alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

DBHCHT Pelatihan Tenaga Kerja Rp 1,4 Miliar

SAMPANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang memperoleh dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) Rp 1.432.575.000. Dana itu tahun ini digunakan untuk kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat.

Tahun lalu, diskumnaker mendapat dana DBHCHT lebih besar. Yakni, Rp 1.617.197.000 dengan kegunaan yang sama. Menurut PPTK Bagian Pelatihan dan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Agus Santoso, DBHCHT diberikan kepada 160 orang. Tahun lalu jumlah target sasaran 240 orang.

”Kegiatan itu meliputi pelatihan menjahit, bordir, servis sepeda motor, pelatihan las listrik, servis mobil, dan teknologi,” ucap Agus, Minggu (14/1).

Total kegiatan delapan paket akan dilaksanakan triwulan pertama sampai triwulan ketiga. Dia mengklaim, output yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan kerja, peserta akan memiliki keterampilan. Kemampuan tersebut sebagai bekal agar mudah mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Juknis Zonasi PPDB SMP Belum Final

”Terutama, peserta mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Makanya, pelatihan yang dilengkapi fasilitas ini akan menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilan yang didapatkan,” tandasnya.

Rahmat, 29, warga Kelurahan Karang Dalem, mengaku kesulitan untuk mencari pekerjaan. Kendati sudah berkeluarga, pekerjaan yang dia lakoni belum mampu menunjang kebutuhan sehari-hari. ”Kami berharap kegiatan yang dilakukan diskumnaker tidak bersifat seremonial,” katanya.

- Advertisement -

SAMPANG – Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang memperoleh dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) Rp 1.432.575.000. Dana itu tahun ini digunakan untuk kegiatan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat.

Tahun lalu, diskumnaker mendapat dana DBHCHT lebih besar. Yakni, Rp 1.617.197.000 dengan kegunaan yang sama. Menurut PPTK Bagian Pelatihan dan Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja Agus Santoso, DBHCHT diberikan kepada 160 orang. Tahun lalu jumlah target sasaran 240 orang.

”Kegiatan itu meliputi pelatihan menjahit, bordir, servis sepeda motor, pelatihan las listrik, servis mobil, dan teknologi,” ucap Agus, Minggu (14/1).


Total kegiatan delapan paket akan dilaksanakan triwulan pertama sampai triwulan ketiga. Dia mengklaim, output yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan kerja, peserta akan memiliki keterampilan. Kemampuan tersebut sebagai bekal agar mudah mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga :  Cegah Rokok Ilegal, DPMD Libatkan Seluruh Aparatur Pemerintahan Desa

”Terutama, peserta mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Makanya, pelatihan yang dilengkapi fasilitas ini akan menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilan yang didapatkan,” tandasnya.

Rahmat, 29, warga Kelurahan Karang Dalem, mengaku kesulitan untuk mencari pekerjaan. Kendati sudah berkeluarga, pekerjaan yang dia lakoni belum mampu menunjang kebutuhan sehari-hari. ”Kami berharap kegiatan yang dilakukan diskumnaker tidak bersifat seremonial,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/