alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Operasi Kestib Wajibkan MPU Masuk Terminal

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan Dishub Sampang bersama Polisi Militer (PM) melakukan operasi keselamatan dan ketertiban (kestib) kemarin (13/11).  Tim ini memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor berupa surat izin mengemudi (SIM), buku kir atau buku trayek.  Sasarannya, semua jenis MPU yang keluar masuk terminal.

Dalam operasi kestib kemarin, petugas tidak menemukan bukti pelanggaran. Hanya, semua MPU diharuskan masuk dan menaik-turunkan penumpang di dalam terminal.

Koordinator Terminal Trunojoyo Sampang Riad Abdillah mengatakan, setiap sebulan sekali pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk melaksanakan kegiatan razia. Tujuannya, memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan kelayakan MPU yang beroperasi di Sampang.

”Razia ini dilakukan demi memastikan keamanan dan keselamatan sopir MPU dan penumpang dalam berkendara. Kalau ada kendaraan yang dinilai tidak layak, kami larang beroperasi,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Angkutan di Kota Salak Tak Layak Beroperasi

 Dia mengakui jika sejauh ini pengelolaan terminal belum maksimal. Terutama dalam hal penarikan retribusi MPU. Sebab, hingga saat ini belum ada regulasi untuk menerapkannya.

Riad Abdillah berjanji untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kinerja dalam pengelolaan terminal. Ke depan, Terminal Trunojoyo Sampang bisa lebih maju dan berkembang.

   ”Kami masih masa transisi dalam mengelola terminal. Saat ini kami memulainya dengan perbaikan atau pembangunan infrastruktur ruang tunggu,” terangnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, sejauh ini jumlah MPU yang keluar masuk terminal jauh meningkat jika dibandingkan dengan sebelum dikelola Dishub Provinsi. Hal itu diketahui dari hasil pendataan jumlah volume kendaraan yang selama ini keluar masuk terminal.

Baca Juga :  Desak Tertibkan APK di MPU

”Setiap bulan kami mencatat semua MPU yang keluar masuk terminal, dan jumlahnya lebih dari dua ribu unit. Jika dipersentasekan rata-rata sekitar 30 kendaraan per hari,” tuturnya.  

Dia berharap agar razia tersebut dapat mendorong dan meningkatkan kesadaran sopir MPU untuk lebih menaati peraturan. Salah satunya, dengan tidak menaik-turunkan penumpang di luar terminal atau tidak pada tempatnya. ”Kalau pemerintah dan masyarakat atau sopir MPU bisa sejalan dan kompak, untuk memajukan Terminal Sampang tidaklah sulit,” pungkasnya. 

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur dan Dishub Sampang bersama Polisi Militer (PM) melakukan operasi keselamatan dan ketertiban (kestib) kemarin (13/11).  Tim ini memeriksa kelengkapan surat kendaraan bermotor berupa surat izin mengemudi (SIM), buku kir atau buku trayek.  Sasarannya, semua jenis MPU yang keluar masuk terminal.

Dalam operasi kestib kemarin, petugas tidak menemukan bukti pelanggaran. Hanya, semua MPU diharuskan masuk dan menaik-turunkan penumpang di dalam terminal.

Koordinator Terminal Trunojoyo Sampang Riad Abdillah mengatakan, setiap sebulan sekali pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk melaksanakan kegiatan razia. Tujuannya, memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan kelayakan MPU yang beroperasi di Sampang.


”Razia ini dilakukan demi memastikan keamanan dan keselamatan sopir MPU dan penumpang dalam berkendara. Kalau ada kendaraan yang dinilai tidak layak, kami larang beroperasi,” katanya.

Baca Juga :  Marak MPU Jadi Media Kampanye

 Dia mengakui jika sejauh ini pengelolaan terminal belum maksimal. Terutama dalam hal penarikan retribusi MPU. Sebab, hingga saat ini belum ada regulasi untuk menerapkannya.

Riad Abdillah berjanji untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kinerja dalam pengelolaan terminal. Ke depan, Terminal Trunojoyo Sampang bisa lebih maju dan berkembang.

   ”Kami masih masa transisi dalam mengelola terminal. Saat ini kami memulainya dengan perbaikan atau pembangunan infrastruktur ruang tunggu,” terangnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, sejauh ini jumlah MPU yang keluar masuk terminal jauh meningkat jika dibandingkan dengan sebelum dikelola Dishub Provinsi. Hal itu diketahui dari hasil pendataan jumlah volume kendaraan yang selama ini keluar masuk terminal.

Baca Juga :  Akses Menuju Puskesmas Banyuanyar Belum Memadai

”Setiap bulan kami mencatat semua MPU yang keluar masuk terminal, dan jumlahnya lebih dari dua ribu unit. Jika dipersentasekan rata-rata sekitar 30 kendaraan per hari,” tuturnya.  

Dia berharap agar razia tersebut dapat mendorong dan meningkatkan kesadaran sopir MPU untuk lebih menaati peraturan. Salah satunya, dengan tidak menaik-turunkan penumpang di luar terminal atau tidak pada tempatnya. ”Kalau pemerintah dan masyarakat atau sopir MPU bisa sejalan dan kompak, untuk memajukan Terminal Sampang tidaklah sulit,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/