alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Tak Bisa Nyoblos di TPS Asal, Jangan Cemas. Ini yang Harus Dilakukan

SAMPANG – Bagi masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS tempat asal, dapat mengurus DPTb. Proses registrasi DPTb sudah dimulai sejak 16 Desember 2018 sampai 10 Maret mendatang.

Addy Imansyah selaku Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sampang menganjurkan agar masyarakat lekas mengurus DPTb. “Mohon segera diurus, paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara,” ingatnya.

Dijelaskan, ada beberapa alasan seseorang mengurus  DPTb. Misalnya menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pencoblosan. Juga karena menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas.

Seseorang bisa mengurus DPTb, kata Addy Imansyah, juga karena menjadi pendamping orang sakit, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi, dan menjalani rehabilitasi narkoba.

Baca Juga :  Korban Penembakan di Sampang Menghembuskan Nafas Terakhir

“Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan juga bisa mengurus DPTb. Lalu sedang tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi, pindah domisili, dan tertimpa bencana alam,” ungkapnya.

Agar bisa mengurus DPTb, seseorang mendatangi PPS asal dengan menunjukkan bukti terdaftar dalam DPT beserta KTP-el. Kedua, mendatangi KPU dengan menyertakan bukti sudah terdaftar di TPS asal.

“Cara ketiga, langsung mengurus ke KPU tujuan,” imbuhnya. (Moh. Iqbal)

SAMPANG – Bagi masyarakat yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya di TPS tempat asal, dapat mengurus DPTb. Proses registrasi DPTb sudah dimulai sejak 16 Desember 2018 sampai 10 Maret mendatang.

Addy Imansyah selaku Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Sampang menganjurkan agar masyarakat lekas mengurus DPTb. “Mohon segera diurus, paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara,” ingatnya.

Dijelaskan, ada beberapa alasan seseorang mengurus  DPTb. Misalnya menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pencoblosan. Juga karena menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas.


Seseorang bisa mengurus DPTb, kata Addy Imansyah, juga karena menjadi pendamping orang sakit, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi, dan menjalani rehabilitasi narkoba.

Baca Juga :  Ingatkan ASN Netral

“Menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan juga bisa mengurus DPTb. Lalu sedang tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi, pindah domisili, dan tertimpa bencana alam,” ungkapnya.

Agar bisa mengurus DPTb, seseorang mendatangi PPS asal dengan menunjukkan bukti terdaftar dalam DPT beserta KTP-el. Kedua, mendatangi KPU dengan menyertakan bukti sudah terdaftar di TPS asal.

“Cara ketiga, langsung mengurus ke KPU tujuan,” imbuhnya. (Moh. Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/