alexametrics
20.5 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Bupati Resmikan Musrenbang RKPD 2021

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2021 kemarin (14/4). Kegiatan di aula Pemkab Sampang itu mengusung tema Penguatan Kontribusi Sektor Unggulan dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat.

Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi Wabup Abdullah Hidayat hadir dalam pembukaan Musrenbang RKPD 2021. Di samping itu, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), sekretaris kabupaten (Sekkab), dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir.

Tidak hanya itu. Tenaga ahli, staf ahli, forkompimcam, pimpinan BUMD, hingga perwakilan organisasi perempuan, dan organisasi masyarakat juga menyaksikan Musrenbang RKPD 2021.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan bahwa musrenbang RKPD kabupaten merupakan salah satu langkah dalam merencanakan program pembangunan tahun depan. Hal itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Baca Juga :  Diduga Korsleting, Gudang Pengolah Ikan di Sampang Hangus Terbakar

”Di tahun kedua, kami telah mengikuti secara langsung perencanaan melalui musrenbangcam. Kami ingin memastikan bahwa program yang kami laksanakan tahu depan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” katanya.

Tahun depan pihaknya akan menitikberatkan pada dua sektor unggulan. Yakni, sektor pariwisata dan agrobisnis. Pariwasata dipandang mampu menjadi lokomotif penggerak sektor lain. Sementara di bidang agrobisnis, pihaknya melihat ada peluang nilai tambah yang cukup signifikan.

”Agar berhasil, dua sektor itu harus didukung oleh infrastruktur yang memadai,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan, beberapa permasalahan mendasar terjadi di Kota Bahari. Di antaranya, rendahnya kualitas SDM dan belum terciptanya pembangunan daerah yang inklusif. Di samping itu, kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah belum merata.

”Dalam reformasi birokrasi serta harmonisasi kehidupan masyarakat, juga perlu terus kami bangun,” ujar pria yang akrab dipanggil Haji Idi itu.

Baca Juga :  Daftar BPJS Ketenagakerjaan, Kontraktor Bisa Pakai Aplikasi e-Jakon

Indikator utama dalam indeks pembangunan manusia (IPM) Sampang masuk dalam kategori sedang. Pada 2019, IPM Sampang 61,94. Pihaknya mengakui bahwa IPM Kota Bahari masih tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten lain. Di samping itu, angka kemiskinan masih tinggi di Jatim.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi itu. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi yang mengalami keterlambatan. Karena itu, pihaknya berharap semua unsur lebih aktif menuntaskan permasalahan tersebut.

Tahun depan ada lima fokus yang akan dilakukan pemerintah daerah. Di antaranya, pembangunan fokus pada penguatan sektor unggulan melalui nilai tambah guna mendukung reformasi ekonomi. Di samping itu, peningkatan kualitas dan perluasan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam mendukung sektor ekonomi. Pengentasan kemiskinan juga akan dilakukan melalui pembanguann pendidikan dan kesehatan. (bil)

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2021 kemarin (14/4). Kegiatan di aula Pemkab Sampang itu mengusung tema Penguatan Kontribusi Sektor Unggulan dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat.

Bupati Sampang Slamet Junaidi didampingi Wabup Abdullah Hidayat hadir dalam pembukaan Musrenbang RKPD 2021. Di samping itu, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), sekretaris kabupaten (Sekkab), dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) juga hadir.

Tidak hanya itu. Tenaga ahli, staf ahli, forkompimcam, pimpinan BUMD, hingga perwakilan organisasi perempuan, dan organisasi masyarakat juga menyaksikan Musrenbang RKPD 2021.


Dalam sambutannya, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan bahwa musrenbang RKPD kabupaten merupakan salah satu langkah dalam merencanakan program pembangunan tahun depan. Hal itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).

Baca Juga :  DPMPTSP Tunjukkan Capaian Optimal

”Di tahun kedua, kami telah mengikuti secara langsung perencanaan melalui musrenbangcam. Kami ingin memastikan bahwa program yang kami laksanakan tahu depan sesuai dengan aspirasi masyarakat,” katanya.

Tahun depan pihaknya akan menitikberatkan pada dua sektor unggulan. Yakni, sektor pariwisata dan agrobisnis. Pariwasata dipandang mampu menjadi lokomotif penggerak sektor lain. Sementara di bidang agrobisnis, pihaknya melihat ada peluang nilai tambah yang cukup signifikan.

”Agar berhasil, dua sektor itu harus didukung oleh infrastruktur yang memadai,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan, beberapa permasalahan mendasar terjadi di Kota Bahari. Di antaranya, rendahnya kualitas SDM dan belum terciptanya pembangunan daerah yang inklusif. Di samping itu, kualitas dan kuantitas infrastruktur daerah belum merata.

”Dalam reformasi birokrasi serta harmonisasi kehidupan masyarakat, juga perlu terus kami bangun,” ujar pria yang akrab dipanggil Haji Idi itu.

Baca Juga :  Droping Air, BPBD Sebulan Anggarkan Rp 149 Juta

Indikator utama dalam indeks pembangunan manusia (IPM) Sampang masuk dalam kategori sedang. Pada 2019, IPM Sampang 61,94. Pihaknya mengakui bahwa IPM Kota Bahari masih tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten lain. Di samping itu, angka kemiskinan masih tinggi di Jatim.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi itu. Di antaranya, pertumbuhan ekonomi yang mengalami keterlambatan. Karena itu, pihaknya berharap semua unsur lebih aktif menuntaskan permasalahan tersebut.

Tahun depan ada lima fokus yang akan dilakukan pemerintah daerah. Di antaranya, pembangunan fokus pada penguatan sektor unggulan melalui nilai tambah guna mendukung reformasi ekonomi. Di samping itu, peningkatan kualitas dan perluasan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dalam mendukung sektor ekonomi. Pengentasan kemiskinan juga akan dilakukan melalui pembanguann pendidikan dan kesehatan. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Dirut PT Sumekar Diragukan

Membuat E-KTP Kini Lebih Mudah

Ratusan Pokyan Belum Miliki SKT

Artikel Terbaru

/