alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Ulama dan Santri Dorong Penuntasan Kasus Nagasareh

SAMPANG – Puluhan ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus) beserta ratusan santri mendatangi kantor DPRD, Selasa (13/2). Jumat (9/2) sebanyak 25 ulama perwakilan dari empat kabupaten tak ditemui anggota legislatif. Mereka meminta dewan menuntaskan kasus dugaan pembunuhan kiai di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates.

Ratusan santri serta masyarakat memakai baju dan peci putih. Mereka berkumpul di depan kantor DPRD. Para kiai dan ulama diantar aparat kepolisian untuk masuk kantor DPRD. Sementara itu, ratusan santri tetap berada di luar. Mereka beristighotsah hingga audiensi selesai.

Ketua Majsus KH Yahya Hamiduddinmengungkapkan, kedatangannya ke kantor DPRDingin meminta dukungan legislator agar mempercepat pengungkapan kasus Nagasareh. Ulama yang tergabung dalam Majsus tidak ingin kasus tersebut berlarut-larut.

Baca Juga :  Dun-adun, Makanan Legendaris yang Laris Manis

”Wakil rakyat harus ikut mengawal kasus Nagasareh dan mendorong supaya pelaku dihukum sebarat-beratnya serta semua yang terlibat termasuk otaknya, penyandang dananya ditangkap,” pintanya.

Pihaknya mengaku kecewa terhadap pejabat eksekutif karena terkesan tak memerhatikan kasus tersebut. Padahal, masyarakat butuh kejelasan. ”Mana para pejabat pemerintah? Pembunuhan terhadap kiai yang diisukan memiliki santet ini teguran dan peringatan keras. Mestinya turun ke lapangan ikut andil dan menjelaskan kepada masyarakat,” paparnya.

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah menegaskan, pihaknya melakukan pengawasan, pengawalan, dan mendorong aparat penegak hukum bekerja sesuai aturan. Dia mengakui kasus pembunuhan di Sampang banyak belum terungkap. ”Saya minta maaf karena pada Jumat lalu sedang kunjungan kerja ke luar kota,” katanya.

Baca Juga :  Tak Disangka, Suara Jokowi Unggul di Tempat Wabup Sampang Nyoblos

Pihaknya mengaku intens mengikuti perkembangan kasus Nagasareh. Karena itu, pihaknya menepis isu bahwa ada wakil rakyat yang meminta pada instansi supaya pembunuh kiai Idris tidak diungkap. ”Kami selaras dengan para ulama untuk mendorong dan mendesak supaya kasus pembunuhan, terutama yang terjadi di Nagasareh, diungkap tuntas,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto menegaskan, satu terduga pelaku sudah ditangkap. Pihaknya akan mengembangkan keterangan penyidikan guna mengungkap dan menangkap pelaku lain. ”Pelaku lain sedang dalam pengejaran,” terangnya tanpa menyebut identitas pelaku. 

SAMPANG – Puluhan ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturahmi Ulama Sampang (Majsus) beserta ratusan santri mendatangi kantor DPRD, Selasa (13/2). Jumat (9/2) sebanyak 25 ulama perwakilan dari empat kabupaten tak ditemui anggota legislatif. Mereka meminta dewan menuntaskan kasus dugaan pembunuhan kiai di Desa Nagasareh, Kecamatan Banyuates.

Ratusan santri serta masyarakat memakai baju dan peci putih. Mereka berkumpul di depan kantor DPRD. Para kiai dan ulama diantar aparat kepolisian untuk masuk kantor DPRD. Sementara itu, ratusan santri tetap berada di luar. Mereka beristighotsah hingga audiensi selesai.

Ketua Majsus KH Yahya Hamiduddinmengungkapkan, kedatangannya ke kantor DPRDingin meminta dukungan legislator agar mempercepat pengungkapan kasus Nagasareh. Ulama yang tergabung dalam Majsus tidak ingin kasus tersebut berlarut-larut.

Baca Juga :  Dun-adun, Makanan Legendaris yang Laris Manis

”Wakil rakyat harus ikut mengawal kasus Nagasareh dan mendorong supaya pelaku dihukum sebarat-beratnya serta semua yang terlibat termasuk otaknya, penyandang dananya ditangkap,” pintanya.

Pihaknya mengaku kecewa terhadap pejabat eksekutif karena terkesan tak memerhatikan kasus tersebut. Padahal, masyarakat butuh kejelasan. ”Mana para pejabat pemerintah? Pembunuhan terhadap kiai yang diisukan memiliki santet ini teguran dan peringatan keras. Mestinya turun ke lapangan ikut andil dan menjelaskan kepada masyarakat,” paparnya.

Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah menegaskan, pihaknya melakukan pengawasan, pengawalan, dan mendorong aparat penegak hukum bekerja sesuai aturan. Dia mengakui kasus pembunuhan di Sampang banyak belum terungkap. ”Saya minta maaf karena pada Jumat lalu sedang kunjungan kerja ke luar kota,” katanya.

Baca Juga :  Guru Budi Cahyanto Bisa Jadi Sahabat Siswa

Pihaknya mengaku intens mengikuti perkembangan kasus Nagasareh. Karena itu, pihaknya menepis isu bahwa ada wakil rakyat yang meminta pada instansi supaya pembunuh kiai Idris tidak diungkap. ”Kami selaras dengan para ulama untuk mendorong dan mendesak supaya kasus pembunuhan, terutama yang terjadi di Nagasareh, diungkap tuntas,” tegasnya.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Heri Kusnanto menegaskan, satu terduga pelaku sudah ditangkap. Pihaknya akan mengembangkan keterangan penyidikan guna mengungkap dan menangkap pelaku lain. ”Pelaku lain sedang dalam pengejaran,” terangnya tanpa menyebut identitas pelaku. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/