alexametrics
21 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

E-Retribusi Solusi Cegah PAD Bocor

SAMPANG – Upaya mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) terus dilakukan Pemkab Sampang. Terutama PAD dari sektor pengelolaan pasar. Pemkab akan menerapkan pembayaran retribusi dan pajak secara elektronik (e-retribusi).

Untuk sementara, e-retribusi akan diterapkan di tiga pasar. Yakni, Pasar Rongtengah, Srimangunan, dan Margalela. ”Saya yakin tidak akan ada lagi PAD bocor jika pakai sistem e-retribusi. Sebab, diatur satu nama untuk satu akses pembayaran ke bank,” kata Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto.

E-retribusi akan diterapkan di wilayah perkotaan terlebih dahulu.  Dalam waktu dekat pemkab akan berkunjung ke Banyuwangi untuk mengetahui secara detail konsep pelaksanaan e-pajak dan e-retribusi di sana.

”Bank yang akan kami ajak kerja sama sudah siap. Kami akan dalami konsepnya. Dalam hitungan bulan ke depan e-retribusi sudah harus diterapkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Blangko e-KTP Kosong, Disdukcapil Cetak 6.385 Virtual Certificate

E-retribusi diharapkan menutup celah terjadinya jual beli kios dan los di pasar. Dengan begitu, kebocoran PAD dari sektor retribusi dan pajak pasar bisa diminimalkan. ”Kalau sudah pakai e-retribusi, target PAD Rp 4,5 miliar tiap tahun bisa lebih gampang dicapai. Ini untuk pasar saja,” tegas Pj bupati.

Selain akan menerapkan e-retribusi, pemkab juga bakal melakukan efisiensi pengeluaran biaya. Salah satunya dengan memakai kilometer listrik sistem token di pasar. Selama ini untuk pembayaran listrik, pemkab langsung menganggarkan Rp 50 juta per bulan.

Setelah pakai sistem token, pengeluaran listrik bisa turun menjadi Rp 25 juta per bulan. ”Lumayan sudah ada efisiensi anggaran tiap bulan. Kalau setahun sudah berapa,” ujar Jonathan.

Baca Juga :  PAD Dinkes Kurang Rp 455 Juta

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, inovasi berupa e-retribusi merupakan jawaban atas kegelisahan masyarakat. Upaya memperbaiki sistem pengelolaan pasar di Sampang terus dilakukan. ”Kami akan terus berbenah dan berinovasi, sehingga pengelolaan pasar semakin baik,” katanya.

SAMPANG – Upaya mencegah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) terus dilakukan Pemkab Sampang. Terutama PAD dari sektor pengelolaan pasar. Pemkab akan menerapkan pembayaran retribusi dan pajak secara elektronik (e-retribusi).

Untuk sementara, e-retribusi akan diterapkan di tiga pasar. Yakni, Pasar Rongtengah, Srimangunan, dan Margalela. ”Saya yakin tidak akan ada lagi PAD bocor jika pakai sistem e-retribusi. Sebab, diatur satu nama untuk satu akses pembayaran ke bank,” kata Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto.

E-retribusi akan diterapkan di wilayah perkotaan terlebih dahulu.  Dalam waktu dekat pemkab akan berkunjung ke Banyuwangi untuk mengetahui secara detail konsep pelaksanaan e-pajak dan e-retribusi di sana.


”Bank yang akan kami ajak kerja sama sudah siap. Kami akan dalami konsepnya. Dalam hitungan bulan ke depan e-retribusi sudah harus diterapkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Miris, Lahan Produktif Tersisa 99.743 Hektare

E-retribusi diharapkan menutup celah terjadinya jual beli kios dan los di pasar. Dengan begitu, kebocoran PAD dari sektor retribusi dan pajak pasar bisa diminimalkan. ”Kalau sudah pakai e-retribusi, target PAD Rp 4,5 miliar tiap tahun bisa lebih gampang dicapai. Ini untuk pasar saja,” tegas Pj bupati.

Selain akan menerapkan e-retribusi, pemkab juga bakal melakukan efisiensi pengeluaran biaya. Salah satunya dengan memakai kilometer listrik sistem token di pasar. Selama ini untuk pembayaran listrik, pemkab langsung menganggarkan Rp 50 juta per bulan.

Setelah pakai sistem token, pengeluaran listrik bisa turun menjadi Rp 25 juta per bulan. ”Lumayan sudah ada efisiensi anggaran tiap bulan. Kalau setahun sudah berapa,” ujar Jonathan.

Baca Juga :  Pertanyakan Perkembangan Kasus DD

Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono menyampaikan, inovasi berupa e-retribusi merupakan jawaban atas kegelisahan masyarakat. Upaya memperbaiki sistem pengelolaan pasar di Sampang terus dilakukan. ”Kami akan terus berbenah dan berinovasi, sehingga pengelolaan pasar semakin baik,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/