alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Warga Bingung Manfaatkan Rambu Penyeberangan

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang memasang rambu pelican crossing atau rambu penyeberangan di Jalan Trunojoyo, tepatnya di depan Pasar Rongtengah tahun lalu. Program itu menelan anggaran Rp 160 juta.

Faris Ardiansyah, warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, mengungkapkan, sejak rambu penyeberangan dipasang, tidak banyak warga atau pejalan kaki yang memanfaatkannya untuk menyeberang jalan. Sebab, mayoritas warga tidak paham bagaimana cara menggunakan rambu tersebut.

”Di lokasi tidak ada papan informasi cara penggunaan rambu. Padahal, seharusnya itu ada. Sosialisasi dari dinas terkait juga tidak pernah dilakukan,” ujarnya.

Pria 38 itu berharap agar dishub bisa maksimal mengelola rambu tersebut. Misalnya, dengan  memasang papan informasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan rambu itu. Terutama, kepada para pedagang atau pengunjung Pasar Rongtengah.

Baca Juga :  Pemasangan CCTV Bisa Tekan Kejahatan

”Rambu pelican crossing di depan Pasar Srimangunan juga jarang digunakan. Jadi, kalau bisa ada petugas yang berjaga di lokasi untuk membantu warga yang hendak menyeberang jalan,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni memaparkan, pemasangan fasilitas tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuannya, memberikan isyarat kepada semua pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara bermotor.

”Alat itu diharapkan bisa lebih meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan. Kami bekerja sama dengan Satlantas Polres Sampang dalam melakukan pengawasan,” terangnya kemarin (12/2).

Rambu tersebut dipasang di sejumlah tempat keramaian untuk kelancaran lalu lintas. Misalnya, di depan pasar dan tempat wisata. Pada 2016 dan 2017 instansinya telah memasang rambu penyeberangan di Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Diponegoro, Kota Sampang. ”Setiap lokasi penyeberangan dipasangi rambu itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelabuhan Taddan Tunggu Izin Operasi

Syahroni mengklaim, sudah memasang papan informasi tentang penggunaan rambu tersebut. Di alat tersebut ada tombol merah yang jika ditekan otomatis sirene dan lampu merah akan menyala selama 20 detik.

Semua pengendara yang melintas di lokasi harus berhenti dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang jalan.  Syahroni berharap, agar warga bisa memanfaatkan rambu itu dengan membaca informasi di papan. ”Cara menggunakannya sangat mudah. Tinggal tekan tombolnya, lalu nyeberang,” tukasnya.

SAMPANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang memasang rambu pelican crossing atau rambu penyeberangan di Jalan Trunojoyo, tepatnya di depan Pasar Rongtengah tahun lalu. Program itu menelan anggaran Rp 160 juta.

Faris Ardiansyah, warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rongtengah, mengungkapkan, sejak rambu penyeberangan dipasang, tidak banyak warga atau pejalan kaki yang memanfaatkannya untuk menyeberang jalan. Sebab, mayoritas warga tidak paham bagaimana cara menggunakan rambu tersebut.

”Di lokasi tidak ada papan informasi cara penggunaan rambu. Padahal, seharusnya itu ada. Sosialisasi dari dinas terkait juga tidak pernah dilakukan,” ujarnya.


Pria 38 itu berharap agar dishub bisa maksimal mengelola rambu tersebut. Misalnya, dengan  memasang papan informasi dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penggunaan rambu itu. Terutama, kepada para pedagang atau pengunjung Pasar Rongtengah.

Baca Juga :  Plt Kepala Bappelitbangda Positif

”Rambu pelican crossing di depan Pasar Srimangunan juga jarang digunakan. Jadi, kalau bisa ada petugas yang berjaga di lokasi untuk membantu warga yang hendak menyeberang jalan,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Teknik Sarana dan Prasarana (TSP) Jalan Dishub Sampang Syahroni memaparkan, pemasangan fasilitas tersebut sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tujuannya, memberikan isyarat kepada semua pengguna jalan, baik pejalan kaki maupun pengendara bermotor.

”Alat itu diharapkan bisa lebih meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan. Kami bekerja sama dengan Satlantas Polres Sampang dalam melakukan pengawasan,” terangnya kemarin (12/2).

Rambu tersebut dipasang di sejumlah tempat keramaian untuk kelancaran lalu lintas. Misalnya, di depan pasar dan tempat wisata. Pada 2016 dan 2017 instansinya telah memasang rambu penyeberangan di Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Diponegoro, Kota Sampang. ”Setiap lokasi penyeberangan dipasangi rambu itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Polwan Tunjukkan Citra Polisi Tak Menakutkan

Syahroni mengklaim, sudah memasang papan informasi tentang penggunaan rambu tersebut. Di alat tersebut ada tombol merah yang jika ditekan otomatis sirene dan lampu merah akan menyala selama 20 detik.

Semua pengendara yang melintas di lokasi harus berhenti dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki untuk menyeberang jalan.  Syahroni berharap, agar warga bisa memanfaatkan rambu itu dengan membaca informasi di papan. ”Cara menggunakannya sangat mudah. Tinggal tekan tombolnya, lalu nyeberang,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/