alexametrics
21 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Tiap Tahun Waduk Klampis Memakan Korban Jiwa

  SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Situasi di sekitar Waduk Klampis yang terletak di Dusun Serean, Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, mendadak ramai. Warga setempat berbondong-bondong menuju tepi waduk untuk melihat dan mencari seorang remaja yang dikabarkan tenggelam pada pukul 12.00 kemarin (14/11).

Waduk Klampis merupakan salah satu tempat penampungan air terbesar di Kota Bahari selain Waduk Nepa. Hampir setiap tahun pasti ada warga yang meninggal karena tenggelam di Waduk Klampis.

Tahun ini, warga yang mengembuskan napas terakhir di tengah Waduk Klampis bernama Wesik, 21, warga Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Jasad korban ditemukan di kedalaman 5 meter di tengah waduk.

Ceritanya, sejak pagi Wesik diketahui bermain di rumah pamannya, Umri, 38, warga Dusun Serean, Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung. Namun, Wesik tiba-tiba menghilang dan membuat panik pamannya.

Baca Juga :  Populasi Sapi dan Kambing di Sampang Terus Meningkat

Mengetahui keponakannya tidak ada, Umri kemudian mencarinya ke sejumlah tempat. Hingga akhirnya, sekitar pukul 11.30 salah satu warga mengaku melihat Wesik naik perahu kecil di area Waduk Klampis.

Sesampainya di tengah waduk, Wesik terlihat melompat dari atas perahunya. Warga yang melihat itu tidak sempat menolong karena jarak jauh.

Warga yang melihat semakin panik karena Wesik tidak muncul lagi kepermukaan air. Akhirnya, warga setempat melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya.

Sekitar pukul 12.00, anggota Polsek Kedungdung datang dan membantu melakukan pencarian. Hasilnya, Wasik ditemukan sekitar pukul 13.00 dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Kedungdung Iptu Darussalam mengatakan, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut dia, korban ditemukan di tengah-tengah waduk dengan kedalaman sekitar 5 meter.

”Korban ditemukan sudah meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke pinggir waduk. Selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga karena tidak mau dilakukan otopsi,” katanya.

Baca Juga :  SMAN 3 Sampang Punya Satgas Antinarkoba

Sementara itu, Pj Kepala Desa Abdus Salam mengatakan, korban yang tenggelam di Waduk Klampis memang memiliki gangguan jiwa. ”Informasi dan pernyataan itu saya peroleh dari keluarga korban. Jadi, korban ini pergi ke waduk tanpa pamit ke pamannya,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini baru ada satu kejadian yang meninggal akibat tenggelam di Waduk Klampis. Menurut dia, hampir setiap tahun pasti ada korban meninggal.

”Tahun 2020 ada satu orang, tahun ini baru satu orang juga,” jelas Abdus Salam.

Menurut Abdus Salam, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengetatkan penjagaan dan pengawasan di area waduk. Sebab, waduk itu bukan milik pemerintah daerah.

”Itu bukan kewenangan saya, tapi kami sudah mengimbau para pengunjung supaya tidak bermain ke tengah waduk,” pungkasnya. (iqb)

- Advertisement -

  SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Situasi di sekitar Waduk Klampis yang terletak di Dusun Serean, Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung, Sampang, mendadak ramai. Warga setempat berbondong-bondong menuju tepi waduk untuk melihat dan mencari seorang remaja yang dikabarkan tenggelam pada pukul 12.00 kemarin (14/11).

Waduk Klampis merupakan salah satu tempat penampungan air terbesar di Kota Bahari selain Waduk Nepa. Hampir setiap tahun pasti ada warga yang meninggal karena tenggelam di Waduk Klampis.

Tahun ini, warga yang mengembuskan napas terakhir di tengah Waduk Klampis bernama Wesik, 21, warga Desa Bajrasokah, Kecamatan Kedungdung, Sampang. Jasad korban ditemukan di kedalaman 5 meter di tengah waduk.


Ceritanya, sejak pagi Wesik diketahui bermain di rumah pamannya, Umri, 38, warga Dusun Serean, Desa Kramat, Kecamatan Kedungdung. Namun, Wesik tiba-tiba menghilang dan membuat panik pamannya.

Baca Juga :  Penyebar Hoaks Bupati Sampang Dukung Capres Tertentu Ternyata Guru

Mengetahui keponakannya tidak ada, Umri kemudian mencarinya ke sejumlah tempat. Hingga akhirnya, sekitar pukul 11.30 salah satu warga mengaku melihat Wesik naik perahu kecil di area Waduk Klampis.

Sesampainya di tengah waduk, Wesik terlihat melompat dari atas perahunya. Warga yang melihat itu tidak sempat menolong karena jarak jauh.

Warga yang melihat semakin panik karena Wesik tidak muncul lagi kepermukaan air. Akhirnya, warga setempat melakukan pencarian menggunakan peralatan seadanya.

Sekitar pukul 12.00, anggota Polsek Kedungdung datang dan membantu melakukan pencarian. Hasilnya, Wasik ditemukan sekitar pukul 13.00 dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kapolsek Kedungdung Iptu Darussalam mengatakan, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Menurut dia, korban ditemukan di tengah-tengah waduk dengan kedalaman sekitar 5 meter.

”Korban ditemukan sudah meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke pinggir waduk. Selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga karena tidak mau dilakukan otopsi,” katanya.

Baca Juga :  Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Ditaksir di Atas Seratus Juta

Sementara itu, Pj Kepala Desa Abdus Salam mengatakan, korban yang tenggelam di Waduk Klampis memang memiliki gangguan jiwa. ”Informasi dan pernyataan itu saya peroleh dari keluarga korban. Jadi, korban ini pergi ke waduk tanpa pamit ke pamannya,” katanya.

Dia mengatakan, tahun ini baru ada satu kejadian yang meninggal akibat tenggelam di Waduk Klampis. Menurut dia, hampir setiap tahun pasti ada korban meninggal.

”Tahun 2020 ada satu orang, tahun ini baru satu orang juga,” jelas Abdus Salam.

Menurut Abdus Salam, pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mengetatkan penjagaan dan pengawasan di area waduk. Sebab, waduk itu bukan milik pemerintah daerah.

”Itu bukan kewenangan saya, tapi kami sudah mengimbau para pengunjung supaya tidak bermain ke tengah waduk,” pungkasnya. (iqb)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/