alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Margalela

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang bakal merelokasi pedagang burung di Pasar Srimangunan ke Pasar Margalela di Jalan Syamsul Arifin. Namun, para pedagang enggan dipindah ke tempat baru tersebut.

Moh. Suud, salah seorang pedagang burung di pasar Srimangunan, mengaku keberatan dan tidak setuju jika dipindah ke Pasar Margalela. Dia dan pedagang lain sudah lama berjualan di Pasar Srimangunan dan tidak pernah melanggar peraturan.

”Lokasinya di bawah tangga sebelah barat. Selama ini tidak ada pedagang maupun pengunjung pasar yang merasa terganggu karena kami berjualan di situ,” tuturnya.

Pria 37 tahun itu menyebut, pedagang burung yang berjualan di Pasar Srimangunan sekitar 45 orang. Selama ini mereka sudah tergabung dalam paguyuban dan berjualan setiap hari Selasa dan Sabtu.

Baca Juga :  HET Beras Belum Berlaku di Pasaran

”Dulu semua pedagang burung pernah dipindah ke Pasar Margalela. Tapi tak lama pindah lagi ke Srimangunan karena pasar sepi dan tidak pernah ada pembeli,” ujarnya kemarin (14/1).

Pria asal Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang itu berharap dinas terkait bisa memberikan solusi yang terbaik. Apabila rencana pemindahan tersebut betul-betul akan dilaksanakan, pemkab harus bisa menyediakan tempat yang strategis, nyaman, dan ramai pengunjung.

”Para pedagang enggan pindah karena tidak ada jaminan jika dagangan mereka akan ramai pembeli. Kami berjualan untuk bisa menafkahi keluarga,” ungkap dia.

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, pihaknya sudah menyediakan tempat khusus di Pasar Margalela untuk pedagang burung berjualan. Rencana relokasi pedagang dilakukan karena lokasi yang sebelumnya digunakan para pedagang di Pasar Srimangunan berada di bawah tangga sehingga mengganggu akses pengunjung pasar.

Baca Juga :  Kelanjutan Kasus OTT Pasar Srimangunan Buram

 ”Jadi bukan hanya mengembalikan fungsi tangga. Tapi juga membuat penataan pedagang di pasar itu lebih bangus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pasar Srimangunan masuk kategori pasar dengan kelas modern dan sehat. Pedagang unggas atau burung tidak boleh berjualan di pasar tersebut. Hal itu berdasarkan peraturan dalam program pasar sehat. Semua pedagang yang berjualan harus sesuai dengan kelas pasar.

”Kami tidak serta-merta merelokasi pedagang sebelum menyediakan tempat dahulu. Pedagang akan ditempatkan di belakang pasar, di situ ada lahan kosong yang bisa menampung semua pedagang baru,” terangya.

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang bakal merelokasi pedagang burung di Pasar Srimangunan ke Pasar Margalela di Jalan Syamsul Arifin. Namun, para pedagang enggan dipindah ke tempat baru tersebut.

Moh. Suud, salah seorang pedagang burung di pasar Srimangunan, mengaku keberatan dan tidak setuju jika dipindah ke Pasar Margalela. Dia dan pedagang lain sudah lama berjualan di Pasar Srimangunan dan tidak pernah melanggar peraturan.

”Lokasinya di bawah tangga sebelah barat. Selama ini tidak ada pedagang maupun pengunjung pasar yang merasa terganggu karena kami berjualan di situ,” tuturnya.


Pria 37 tahun itu menyebut, pedagang burung yang berjualan di Pasar Srimangunan sekitar 45 orang. Selama ini mereka sudah tergabung dalam paguyuban dan berjualan setiap hari Selasa dan Sabtu.

Baca Juga :  Masih Terealisasi 22 Persen, Proyek Pasar Margalela Diawasi Ketat TP4D

”Dulu semua pedagang burung pernah dipindah ke Pasar Margalela. Tapi tak lama pindah lagi ke Srimangunan karena pasar sepi dan tidak pernah ada pembeli,” ujarnya kemarin (14/1).

Pria asal Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang itu berharap dinas terkait bisa memberikan solusi yang terbaik. Apabila rencana pemindahan tersebut betul-betul akan dilaksanakan, pemkab harus bisa menyediakan tempat yang strategis, nyaman, dan ramai pengunjung.

”Para pedagang enggan pindah karena tidak ada jaminan jika dagangan mereka akan ramai pembeli. Kami berjualan untuk bisa menafkahi keluarga,” ungkap dia.

- Advertisement -

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, pihaknya sudah menyediakan tempat khusus di Pasar Margalela untuk pedagang burung berjualan. Rencana relokasi pedagang dilakukan karena lokasi yang sebelumnya digunakan para pedagang di Pasar Srimangunan berada di bawah tangga sehingga mengganggu akses pengunjung pasar.

Baca Juga :  Pasar Margalela Sepi, Disperdagprin Sebut Pedagang Kurang Inovatif

 ”Jadi bukan hanya mengembalikan fungsi tangga. Tapi juga membuat penataan pedagang di pasar itu lebih bangus,” ujarnya.

Dia menjelaskan, Pasar Srimangunan masuk kategori pasar dengan kelas modern dan sehat. Pedagang unggas atau burung tidak boleh berjualan di pasar tersebut. Hal itu berdasarkan peraturan dalam program pasar sehat. Semua pedagang yang berjualan harus sesuai dengan kelas pasar.

”Kami tidak serta-merta merelokasi pedagang sebelum menyediakan tempat dahulu. Pedagang akan ditempatkan di belakang pasar, di situ ada lahan kosong yang bisa menampung semua pedagang baru,” terangya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/