alexametrics
24.6 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Nilai Akreditasi Madrasah Belum Turun

SAMPANG – Puluhan madrasah di bawah naungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang sudah dilakukan visitasi akreditasi pada September 2017. Namun, nilai hasil akreditasi belum diketahui.

Kemenag mengklaim penentuan hasil penilaian merupakan kewenangan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Jawa Timur. Kasi Pendma Kemenag Sampang Mawardi mengaku hanya membantu pemprov dalam melakukan verifikasi pendataan sekolah yang akan ikut dan memberikan pembinaan. ”Kami sebatas melakukan pengawasan di daerah dan tidak memiliki kewenangan terkait dengan penentuan penilaian tersebut,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Dia menjelaskan, jumlah lembaga yang melakukan visitasi akreditasi tersebut 48 madrasah. Terdiri dari MI, MTs, dan MA. Kuota tersebut ditentukan pemprov. Mawardi tidak bisa memerinci daftar madrasah itu. ”70 persen sekolah yang ikut akreditasi merupakan MI dan MTs. Jenjang MA sudah banyak yang terakreditasi pada tahun sebelumnya,” katanya.

Baca Juga :  Bebani Orang Tua, Disdik Sampang Larang Sekolah Gelar Wisuda Pelajar

Lembaga harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mengikuti proses akreditasi. Meliputi, kelengkapan administrasi, rencana kegiatan mingguan (RKM), dokumen satu atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) serta ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras).

”Penilaian mendasar yaitu pada sarpras. Misalkan, ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolahnya sudah ada apa belum. Layak atau tidak untuk ditempati. Termasuk ketersediaan sejumlah fasilitas penunjang yang lain,” ujarnya.

Sementara standar penilaian akreditasi (SPA) terdiri dari 27 item. Beberapa di antaranya, jumlah siswa memenuhi rombongan belajar (rombel) dan guru lulusan sarjana minimal berjumlah 15 orang. Puluhan sekolah tersebut rata-rata sudah memenuhi persyaratan dan SPA. Jadi tinggal menunggu hasil dari penilaian.

Baca Juga :  111 CJH di Sampang Gagal Berangkat ke Tanah Suci Gara-Gara Ini

”Mayoritas sudah reakreditasi. Meskipun nilai dari akreditasi yang belum turun itu tidak akan berpengaruh ke sekolah. Kecuali bagi lembaga yang baru ikut,” ungkapnya. Kemenag tidak bisa memastikan nilai akreditasi tersebut akan turun. Kendati demikian, sekolah-sekolah itu diminta terus meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi nilai akreditasi pada tahun sebelumnya sudah didapatkan.

”Kami minta kepada pihak pengelola lembaga agar lebih bersabar menunggu. Terpenting ialah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. 

- Advertisement -

SAMPANG – Puluhan madrasah di bawah naungan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sampang sudah dilakukan visitasi akreditasi pada September 2017. Namun, nilai hasil akreditasi belum diketahui.

Kemenag mengklaim penentuan hasil penilaian merupakan kewenangan Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-SM) Jawa Timur. Kasi Pendma Kemenag Sampang Mawardi mengaku hanya membantu pemprov dalam melakukan verifikasi pendataan sekolah yang akan ikut dan memberikan pembinaan. ”Kami sebatas melakukan pengawasan di daerah dan tidak memiliki kewenangan terkait dengan penentuan penilaian tersebut,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Dia menjelaskan, jumlah lembaga yang melakukan visitasi akreditasi tersebut 48 madrasah. Terdiri dari MI, MTs, dan MA. Kuota tersebut ditentukan pemprov. Mawardi tidak bisa memerinci daftar madrasah itu. ”70 persen sekolah yang ikut akreditasi merupakan MI dan MTs. Jenjang MA sudah banyak yang terakreditasi pada tahun sebelumnya,” katanya.

Baca Juga :  Sisa 8 Hari Lagi, 195 CJH Belum Melunasi Biaya Haji

Lembaga harus memenuhi beberapa persyaratan untuk mengikuti proses akreditasi. Meliputi, kelengkapan administrasi, rencana kegiatan mingguan (RKM), dokumen satu atau kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) serta ketersediaan sarana dan prasarana (sarpras).

”Penilaian mendasar yaitu pada sarpras. Misalkan, ruang kelas, ruang guru, dan ruang kepala sekolahnya sudah ada apa belum. Layak atau tidak untuk ditempati. Termasuk ketersediaan sejumlah fasilitas penunjang yang lain,” ujarnya.

Sementara standar penilaian akreditasi (SPA) terdiri dari 27 item. Beberapa di antaranya, jumlah siswa memenuhi rombongan belajar (rombel) dan guru lulusan sarjana minimal berjumlah 15 orang. Puluhan sekolah tersebut rata-rata sudah memenuhi persyaratan dan SPA. Jadi tinggal menunggu hasil dari penilaian.

Baca Juga :  Bentengi Siswa Ilmu Jurnalistik

”Mayoritas sudah reakreditasi. Meskipun nilai dari akreditasi yang belum turun itu tidak akan berpengaruh ke sekolah. Kecuali bagi lembaga yang baru ikut,” ungkapnya. Kemenag tidak bisa memastikan nilai akreditasi tersebut akan turun. Kendati demikian, sekolah-sekolah itu diminta terus meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi nilai akreditasi pada tahun sebelumnya sudah didapatkan.

”Kami minta kepada pihak pengelola lembaga agar lebih bersabar menunggu. Terpenting ialah, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berjalan dengan baik dan lancar,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/