alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Gara-Gara Nasi Kotak, 34 Warga Diduga Keracunan

SAMPANG – Sebanyak 34 warga Kampung Blaban, Desa/Kecamatan Jrengik, Sampang, keracunan masal setelah menyantap nasi kotak. Mereka dilarikan ke puskesmas setelah muntah dan diare. Bahkan korban dari kalangan anak-anak sesekali hilang ingatan.

Sebelumnya mereka menghadiri undangan tokoh masyarakat di Kampung Blaban. Acara tersebut memperingati 40 hari lahir pada Selasa malam (9/10). Para undangan disuguhi nasi kotak dari mika.

Keesokan harinya (10/10) mereka mulai mengeluhkan masalah kesehatan mereka. Gufron, 30, adalah warga yang kali pertama yang datang ke Puskesmas Jrengik. Dia merupakan keluarga dari tuan rumah. Gufron masuk puskesmas pukul 10.00. 

Sebagian warga dibawa ke bidan desa. Hanya sekadar periksa. Pada sore beberapa warga menyusul. Dua hingga lima orang sekaligus dirujuk ke puskesmas. Terakhir korban dirujuk pada Kamis (11/10) pukul 02.00.

Mereka langsung mendapat perawatan intensif dari pihak puskesmas. Hingga Sabtu (13/10) masih ada korban menjalani perawatan. Korban tidak hanya dirawat di ruang tempat rawat inap, melainkan di ruang aula.

Puluhan warga yang diduga keracunan itu adalah Sahrul, 13; Subaidi, 27; Alfia,7; Maisaroh, 30; Fausi, 24; Ardi, 11; Firmansyah, 11; Sirah, 50; dan Rohman, 6. Kemudian, Slamah, 12; Abd. Halim, 15; Ilham, 9; Sahrowi, 27; Gufron, 30; Fatim, 14; Andika, 5; Hafid, 9; dan Marjannah, 20.

Selain itu, Muadah, 30; Rusna, 20; Riadi, 13; Sami, 70; Matsuri, 50; Miski, 55; Maryam, 15; Wasilah, 45; Holiyah, 25; dan Husnul Hotimah, 12. Lalu, Misna, 35; Martawi, 55; Subaidah, 28; Iin Khoidah, 28; Hasan, 22; dan Riyadi, 12.

Baca Juga :  Ada Pelanggaran, Bawaslu Sampang Terbitkan Rekomendasi PSU di Tiga TPS

Anisa, 30, ketika menemani putranya, Firmansyah menuturkan, tokoh masyarakat tersebut juga guru mengaji. Sehingga santrinya mengikuti acara tersebut. Juga diberi nasi kotak dari mika. ”Putra saya awalnya diperiksa ke Bidan Narti. Katanya mag. Hanya dikasih sirup,” katanya saat ditemui di ruang inap Puskesmas Jrengik kemarin.

Perempuan cantik itu menambahkan, keadaan putranya hingga saat ini belum stabil. Sejak Rabu (10/10) muntah-muntah, diare, dan demam. Panas tubuhnya sangat tinggi. ”Kalau bicara ngelantur. Sampai hilang ingatan dan sempat pingsan,” tuturnya.

Melihat kondisi putranya seperti itu, ibu dua anak itu khawatir. Dia bertanya-tanya obat apa yang membuat putranya bisa membaik. Sebab, dari puskesmas hanya diberi obat satu macam dan cairan yang disuntikkan ke slang infus.

”Sampai sekarang muntah-muntah, diare, dan panasnya terkadang tinggi. Yang dimuntahkan itu cairan berwarna kehitaman,” akunya. ”Saya pakaikan popok juga,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Tina. Perempuan 60 tahun itu menuturkan kondisi cucunya, Ilham. Cucunya pulang dari puskesmas Jumat (12/10) sekitar pukul 10.00. Kondisinya saat ini tetap diare dan terkadang muntah. Tubuhnya sesekali panas.

”Cucu saya itu kadang diam tidak banyak bicara. Seperti orang lupa ingatan. Saya takut syarafnya kena,” ujarnya.

Dia berharap, warga yang diduga keracunan bisa sehat kembali. Dokter juga menangani semaksimal mungkin. Pihaknya ingin tahu penyebab cucu dan puluhan warga yang lain muntah-muntah. ”Semoga saja seluruh korban terus pulih,” harapnya.

Baca Juga :  Laka Lantas┬áLibatkan Tiga Kendaraan

Kepala Puskesmas Jrengik Budi membenarkan, pihaknya menerima puluhan pasien diduga keracunan. Pihaknya ikut serta menangani pasien. Yang perlu rawat inap 34 orang. Kamis pagi (11/10) pihaknya mengunjungi rumah korban dan lokasi kejadian. Sebab, pihaknya ada kegiatan puskesmas keliling (pusling) dan pelayanan dasar.

”Kami screening, yang keluhannya ringan langsung diobati. Sekalian ambil sampel,” katanya.

Budi menambahkan, banyak pasien pulang setelah menjalani perawatan di puskesmas karena membaik. Pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail akibat banyaknya warga sakit secara bersamaan. ”Katanya dari makanan. Tapi, kami tidak tahu makanan yang mana,” ujarnya.

Humas Dinkes Sampang Yuliono mengatakan, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, pihaknya sudah memerintahkan pihak Puskesmas Jrengik mengambil sampel untuk uji laboratorium ke Surabaya. ”Sudah mengunjungi TKP. Sudah memberikan pemahaman dan sebagainya,” ujarnya.

Yuliono mengimbau masyarakat memastikan mengonsumsi makananan yang benar-benar aman. Supaya kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari. ”Kami terus berupaya supaya pelayanan kepada pasien maksimal,” tutupnya.

Pasien yang masih dirawat hingga kemarin berjumlah tujuh orang. Di antaranya  Firmansyah, Hafid, Miski, Husnul Hotimah, Misna, Hasan, dan Riyadi. Misna dan Hasan diperbolehkan pulang sekitar pukul 11.00.

SAMPANG – Sebanyak 34 warga Kampung Blaban, Desa/Kecamatan Jrengik, Sampang, keracunan masal setelah menyantap nasi kotak. Mereka dilarikan ke puskesmas setelah muntah dan diare. Bahkan korban dari kalangan anak-anak sesekali hilang ingatan.

Sebelumnya mereka menghadiri undangan tokoh masyarakat di Kampung Blaban. Acara tersebut memperingati 40 hari lahir pada Selasa malam (9/10). Para undangan disuguhi nasi kotak dari mika.

Keesokan harinya (10/10) mereka mulai mengeluhkan masalah kesehatan mereka. Gufron, 30, adalah warga yang kali pertama yang datang ke Puskesmas Jrengik. Dia merupakan keluarga dari tuan rumah. Gufron masuk puskesmas pukul 10.00. 


Sebagian warga dibawa ke bidan desa. Hanya sekadar periksa. Pada sore beberapa warga menyusul. Dua hingga lima orang sekaligus dirujuk ke puskesmas. Terakhir korban dirujuk pada Kamis (11/10) pukul 02.00.

Mereka langsung mendapat perawatan intensif dari pihak puskesmas. Hingga Sabtu (13/10) masih ada korban menjalani perawatan. Korban tidak hanya dirawat di ruang tempat rawat inap, melainkan di ruang aula.

Puluhan warga yang diduga keracunan itu adalah Sahrul, 13; Subaidi, 27; Alfia,7; Maisaroh, 30; Fausi, 24; Ardi, 11; Firmansyah, 11; Sirah, 50; dan Rohman, 6. Kemudian, Slamah, 12; Abd. Halim, 15; Ilham, 9; Sahrowi, 27; Gufron, 30; Fatim, 14; Andika, 5; Hafid, 9; dan Marjannah, 20.

Selain itu, Muadah, 30; Rusna, 20; Riadi, 13; Sami, 70; Matsuri, 50; Miski, 55; Maryam, 15; Wasilah, 45; Holiyah, 25; dan Husnul Hotimah, 12. Lalu, Misna, 35; Martawi, 55; Subaidah, 28; Iin Khoidah, 28; Hasan, 22; dan Riyadi, 12.

Baca Juga :  Pemdes Bira Timur Fokus Agrowisata Edukasi Pertanian

Anisa, 30, ketika menemani putranya, Firmansyah menuturkan, tokoh masyarakat tersebut juga guru mengaji. Sehingga santrinya mengikuti acara tersebut. Juga diberi nasi kotak dari mika. ”Putra saya awalnya diperiksa ke Bidan Narti. Katanya mag. Hanya dikasih sirup,” katanya saat ditemui di ruang inap Puskesmas Jrengik kemarin.

Perempuan cantik itu menambahkan, keadaan putranya hingga saat ini belum stabil. Sejak Rabu (10/10) muntah-muntah, diare, dan demam. Panas tubuhnya sangat tinggi. ”Kalau bicara ngelantur. Sampai hilang ingatan dan sempat pingsan,” tuturnya.

Melihat kondisi putranya seperti itu, ibu dua anak itu khawatir. Dia bertanya-tanya obat apa yang membuat putranya bisa membaik. Sebab, dari puskesmas hanya diberi obat satu macam dan cairan yang disuntikkan ke slang infus.

”Sampai sekarang muntah-muntah, diare, dan panasnya terkadang tinggi. Yang dimuntahkan itu cairan berwarna kehitaman,” akunya. ”Saya pakaikan popok juga,” imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Tina. Perempuan 60 tahun itu menuturkan kondisi cucunya, Ilham. Cucunya pulang dari puskesmas Jumat (12/10) sekitar pukul 10.00. Kondisinya saat ini tetap diare dan terkadang muntah. Tubuhnya sesekali panas.

”Cucu saya itu kadang diam tidak banyak bicara. Seperti orang lupa ingatan. Saya takut syarafnya kena,” ujarnya.

Dia berharap, warga yang diduga keracunan bisa sehat kembali. Dokter juga menangani semaksimal mungkin. Pihaknya ingin tahu penyebab cucu dan puluhan warga yang lain muntah-muntah. ”Semoga saja seluruh korban terus pulih,” harapnya.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Sampang Sosialisasikan Sistem Bioflok

Kepala Puskesmas Jrengik Budi membenarkan, pihaknya menerima puluhan pasien diduga keracunan. Pihaknya ikut serta menangani pasien. Yang perlu rawat inap 34 orang. Kamis pagi (11/10) pihaknya mengunjungi rumah korban dan lokasi kejadian. Sebab, pihaknya ada kegiatan puskesmas keliling (pusling) dan pelayanan dasar.

”Kami screening, yang keluhannya ringan langsung diobati. Sekalian ambil sampel,” katanya.

Budi menambahkan, banyak pasien pulang setelah menjalani perawatan di puskesmas karena membaik. Pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara detail akibat banyaknya warga sakit secara bersamaan. ”Katanya dari makanan. Tapi, kami tidak tahu makanan yang mana,” ujarnya.

Humas Dinkes Sampang Yuliono mengatakan, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, pihaknya sudah memerintahkan pihak Puskesmas Jrengik mengambil sampel untuk uji laboratorium ke Surabaya. ”Sudah mengunjungi TKP. Sudah memberikan pemahaman dan sebagainya,” ujarnya.

Yuliono mengimbau masyarakat memastikan mengonsumsi makananan yang benar-benar aman. Supaya kejadian serupa tidak lagi terjadi di kemudian hari. ”Kami terus berupaya supaya pelayanan kepada pasien maksimal,” tutupnya.

Pasien yang masih dirawat hingga kemarin berjumlah tujuh orang. Di antaranya  Firmansyah, Hafid, Miski, Husnul Hotimah, Misna, Hasan, dan Riyadi. Misna dan Hasan diperbolehkan pulang sekitar pukul 11.00.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/