alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Peningkatan Produksi Pajale Kurang Maksimal

SAMPANG – Sektor pertanian di Kabupaten Sampang sangat berpotensi. Misalnya komoditas padi, jagung, dan kedelai (pajale). Namun, potensi tersebut belum digarap secara maksimal.

Data Dinas Pertanian (Disperta) Sampang menunjukkan hasil produksi pajale pada 2017 untuk komuditas padi sebanyak 281.986 ton, jagung 90.946 ton, dan kedelai 22.528. Semua hasil produksi pertanian itu ditengarai belum sesuai dengan ketersediaan luas lahan tanam yang mencapai 333 ribu hektare.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono mengatakan, produksi pertanian ditentukan oleh sistem budi daya tanam yang baik, anomali cuaca yang bersahabat, dan teknologi pertanian. Jika semua komponen itu dapat dipraktikkan dengan maksimal oleh petani, maka produksi meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Gagal Salurkan BPNT, Dinsos Berdalih Pemdes dan Distributor Belum Siap

Diakui, petani di Sampang masih memiliki kecenderungan menggunakan sistem budi daya tanam tradisional dan belum mahir dalam memanfaatkan teknologi pertanian. Akibatnya, produksi pajale belum maksimal. Peningkatan hasil produksi pajale per tahun relatif rendah.

Untuk mendorong peningkatan produksi pertanian secara khusus komoditas pajale, pihaknya terus melakukan pembinaan rutin dan penyaluran bantuan teknologi pertanian secara bertahap. Misalnya, hand tractor dan bantuan benih kepada kelompok tani. Tetapi upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil meningkatkan produksi.

”Kami kira upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi ini sudah maksimal. Kemauan dari para petani untuk menerapkan cara bercocok tanam yang modern relatif rendah,” kata dia kemarin (14/1).

Pejabat asal Banyuwangi itu mengimbau petani untuk dapat memaksimalkan teknologi pertanian dan menerapkan sistem budi daya tanam modern. Sebab, selama ini cara-cara tradisional tidak bisa mendongkrak hasil produksi secara maksimal.

Baca Juga :  Santri Harus Teruskan Perjuangan Para Pahlawan

Dia berharap, petani kompak menerapkan sistem budi daya kekinian. ”Kami berharap para petani tetap semangat untuk bercocok tanam dengan menerapkan sistem budi daya tanam yang modern. Juga memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik,” harapnya. 

SAMPANG – Sektor pertanian di Kabupaten Sampang sangat berpotensi. Misalnya komoditas padi, jagung, dan kedelai (pajale). Namun, potensi tersebut belum digarap secara maksimal.

Data Dinas Pertanian (Disperta) Sampang menunjukkan hasil produksi pajale pada 2017 untuk komuditas padi sebanyak 281.986 ton, jagung 90.946 ton, dan kedelai 22.528. Semua hasil produksi pertanian itu ditengarai belum sesuai dengan ketersediaan luas lahan tanam yang mencapai 333 ribu hektare.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono mengatakan, produksi pertanian ditentukan oleh sistem budi daya tanam yang baik, anomali cuaca yang bersahabat, dan teknologi pertanian. Jika semua komponen itu dapat dipraktikkan dengan maksimal oleh petani, maka produksi meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Kades Sokobanah Tengah Jumari Komitmen Majukan Desa

Diakui, petani di Sampang masih memiliki kecenderungan menggunakan sistem budi daya tanam tradisional dan belum mahir dalam memanfaatkan teknologi pertanian. Akibatnya, produksi pajale belum maksimal. Peningkatan hasil produksi pajale per tahun relatif rendah.

Untuk mendorong peningkatan produksi pertanian secara khusus komoditas pajale, pihaknya terus melakukan pembinaan rutin dan penyaluran bantuan teknologi pertanian secara bertahap. Misalnya, hand tractor dan bantuan benih kepada kelompok tani. Tetapi upaya tersebut belum sepenuhnya berhasil meningkatkan produksi.

”Kami kira upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi ini sudah maksimal. Kemauan dari para petani untuk menerapkan cara bercocok tanam yang modern relatif rendah,” kata dia kemarin (14/1).

Pejabat asal Banyuwangi itu mengimbau petani untuk dapat memaksimalkan teknologi pertanian dan menerapkan sistem budi daya tanam modern. Sebab, selama ini cara-cara tradisional tidak bisa mendongkrak hasil produksi secara maksimal.

Baca Juga :  Djawahir Siapkan Visi Misi untuk Sampang

Dia berharap, petani kompak menerapkan sistem budi daya kekinian. ”Kami berharap para petani tetap semangat untuk bercocok tanam dengan menerapkan sistem budi daya tanam yang modern. Juga memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/