alexametrics
28.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

Dua Bocah Senneng Tewas Mengambang

SAMPANG – Nasib Acmad Rifaki, 8, dan Suhel, 7, tidak seperti nama dusun tempat dua bocah itu tinggal. Dua warga Dusun Senneng, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang, itu mengembuskan napas terakhir setelah digulung ombak. Peristiwa tersebut membuat suasana di Pantai Nepa menjadi heboh Kamis sore (13/12) hingga Jumat (14/12).

Acmad Rifaki dan Suhel merupakan siswa di SDN 3 Nepa. Rifaki duduk di bangku kelas 3 dan Suhel kelas 2. Kejadian itu bermula saat keduanya bermain di Pantai Wisata Nepa bersama delapan temannya yang masih satu sekolah. Mereka adalah Rangga, 12; Fajar Kurniawan,12; Fajar Firmansyah, 12; Muzammil, 9; Iwan, 9; David (kakak Suhel), 12; Haris,12; dan Ilham, 12.

Menurut David, adiknya sudah diperingatkan supaya tidak bermain ke tengah. Akan tetapi, peringatannya itu tidak dihiraukan. Tak lama kemudian, datanglah ombak besar dan langsung menggulung keduanya. Lalu, keduanya terseret dan tenggelam.

Baca Juga :  Terjaring Patroli, Anak Dibawah Umur Ditangkap Bawa Sajam

Selanjutnya, para saksi mata yang tak lain adalah teman korban lari mencari warga untuk meminta pertolongan. Sekitar satu jam dari keduanya tenggelam, Acmad Rifaki ditemukan mengambang. Korban pertama yang ditemukan itu jaraknya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Dia mengalami luka lecet akibat terbentur karang di beberapa tubuhnya.

Kemudian, warga setempat dan para nelayan dibantu dari Muspika Banyuates, TNI, Polri, syahbandar dan kamladu dari Kecamatan Tanjungbumi, serta PMI Sampang melakukan pencarian hingga malam. Korban kedua berhasil lagi ditemukan warga setempat dalam keadaan mengambang sekitar 70 meter dari bibir pantai. Keduanya ditemukan di lokasi Pantai Nepa, Kecamatan Banyuates.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banyuates Roni Salaki mengatakan, dua korban tenggelam akibat terseret arus di Pantai Nepa itu ditemukan warga. Pencarian korban kedua lebih sulit karena ombak besar dan penerangan sangat minim. ”Keduanya ditemukan mengambang,” terangnya.

Baca Juga :  Pamit Mancing, Ditemukan Membusuk

Kapolsek Banyuates Iptu Sukadi membenarkan bahwa dua anak tersebut ditemukan mengambang di pantai setelah terseret arus. Rifaki ditemukan sore harinya menjelang magrib (13/12) dan Suhel ditemukan sebelum subuh Jumat (14/12). ”Setelah ditemukan, langsung dibawa ke puskesmas dan divisum, kemudian dimakamkan,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, kedua keluarga korban semuanya menyadari bahwa kejadian tersebut adalah musibah. Mereka menerima dan tidak akan melakukan penuntutan di kemudian hari. ”Menganggap bahwa kejadian itu adalah musibah,” tandasnya.

SAMPANG – Nasib Acmad Rifaki, 8, dan Suhel, 7, tidak seperti nama dusun tempat dua bocah itu tinggal. Dua warga Dusun Senneng, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang, itu mengembuskan napas terakhir setelah digulung ombak. Peristiwa tersebut membuat suasana di Pantai Nepa menjadi heboh Kamis sore (13/12) hingga Jumat (14/12).

Acmad Rifaki dan Suhel merupakan siswa di SDN 3 Nepa. Rifaki duduk di bangku kelas 3 dan Suhel kelas 2. Kejadian itu bermula saat keduanya bermain di Pantai Wisata Nepa bersama delapan temannya yang masih satu sekolah. Mereka adalah Rangga, 12; Fajar Kurniawan,12; Fajar Firmansyah, 12; Muzammil, 9; Iwan, 9; David (kakak Suhel), 12; Haris,12; dan Ilham, 12.

Menurut David, adiknya sudah diperingatkan supaya tidak bermain ke tengah. Akan tetapi, peringatannya itu tidak dihiraukan. Tak lama kemudian, datanglah ombak besar dan langsung menggulung keduanya. Lalu, keduanya terseret dan tenggelam.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Polisi Bubarkan Lomba Kelereng

Selanjutnya, para saksi mata yang tak lain adalah teman korban lari mencari warga untuk meminta pertolongan. Sekitar satu jam dari keduanya tenggelam, Acmad Rifaki ditemukan mengambang. Korban pertama yang ditemukan itu jaraknya sekitar 100 meter dari bibir pantai. Dia mengalami luka lecet akibat terbentur karang di beberapa tubuhnya.

Kemudian, warga setempat dan para nelayan dibantu dari Muspika Banyuates, TNI, Polri, syahbandar dan kamladu dari Kecamatan Tanjungbumi, serta PMI Sampang melakukan pencarian hingga malam. Korban kedua berhasil lagi ditemukan warga setempat dalam keadaan mengambang sekitar 70 meter dari bibir pantai. Keduanya ditemukan di lokasi Pantai Nepa, Kecamatan Banyuates.

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banyuates Roni Salaki mengatakan, dua korban tenggelam akibat terseret arus di Pantai Nepa itu ditemukan warga. Pencarian korban kedua lebih sulit karena ombak besar dan penerangan sangat minim. ”Keduanya ditemukan mengambang,” terangnya.

Baca Juga :  Terjaring Patroli, Anak Dibawah Umur Ditangkap Bawa Sajam

Kapolsek Banyuates Iptu Sukadi membenarkan bahwa dua anak tersebut ditemukan mengambang di pantai setelah terseret arus. Rifaki ditemukan sore harinya menjelang magrib (13/12) dan Suhel ditemukan sebelum subuh Jumat (14/12). ”Setelah ditemukan, langsung dibawa ke puskesmas dan divisum, kemudian dimakamkan,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, kedua keluarga korban semuanya menyadari bahwa kejadian tersebut adalah musibah. Mereka menerima dan tidak akan melakukan penuntutan di kemudian hari. ”Menganggap bahwa kejadian itu adalah musibah,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/