mengatakan, pengajuan klaim dana jaspel BPJS Kesehatan bulan September sampai Desember masih diproses di internal rumah sakit.

“Sistem di rumah sakit dan BPJS Kesehatan masih dikawinkan,” dalihnya.

Dijelaskan, pihaknya nanti harus melalui proses Bridging SIM RS dengan V Claim yang bertujuan mempercepat pengajuan klaim dana PBJS Kesehatan.

“Nanti, proses klaim lebih cepat karena menggunakan aplikasi. Tidak usah repot-repot membawa dokumen,” imbuh Titin Hamidah.

Baca Juga :  Khawatir Pokir Jadi Bancakan, Jaka Jatim Janji Lakukan Investigasi

Saat ditanya lebih mendalam mengenai Bridging SIM RS dengan V Claim, Titin Hamidah enggan memberi penjelasan.

“Itu ranah internal kami, bukan kewenangan sampean. Intinya adalah semua masih proses,” tegas mantan Kepala Puskesmas Omben itu.

Sebelumnya, Eko D Kesdu selaku Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan menuturkan, total tagihan klaim RSUD Mohammad Zyn Sampang yang menunggu dicairkan senilai Rp 6,3 miliar.

“Rinciannya, tagihan induk Juni-Juli 2018. Serta tagihan susulan Desember 2016 dan Mei 2018,” ujarnya.

Klaim yang harus dibayar BPJS Kesehatan, kata Eko D. Kesdu, adalah klaim yang sifatnya Out Standing Claim (OSC). Yaitu klaim yang sudah diterima pihak BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Berharap Pelaksanaan Pemilu Aman dan Damai

Untuk klaim yang masih ada di RSUD, itu statusnya Incured But Not Reported (IBNR). Artinya, klaim itu ada, tapi belum dilaporkan dan belum diterima BPJS. (Moh. Iqbal)

SAMPANG – Kesabaran 400 lebih tenaga paramedis dan medis RSUD Mohammad Zyn harus ditingkatkan. Sebab, klaim dana jaspel dari BPJS Kesehatan bulan Juni dan Juli 2018 sudah diverifikasi tinggal menunggu pencairan. Khusus Agustus dalam tahap pemberkasan.

dr Titin Hamidah selaku Direktur RSUD Mohammad Zyn Sampang mengatakan, pengajuan klaim dana jaspel BPJS Kesehatan bulan September sampai Desember masih diproses di internal rumah sakit.

“Sistem di rumah sakit dan BPJS Kesehatan masih dikawinkan,” dalihnya.


Dijelaskan, pihaknya nanti harus melalui proses Bridging SIM RS dengan V Claim yang bertujuan mempercepat pengajuan klaim dana PBJS Kesehatan.

“Nanti, proses klaim lebih cepat karena menggunakan aplikasi. Tidak usah repot-repot membawa dokumen,” imbuh Titin Hamidah.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Wabup Sampang Ajak Semua Pihak Jaga Kondusifitas

Saat ditanya lebih mendalam mengenai Bridging SIM RS dengan V Claim, Titin Hamidah enggan memberi penjelasan.

“Itu ranah internal kami, bukan kewenangan sampean. Intinya adalah semua masih proses,” tegas mantan Kepala Puskesmas Omben itu.

- Advertisement -

Sebelumnya, Eko D Kesdu selaku Kabid SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan menuturkan, total tagihan klaim RSUD Mohammad Zyn Sampang yang menunggu dicairkan senilai Rp 6,3 miliar.

“Rinciannya, tagihan induk Juni-Juli 2018. Serta tagihan susulan Desember 2016 dan Mei 2018,” ujarnya.

Klaim yang harus dibayar BPJS Kesehatan, kata Eko D. Kesdu, adalah klaim yang sifatnya Out Standing Claim (OSC). Yaitu klaim yang sudah diterima pihak BPJS Kesehatan.

Baca Juga :  Bupati Haji Idi Serahkan Beasiswa ke Peraih Medali Perunggu IMC

Untuk klaim yang masih ada di RSUD, itu statusnya Incured But Not Reported (IBNR). Artinya, klaim itu ada, tapi belum dilaporkan dan belum diterima BPJS. (Moh. Iqbal)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/