alexametrics
21.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

KKG-JPRM Latih Guru Menulis Artikel

SAMPANG – Kelompok Kerja Guru (KKG) Teuku Umar Wilayah Kerja (Wilker) 4 Kecamatan Sampang berupaya meningkatkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis. Salah satunya dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) menulis Rabu (14/11). Panitia menghadirkan General Manager (GM) JPRM M. Tojjib dan Redaktur Budaya Lukman Hakim AG sebagai narasumber.

Kegiatan di SDN Karang Dalem 1 itu diikuti 60 peserta. Mereka merupakan guru dari 10 sekolah dasar (SD). Materi yang pertama diulas terkait penulisan aritkel populer di media massa. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video pendek tentang potret dunia pendidikan. Video tersebut menjadi bahan atau referensi peserta untuk menggambarkan dan menuangkan idenya menjadi artikel populer yang layak diterbitkan di media.

”Sebenarnya semua peserta bisa menulis artikel. Hanya. masih kurang dalam pengambilan referensi, penelitian atau riset, dan sumber bacaan,” katanya.

Menurut dia, menulis itu merupakan bakat yang timbul dari kebiasaan. Prinsip utama menulis artikel ialah harus mau memulai dan bertekad untuk menyelesaikan tulisan tersebut. ”Inspirasi menulis bisa didapat di mana saja. Terpenting harus ada kemauan dari orang itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  153 Kasek Belum Terima SK Mutasi

JPRM mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis. Yakni, dengan menggelar program Ayo Menulis di semua kabupaten di Madura. Selain itu, menyediakan ruang khusus pendidikan.

Setelah itu, pendalaman materi teknis penulisan artikel di media massa yang disampaikan Lukman Hakim AG. Di materi tersebut peserta diberikan pemahaman penulisan yang baik dan layak diterbitkan. Sebab, untuk bisa terbit di media massa ada sejumlah hal yang harus diperhatikan penulis.

”Ada beberapa naskah dari guru di Sampang yang sudah masuk di email redaksi. Tinggal menunggu waktu diterbitkan,” ucapnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sampang Hasan Syaiful Rijal menerangkan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasar arahan dinas pendidikan (disdik). Pihaknya tertarik melaksanakan kegiatan itu setelah melihat hasil program Ayo Menulis beberapa waktu lalu.

”Banyak guru tergabung dalam KKG Teuku Umar meminta agar kami melaksanakan kegiatan yang sama dengan menggandeng JPRM,” kata pria yang menjabat sebagai kepala SDN Karang Dalem 1 itu.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Lagi Rute Pelabuhan Taddan–Probolinggo

Pelatihan ini juga terintegrasi dengan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut terdiri diri diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Pelatihan ini juga membantu guru dalam pengajuan kenaikan pangkat.

Dalam pengajuan kenaikan pangkat terdapat sejumlah unsur yang harus bisa dipenuhi guru. Antara lain, guru harus aktif mengikuti seminar atau diklat yang bisa meningkatkan kompetensi mengajar. Misalkan, pelatihan yang digelar MGMP dan pelatihan guru menulis semacam ini.

Kemudian, tulisan guru yang dimuat di media massa akan mendapatkan satu poin. Dengan begitu, banyak keuntungan yang bisa diambil guru dari kegiatan ini. Semakin aktif guru mengikuti diklat, kesempatan untuk bisa naik pangkat lebih banyak.

Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut guru bisa lebih semangat menulis dan melahirkan karya tulis yang dapat meningkatkan mutu mereka dan pendidikan di sekolah tempat mengajar. ”Guru harus bisa menularkan semangat literasi kepada sesama guru dan siswa. Apalagi, Sampang sudah ditetapkan sebagai kabupaten literasi,” tukasnya.

 

- Advertisement -

SAMPANG – Kelompok Kerja Guru (KKG) Teuku Umar Wilayah Kerja (Wilker) 4 Kecamatan Sampang berupaya meningkatkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis. Salah satunya dengan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) menulis Rabu (14/11). Panitia menghadirkan General Manager (GM) JPRM M. Tojjib dan Redaktur Budaya Lukman Hakim AG sebagai narasumber.

Kegiatan di SDN Karang Dalem 1 itu diikuti 60 peserta. Mereka merupakan guru dari 10 sekolah dasar (SD). Materi yang pertama diulas terkait penulisan aritkel populer di media massa. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video pendek tentang potret dunia pendidikan. Video tersebut menjadi bahan atau referensi peserta untuk menggambarkan dan menuangkan idenya menjadi artikel populer yang layak diterbitkan di media.

”Sebenarnya semua peserta bisa menulis artikel. Hanya. masih kurang dalam pengambilan referensi, penelitian atau riset, dan sumber bacaan,” katanya.


Menurut dia, menulis itu merupakan bakat yang timbul dari kebiasaan. Prinsip utama menulis artikel ialah harus mau memulai dan bertekad untuk menyelesaikan tulisan tersebut. ”Inspirasi menulis bisa didapat di mana saja. Terpenting harus ada kemauan dari orang itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kontraktor Tuding Anggota Dewan Sampang Main Proyek

JPRM mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru di bidang tulis-menulis. Yakni, dengan menggelar program Ayo Menulis di semua kabupaten di Madura. Selain itu, menyediakan ruang khusus pendidikan.

Setelah itu, pendalaman materi teknis penulisan artikel di media massa yang disampaikan Lukman Hakim AG. Di materi tersebut peserta diberikan pemahaman penulisan yang baik dan layak diterbitkan. Sebab, untuk bisa terbit di media massa ada sejumlah hal yang harus diperhatikan penulis.

”Ada beberapa naskah dari guru di Sampang yang sudah masuk di email redaksi. Tinggal menunggu waktu diterbitkan,” ucapnya.

Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sampang Hasan Syaiful Rijal menerangkan, kegiatan tersebut dilaksanakan berdasar arahan dinas pendidikan (disdik). Pihaknya tertarik melaksanakan kegiatan itu setelah melihat hasil program Ayo Menulis beberapa waktu lalu.

”Banyak guru tergabung dalam KKG Teuku Umar meminta agar kami melaksanakan kegiatan yang sama dengan menggandeng JPRM,” kata pria yang menjabat sebagai kepala SDN Karang Dalem 1 itu.

Baca Juga :  Pembangunan 35 RTLH Gagal Terlaksana

Pelatihan ini juga terintegrasi dengan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Kegiatan tersebut terdiri diri diklat fungsional dan kegiatan kolektif guru. Pelatihan ini juga membantu guru dalam pengajuan kenaikan pangkat.

Dalam pengajuan kenaikan pangkat terdapat sejumlah unsur yang harus bisa dipenuhi guru. Antara lain, guru harus aktif mengikuti seminar atau diklat yang bisa meningkatkan kompetensi mengajar. Misalkan, pelatihan yang digelar MGMP dan pelatihan guru menulis semacam ini.

Kemudian, tulisan guru yang dimuat di media massa akan mendapatkan satu poin. Dengan begitu, banyak keuntungan yang bisa diambil guru dari kegiatan ini. Semakin aktif guru mengikuti diklat, kesempatan untuk bisa naik pangkat lebih banyak.

Pihaknya berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut guru bisa lebih semangat menulis dan melahirkan karya tulis yang dapat meningkatkan mutu mereka dan pendidikan di sekolah tempat mengajar. ”Guru harus bisa menularkan semangat literasi kepada sesama guru dan siswa. Apalagi, Sampang sudah ditetapkan sebagai kabupaten literasi,” tukasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/