alexametrics
20.1 C
Madura
Sunday, August 7, 2022

Kartu Tani Belum Bisa Digunakan

SAMPANG – Dinas Pertanian (Disperta) Sampang telah menyalurkan ribuan kartu tani kepada masyarakat. Akan tetapi hingga saat ini manfaat kartu itu terbatas. Petani belum bisa menggunakan kartu tersebut untuk menebus pupuk bersubsidi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono mengatakan, realisasi kartu tani dilakukan pada 2017. Petani yang menerima kartu tersebut berjumlah 159.215 orang. Tersebar di semua wilayah pertanian di Sampang.

Dia menjelaskan, manfaat kartu tani ada tiga. Yakni, membantu petani dalam menebus pupuk bersubsidi, mempermudah petani mengajukan pinjaman modal usaha ke bank, dan mempermudah pemerintah mengawasi pendistribusian pupuk subsidi, pertumbuhan tanaman, serta hasil produksi pertanian di daerah.

”Dengan kartu itu, petani bisa lebih mudah dan cepat saat menebus pupuk serta mengajukan pinjaman modal ke bank,” katanya kemarin (13/1). Dia tidak menampik sejauh ini petani belum bisa menggunakan kartu itu untuk menebus pupuk subsidi.

Baca Juga :  Pengungsi Wamena Tiba di Sampang, Bupati Gagalkan Lawatan Ke Jepang

Suyono beralasan masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait aktivasi atau penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi. ”Kartu tani merupakan program pemerintah pusat. Kami hanya sebagai fasilitator. Semoga pemerintah pusat segera mengaktifkan kartu tani untuk penebusan pupuk,” terangnya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton mengatakan, kartu tani bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, dia mendesak agar disperta berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pemanfaatan kartu tersebut untuk menebus pupuk.

”Pemkab harus aktif jemput bola. Jangan hanya menunggu. Tujuan kartu tani agar penyaluran pupuk subsidi kepada petani aman dan tepat sasaran,” katanya.

Politikus Gerindra itu meminta pemerintah mengkaji ulang syarat untuk bisa mendapatkan kartu tani. Dia menilai syarat yang ditentukan untuk penerima kartu tersebut menyusahkan petani.

Baca Juga :  Kasus RKB SMPN 2 Ketapang Mulai Disidang

”Untuk mendapat kartu itu warga harus mencantumkan profesi sebagai petani di kartu tanda penduduk (KTP). Padahal belum tentu samua petani melakukan hal itu,” tandas Sulton.

SAMPANG – Dinas Pertanian (Disperta) Sampang telah menyalurkan ribuan kartu tani kepada masyarakat. Akan tetapi hingga saat ini manfaat kartu itu terbatas. Petani belum bisa menggunakan kartu tersebut untuk menebus pupuk bersubsidi.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono mengatakan, realisasi kartu tani dilakukan pada 2017. Petani yang menerima kartu tersebut berjumlah 159.215 orang. Tersebar di semua wilayah pertanian di Sampang.

Dia menjelaskan, manfaat kartu tani ada tiga. Yakni, membantu petani dalam menebus pupuk bersubsidi, mempermudah petani mengajukan pinjaman modal usaha ke bank, dan mempermudah pemerintah mengawasi pendistribusian pupuk subsidi, pertumbuhan tanaman, serta hasil produksi pertanian di daerah.


”Dengan kartu itu, petani bisa lebih mudah dan cepat saat menebus pupuk serta mengajukan pinjaman modal ke bank,” katanya kemarin (13/1). Dia tidak menampik sejauh ini petani belum bisa menggunakan kartu itu untuk menebus pupuk subsidi.

Baca Juga :  Minta Serius Awasi Realisasi ADD dan DD

Suyono beralasan masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait aktivasi atau penggunaan kartu tani untuk menebus pupuk bersubsidi. ”Kartu tani merupakan program pemerintah pusat. Kami hanya sebagai fasilitator. Semoga pemerintah pusat segera mengaktifkan kartu tani untuk penebusan pupuk,” terangnya.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Sohebus Sulton mengatakan, kartu tani bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, dia mendesak agar disperta berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pemanfaatan kartu tersebut untuk menebus pupuk.

”Pemkab harus aktif jemput bola. Jangan hanya menunggu. Tujuan kartu tani agar penyaluran pupuk subsidi kepada petani aman dan tepat sasaran,” katanya.

Politikus Gerindra itu meminta pemerintah mengkaji ulang syarat untuk bisa mendapatkan kartu tani. Dia menilai syarat yang ditentukan untuk penerima kartu tersebut menyusahkan petani.

Baca Juga :  Disperta Raih Dua Prestasi Sekaligus

”Untuk mendapat kartu itu warga harus mencantumkan profesi sebagai petani di kartu tanda penduduk (KTP). Padahal belum tentu samua petani melakukan hal itu,” tandas Sulton.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/