alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Penanganan Stunting Harus Lintas Sektoral

SAMPANG – Penanggulangan stunting di Kabupaten Sampang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada dinas kesehatan (dinkes). Sebab, stunting terjadi karena banyak faktor. Terutama menyangkut pengetahuan beserta kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan bahwa dari aspek pendidikan cukup penting. Sebab hal ini terkait dengan kesadaran warga akan menjaga kesehatan generasi penerus. Ketika pendidikan rendah, pengetahuan tentang kesehatan minim, maka proses penanganan bayi bisa kurang tepat.

”Tentunya kesadaran masyarakat. Saya tidak boleh ngecap dinas yang tidak bergerak,” kata pria yang akrab disapa Fafan itu kemarin (11/11).

Di samping itu, dinas sosial (dinsos) juga perlu terlibat dalam menangani stunting. Sebab permasalahan stunting juga berkait erat dengan kesejahteraan warga. Banyak orang tua bayi terpaksa bekerja di luar daerah karena terlilit ekonomi.  Sedangkan si buah hati dititipkan ke orang tua alias kakek atau nenek si bayi.

Baca Juga :  Penanggulangan Bencana Perlu Anggaran Khusus

”Atau mungkin pemerintah desa, DPMD, juga harus terlibat. Kalau saya tidak salah baca itu juga harus juga dianggarkan di dana desa,” paparnya.

”Berarti di sini ada dinsos, DPMD, dan dinas kesehatan. Dinas-dinas terkait harus membantu,” tegas Fafan.

Meski demikian, dia juga meminta agar dinas kesehatan bekerja optimal. Sebab anggaran dinkes cukup tinggi. Bila dinas ini tidak optimal dalam melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat.

”Saya agak kaget ketika anggaran dinas kesehatan yang luar biasa. Sehingga saya muncul ini, jangan-jangan dinas tidak bergerak. Takutnya program yang dikemas oleh dinas kesehatan tidak menyentuh masyarakat,” ungkap Fafan. 

SAMPANG – Penanggulangan stunting di Kabupaten Sampang tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada dinas kesehatan (dinkes). Sebab, stunting terjadi karena banyak faktor. Terutama menyangkut pengetahuan beserta kesejahteraan masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengatakan bahwa dari aspek pendidikan cukup penting. Sebab hal ini terkait dengan kesadaran warga akan menjaga kesehatan generasi penerus. Ketika pendidikan rendah, pengetahuan tentang kesehatan minim, maka proses penanganan bayi bisa kurang tepat.

”Tentunya kesadaran masyarakat. Saya tidak boleh ngecap dinas yang tidak bergerak,” kata pria yang akrab disapa Fafan itu kemarin (11/11).


Di samping itu, dinas sosial (dinsos) juga perlu terlibat dalam menangani stunting. Sebab permasalahan stunting juga berkait erat dengan kesejahteraan warga. Banyak orang tua bayi terpaksa bekerja di luar daerah karena terlilit ekonomi.  Sedangkan si buah hati dititipkan ke orang tua alias kakek atau nenek si bayi.

Baca Juga :  Dinsos Segera Distribusikan BPNT Melalui E-Warung

”Atau mungkin pemerintah desa, DPMD, juga harus terlibat. Kalau saya tidak salah baca itu juga harus juga dianggarkan di dana desa,” paparnya.

”Berarti di sini ada dinsos, DPMD, dan dinas kesehatan. Dinas-dinas terkait harus membantu,” tegas Fafan.

Meski demikian, dia juga meminta agar dinas kesehatan bekerja optimal. Sebab anggaran dinkes cukup tinggi. Bila dinas ini tidak optimal dalam melakukan sosialisasi tentang pencegahan stunting, maka dampaknya akan dirasakan masyarakat.

”Saya agak kaget ketika anggaran dinas kesehatan yang luar biasa. Sehingga saya muncul ini, jangan-jangan dinas tidak bergerak. Takutnya program yang dikemas oleh dinas kesehatan tidak menyentuh masyarakat,” ungkap Fafan. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/