alexametrics
22.8 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Kapolres Sampang Jamin Keamanan Masyarakat Saat Gunakan Hak Pilih

SAMPANG – Kapolres AKBP Budi Wardiman mengingatkan seluruh masyarakat Sampang mendatangi TPS dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak 17 April nanti. Keamanan warga saat mencoblos dijamin aparat TNI/Polri.

Menurut Budi Wardiman, masyarakat disarankan datang ke TPS lebih pagi. Setiba di TPS, langsung mencatatkan kehadirannya ke KPPS setempat. “Sebelum pukul 13.00, kehadirannya harus tercatat di KPPS,” ingatnya.

Pemilih yang sudah dicatat kehadirannya di formulir model C7.DPT-KPU, C7.DPTb-KPU dan C7.DPK-KPU berhak nyoblos. Pemilih yang sedang antre untuk mencatatkan kehadirannya di formulir model C7.DPT-KPU, C7.DPTb-KPU dan C7.DPK-KPU pada pukul 13.00 waktu setempat juga berhak nyoblos.

“Dasar hukumnya pasal 46 ayat 1 PKPU RI Nomor 9 Tahun 2019. Ingat, pemilih yang hadir dan sedang antre mencatatkan kehadirannya pada pukul 13.00 waktu setempat juga berhak nyoblos. Ketua KPPS wajib melayani,” tegas Budi Wardiman.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Penderita TBC di Sampang Capai 183 Orang

Kapolres menghimbau masyarakat Sampang tidak membawa sajam dan senjata api saat ke TPS. Sebab, itu membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Jika ada yang terbukti melanggar, akan ditindak tegas oleh aparat TNI /Polri.

“Yang tidak kalah penting, jangan mengganggu jalannya pemungutan suara. Apalagi, memaksa dan mengancam orang lain. Tidak boleh mengintervensi orang lain,” terang alumni Akpol 1997 itu.

Budi Wardiman menyatakan, sah-sah saja berbeda pilihan dalam alam demokrasi. Siapa pun yang terpilih nanti, harus diterima karena pilihan rakyat. “Jaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

SAMPANG – Kapolres AKBP Budi Wardiman mengingatkan seluruh masyarakat Sampang mendatangi TPS dan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak 17 April nanti. Keamanan warga saat mencoblos dijamin aparat TNI/Polri.

Menurut Budi Wardiman, masyarakat disarankan datang ke TPS lebih pagi. Setiba di TPS, langsung mencatatkan kehadirannya ke KPPS setempat. “Sebelum pukul 13.00, kehadirannya harus tercatat di KPPS,” ingatnya.

Pemilih yang sudah dicatat kehadirannya di formulir model C7.DPT-KPU, C7.DPTb-KPU dan C7.DPK-KPU berhak nyoblos. Pemilih yang sedang antre untuk mencatatkan kehadirannya di formulir model C7.DPT-KPU, C7.DPTb-KPU dan C7.DPK-KPU pada pukul 13.00 waktu setempat juga berhak nyoblos.


“Dasar hukumnya pasal 46 ayat 1 PKPU RI Nomor 9 Tahun 2019. Ingat, pemilih yang hadir dan sedang antre mencatatkan kehadirannya pada pukul 13.00 waktu setempat juga berhak nyoblos. Ketua KPPS wajib melayani,” tegas Budi Wardiman.

Baca Juga :  Wabup Pantau Penyaluran BLT DD di Gunung Eleh

Kapolres menghimbau masyarakat Sampang tidak membawa sajam dan senjata api saat ke TPS. Sebab, itu membahayakan keselamatan diri dan orang lain. Jika ada yang terbukti melanggar, akan ditindak tegas oleh aparat TNI /Polri.

“Yang tidak kalah penting, jangan mengganggu jalannya pemungutan suara. Apalagi, memaksa dan mengancam orang lain. Tidak boleh mengintervensi orang lain,” terang alumni Akpol 1997 itu.

Budi Wardiman menyatakan, sah-sah saja berbeda pilihan dalam alam demokrasi. Siapa pun yang terpilih nanti, harus diterima karena pilihan rakyat. “Jaga kerukunan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/