alexametrics
20.8 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Oktaviana Ramadani Dinobatkan sebagai Juara Puteri Remaja Madura 2021

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sepuluh top finalis Puteri Madura 2021 menerima penghargaan. Mereka dibagi dua kategori. Yakni, putri cilik dan remaja. Oktaviana Ramadani dinobatkan sebagai pemenang Puteri Remaja Madura 2021.

Remaja berusia 15 tahun itu bukan kali pertama mengikuti event fashion. Tahun lalu dia ikut meramaikan pemilihan Puteri Remaja Sampang. Penyelenggara event tersebut sama seperti pemilihan Puteri Madura 2021, yakni Putera Puteri Batik Sampang (PPBS). ”Kalau sebelumnya tingkat kabupaten saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (13/3).

Meski tidak masuk nomine, Oktavia bisa mengambil banyak pelajaran dari event pertama yang diikutinya. Perempuan yang lahir pada 6 Oktober 2006 itu bisa tampil lebih percaya diri di pemilihan Puteri Madura 2021. Puncaknya, dia terpilih sebagai Puteri Remaja Madura 2021.

Baca Juga :  Nurul Hakiki, Remaja 16 Tahun Hanya Bisa Terbaring sejak Lahir

”Pengalaman dari event sebelumnya saya perbaiki. Alhamdulillah, sekarang bisa juara,” ungkapnya.

Dalam event fashion show penampilan masuk dalam penilaian. Saat masuk 20 finalis puteri remaja, dia mengenakan mini dress yang didesain oleh RHI Collection. Ketika masuk 5 besar menggunakan gaun dari Eko Rudianto. Pakaian tersebut sudah ditentukan oleh panitia.

Sebagai seorang anak, prestasi yang diraihnya dipersembahkan untuk membahagiakan kedua orang tua. Selain itu, Oktavia memiliki semangat tinggi untuk menambah wawasan sebagai persiapan masa depan. Sebab, dia bercita-cita ingin menjadi polisi wanita (polwan).

”Motivasi saya hanya ingin membahagiakan orang tua,” tutur putri pasangan suami istri  Adi Bahri dan Dian Anggraini itu.

Saat ini remaja asal Jalan Durian, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, itu memikul tanggung jawab untuk menginspirasi remaja Madura. Dia menyadari, kedisiplinan remaja masih minim. Oktavia mencontohkan kepatuhan remaja terhadap lalu lintas dinilai kurang.

Baca Juga :  Pantura Zona Merah, DPMD Sampang Imbau Warga Tak Mudah Terprovokasi

Dia sering melihat remaja tidak mengenakan helm dan melanggar lalu lintas. ”Saya ingin mengedukasi dan mengajak teman-teman agar disiplin. Ini juga salah satu alasan saya bercita-cita sebagai polwan,” tandas siswa kelas XIII SMPN 1 Sampang itu. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sepuluh top finalis Puteri Madura 2021 menerima penghargaan. Mereka dibagi dua kategori. Yakni, putri cilik dan remaja. Oktaviana Ramadani dinobatkan sebagai pemenang Puteri Remaja Madura 2021.

Remaja berusia 15 tahun itu bukan kali pertama mengikuti event fashion. Tahun lalu dia ikut meramaikan pemilihan Puteri Remaja Sampang. Penyelenggara event tersebut sama seperti pemilihan Puteri Madura 2021, yakni Putera Puteri Batik Sampang (PPBS). ”Kalau sebelumnya tingkat kabupaten saja,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kemarin (13/3).

Meski tidak masuk nomine, Oktavia bisa mengambil banyak pelajaran dari event pertama yang diikutinya. Perempuan yang lahir pada 6 Oktober 2006 itu bisa tampil lebih percaya diri di pemilihan Puteri Madura 2021. Puncaknya, dia terpilih sebagai Puteri Remaja Madura 2021.

Baca Juga :  Pj Bupati Bantu Keluarga Khoirun Nisa

”Pengalaman dari event sebelumnya saya perbaiki. Alhamdulillah, sekarang bisa juara,” ungkapnya.

Dalam event fashion show penampilan masuk dalam penilaian. Saat masuk 20 finalis puteri remaja, dia mengenakan mini dress yang didesain oleh RHI Collection. Ketika masuk 5 besar menggunakan gaun dari Eko Rudianto. Pakaian tersebut sudah ditentukan oleh panitia.

Sebagai seorang anak, prestasi yang diraihnya dipersembahkan untuk membahagiakan kedua orang tua. Selain itu, Oktavia memiliki semangat tinggi untuk menambah wawasan sebagai persiapan masa depan. Sebab, dia bercita-cita ingin menjadi polisi wanita (polwan).

”Motivasi saya hanya ingin membahagiakan orang tua,” tutur putri pasangan suami istri  Adi Bahri dan Dian Anggraini itu.

Saat ini remaja asal Jalan Durian, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, itu memikul tanggung jawab untuk menginspirasi remaja Madura. Dia menyadari, kedisiplinan remaja masih minim. Oktavia mencontohkan kepatuhan remaja terhadap lalu lintas dinilai kurang.

Baca Juga :  Terbakar, TKI Asal Sampang Gosong

Dia sering melihat remaja tidak mengenakan helm dan melanggar lalu lintas. ”Saya ingin mengedukasi dan mengajak teman-teman agar disiplin. Ini juga salah satu alasan saya bercita-cita sebagai polwan,” tandas siswa kelas XIII SMPN 1 Sampang itu. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/