alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Disperdagrin Kembangkan Batik Ringkel Jadi Ciri Khas Kota Sampang

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang mengembangkan batik Ringkel khas Kota Bahari. Itu dilakukan, untuk mewujudkan misi Bupati Sampang meningkatkan infrastruktur, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, batik Ringkel merupakan jenis baru dan satu-satunya di Indonesia yang akan dikembangkan di Sampang. “Ini hasil kerjasama Pemkab Sampang dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Jogjakarta,” katanya.

Menurut Wahyu, penelitian dan pelatihan teknik batik Ringkel dilakukan di BBKB Jogjakarta. Teknik Ringkel merupakan pengembangan dan penggabungan teknik smock dan tritik jumputan. ”Kemudian BBKB menyerahkannya kepada kami agar dikembangkan lebih kreatif,” lanjutnya.

Dijelaskan, pihaknya mulai memproduksi batik Ringkel yang akan menjadi ciri khas batik Sampang. “Pengembangannya, untuk sementara dilakukan di Desa Sejati, Kecamatan Camplong dan Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates,” terangnya.

Baca Juga :  Wujudkan Sampang Hebat Bermartabat, Pemkab Gelar Musrenbang RKPD 2020

Wahyu menambahkan, pihaknya akan mengusulkan agar batik Ringkel menjadi seragam pelajar dan baju dinas di masing-masing OPD. “Batik ini akan menjadi ciri khas khas Sampang. Sehingga, menjadi peluang baru untuk menumbuhkan perekonomian,” harapnya. (Moh Iqbal)

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang mengembangkan batik Ringkel khas Kota Bahari. Itu dilakukan, untuk mewujudkan misi Bupati Sampang meningkatkan infrastruktur, pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengatakan, batik Ringkel merupakan jenis baru dan satu-satunya di Indonesia yang akan dikembangkan di Sampang. “Ini hasil kerjasama Pemkab Sampang dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Jogjakarta,” katanya.

Menurut Wahyu, penelitian dan pelatihan teknik batik Ringkel dilakukan di BBKB Jogjakarta. Teknik Ringkel merupakan pengembangan dan penggabungan teknik smock dan tritik jumputan. ”Kemudian BBKB menyerahkannya kepada kami agar dikembangkan lebih kreatif,” lanjutnya.


Dijelaskan, pihaknya mulai memproduksi batik Ringkel yang akan menjadi ciri khas batik Sampang. “Pengembangannya, untuk sementara dilakukan di Desa Sejati, Kecamatan Camplong dan Desa Jatra Timur, Kecamatan Banyuates,” terangnya.

Baca Juga :  Wujudkan Sampang Hebat Bermartabat, Pemkab Gelar Musrenbang RKPD 2020

Wahyu menambahkan, pihaknya akan mengusulkan agar batik Ringkel menjadi seragam pelajar dan baju dinas di masing-masing OPD. “Batik ini akan menjadi ciri khas khas Sampang. Sehingga, menjadi peluang baru untuk menumbuhkan perekonomian,” harapnya. (Moh Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Empat Tim Optimistis Hadapi Musim Baru

Fauzan Jakfar Jadi Saksi di MK

Ajukan Kembali KMP DBS III Jadi Perintis

Artikel Terbaru

/