alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, August 10, 2022

Pameran Pembangunan Rusak Lapangan, Trunojoyo Mania Tuntut Perbaikan

SAMPANG – Pameran Pembangunan Sampang selama sepuluh hari menyisakan banyak cerita. Selain soal temuan karcis parkir yang diduga palsu, fasilitas di area Lapangan Wijaya Kusuma juga rusak. Mulai dari rumput, lintasan, dan lainnya.

Pameran pembangunan bertajuk Sampang Sapolo Are sudah bubar. Sarana pameran, seperti stan, panggung, dan lainnya dibongkar. Termasuk wahana permainan anak-anak juga dibongkar kemarin (14/11).

Tetapi, akibat dari kegiatan tersebut banyak sarana yang rusak. Di antaranya, rumput lapangan yang biasanya dijadikan tempat laga kandang Persesa Sampang itu kering. Bahkan, akibat sering diinjak pengunjung, lapangan di sisi timur tambah tidak rata.

Saluran yang melingkari lapangan juga rusak. Hal ini pun membuat suporter setia Persesa Sampang berang. Mereka menuntut agar tempat latihan dan laga kandang tim kesayangannya itu segera diperbaiki.

Baca Juga :  Warga Pangarengan Tewas Ditabrak Tronton

Ketua Trunojoyo Mania (Truman) selaku suporter setia Persesa Sampang Husaini berharap agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki. Lapangan Wijaya Kusuma harus kembali ke sedia kala dan difungsikan sebagaimana mestinya sebagai sarana olahraga.

”Banyak yang dirugikan atas kerusakan lapangan. Terlebih untuk pelaku sepak bola dan Persesa Sampang yang saat ini sedang mempersiapkan diri menatap liga 3 zona regional Jawa,” kata Husaini.

Kabid Olahraga Disporabudpar Sampang Ainur Rofik tidak menampik beberapa kerusakan di lapangan pasca digunakan tempat pameran. Misalnya, pada saluran air yang melingkari lapangan sepak bola. Hal itu terjadi karena banyak mobil yang masuk ke lapangan pada saat acara berlangsung. ”Seharusnya tidak boleh masuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Tangkap Maling Motor, Dua Polisi Alami Luka-Luka

Meski demikian, event organizer (EO) bertanggung jawab memperbaiki kerusakan lapangan. Sudah ada perjanjian dari EO dengan disporabudpar. Namun, perjanjian perbaikan itu tidak dilakukan secara tertulis. ”Dari EO-nya yang tanggung jawab,” tegasnya.

Rofik belum bisa memastikan taksiran anggaran kerusakan fasilitas Lapangan Wijaya Kusama. Sebab, saat ini belum dihitung. Mengingat, banyak barang-barang yang digunakan selama pameran masih berada di lapangan. ”Soalnya belum dibongkar tuntas,” tukasnya.

SAMPANG – Pameran Pembangunan Sampang selama sepuluh hari menyisakan banyak cerita. Selain soal temuan karcis parkir yang diduga palsu, fasilitas di area Lapangan Wijaya Kusuma juga rusak. Mulai dari rumput, lintasan, dan lainnya.

Pameran pembangunan bertajuk Sampang Sapolo Are sudah bubar. Sarana pameran, seperti stan, panggung, dan lainnya dibongkar. Termasuk wahana permainan anak-anak juga dibongkar kemarin (14/11).

Tetapi, akibat dari kegiatan tersebut banyak sarana yang rusak. Di antaranya, rumput lapangan yang biasanya dijadikan tempat laga kandang Persesa Sampang itu kering. Bahkan, akibat sering diinjak pengunjung, lapangan di sisi timur tambah tidak rata.


Saluran yang melingkari lapangan juga rusak. Hal ini pun membuat suporter setia Persesa Sampang berang. Mereka menuntut agar tempat latihan dan laga kandang tim kesayangannya itu segera diperbaiki.

Baca Juga :  Usulan Tambahan Anggaran Pilkada Ditolak

Ketua Trunojoyo Mania (Truman) selaku suporter setia Persesa Sampang Husaini berharap agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki. Lapangan Wijaya Kusuma harus kembali ke sedia kala dan difungsikan sebagaimana mestinya sebagai sarana olahraga.

”Banyak yang dirugikan atas kerusakan lapangan. Terlebih untuk pelaku sepak bola dan Persesa Sampang yang saat ini sedang mempersiapkan diri menatap liga 3 zona regional Jawa,” kata Husaini.

Kabid Olahraga Disporabudpar Sampang Ainur Rofik tidak menampik beberapa kerusakan di lapangan pasca digunakan tempat pameran. Misalnya, pada saluran air yang melingkari lapangan sepak bola. Hal itu terjadi karena banyak mobil yang masuk ke lapangan pada saat acara berlangsung. ”Seharusnya tidak boleh masuk,” jelasnya.

Baca Juga :  Pameran Pembangunan¬†Meriahkan Hari Jadi Ke-748 Sumenep

Meski demikian, event organizer (EO) bertanggung jawab memperbaiki kerusakan lapangan. Sudah ada perjanjian dari EO dengan disporabudpar. Namun, perjanjian perbaikan itu tidak dilakukan secara tertulis. ”Dari EO-nya yang tanggung jawab,” tegasnya.

Rofik belum bisa memastikan taksiran anggaran kerusakan fasilitas Lapangan Wijaya Kusama. Sebab, saat ini belum dihitung. Mengingat, banyak barang-barang yang digunakan selama pameran masih berada di lapangan. ”Soalnya belum dibongkar tuntas,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/