alexametrics
26.3 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Rumah Warga Tergenang Banjir

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sedikitnya tujuh rumah warga di Perumahan Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, yang tergenang banjir kemarin (11/12). Ketinggian air di lokasi tersebut sekitar 40 sentimeter.

Ketua RT 03, RW 09, Perumahan Selong Permai Sugiharto menyampaikan, banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur kawasan Kota Sampang sejak Jumat malam (10/12). Genangan air mulai meluap sekitar pukul 23.00. ”Kawasan hunian kami memang lebih rendah dibanding daerah lain,” ucapnya.

Menurut Sugiharto, perumahan yang dia huni memang menjadi langganan bajir tiap musim penghujan. Saat hujan deras menguyur, saluran air atau drainase tidak mampu menampung dan airnya pun meluap. ”Salurannya tidak mampu menampung debit air. Butuh waktu berjam-jam untuk bisa surut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tinggal 9 Hari, Proyek DAK Rp 34,5 M Belum Selesai

Dijelaskan, kondisi tersebut sebenarnya sudah disampaikan pada pemerintah agar segera bisa tertangani. Sehingga, tidak terjadi banjir. ”Kami minta dibuatkan drainase yang lebih representatif. Sehingga, saat hujan tidak kebanjiran,” ungkap Sugiharto.

Ditambahkan, warga yang terdampak telah melakukan evakuasi secara mandiri. Petugas dari instansi telah datang memberikan bantuan. ”Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Tapi, kami sudah lelah karena kawasan ini menjadi langganan banjir. Semoga pemerintah segera memperbaiki saluran air,” harapnya. 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Sedikitnya tujuh rumah warga di Perumahan Selong Permai, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, yang tergenang banjir kemarin (11/12). Ketinggian air di lokasi tersebut sekitar 40 sentimeter.

Ketua RT 03, RW 09, Perumahan Selong Permai Sugiharto menyampaikan, banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur kawasan Kota Sampang sejak Jumat malam (10/12). Genangan air mulai meluap sekitar pukul 23.00. ”Kawasan hunian kami memang lebih rendah dibanding daerah lain,” ucapnya.

Menurut Sugiharto, perumahan yang dia huni memang menjadi langganan bajir tiap musim penghujan. Saat hujan deras menguyur, saluran air atau drainase tidak mampu menampung dan airnya pun meluap. ”Salurannya tidak mampu menampung debit air. Butuh waktu berjam-jam untuk bisa surut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mendatangi Puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan

Dijelaskan, kondisi tersebut sebenarnya sudah disampaikan pada pemerintah agar segera bisa tertangani. Sehingga, tidak terjadi banjir. ”Kami minta dibuatkan drainase yang lebih representatif. Sehingga, saat hujan tidak kebanjiran,” ungkap Sugiharto.

Ditambahkan, warga yang terdampak telah melakukan evakuasi secara mandiri. Petugas dari instansi telah datang memberikan bantuan. ”Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. Tapi, kami sudah lelah karena kawasan ini menjadi langganan banjir. Semoga pemerintah segera memperbaiki saluran air,” harapnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/