alexametrics
21 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Epilepsi Kambuh, Kuli Bangunan Tewas Mengambang

SAMPANG – Samsul, 40, warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, ditemukan tak bernyawa. Jasad kuli bangunan itu ditemukan dengan kondisi tubuh mengambang di pemandian Sumber Bakti, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Selasa (10/10) pukul 12.30.

Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, Samsul bekerja sebagai kuli bangunan proyek pembangunan Rumah Sakit Ketapang. Dia memiliki riwayat penyakit epilepsi. Saat mandi, penyakit epilepsinya kambuh.

”Ini murni kecelakaan sendiri dan tidak ditemukan tanda-tanda pembunuhan,” katanya Rabu (11/10).

Aries menjelaskan, pada hari itu Samsul bersama Ali, sesama kuli bangunan, hendak mandi. Di perjalanan, Samsul kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Ali selaku teman yang bersama korban mengingatkan supaya tidak mandi di kolam. Dia menyarankan Samsul mandi di pancuran. Tetapi, Samsul memaksa mandi di kolam.

Baca Juga :  3 Bulan, DKBPPPA Sampang Tangani 10 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Ketika menjebur ke kolam pemandian, Samsul kejang lagi dan tenggelam. Setelah itu, korban ditolong temannya bersama warga, lalu dibawa ke Puskesmas Ketapang. ”Berdasarkan keterangan keluarganya, korban memang punya riwayat penyakit epilepsi,” papar Aries.

Saat diperiksa tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dibawa pulang ke rumah duka. ”Saksi dan teman korban sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Hamidah, 55, warga setempat, menerangkan, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Menurut dia, penyakit yang diderita Samsul memang sering kambuh dan harus selalu dalam pengawasan. ”Karena di dalam air, jadi tidak tertolong,” katanya. 

SAMPANG – Samsul, 40, warga Desa Bunten Timur, Kecamatan Ketapang, Sampang, ditemukan tak bernyawa. Jasad kuli bangunan itu ditemukan dengan kondisi tubuh mengambang di pemandian Sumber Bakti, Desa Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang, Selasa (10/10) pukul 12.30.

Kapolsek Ketapang AKP Aries Dwiyanto mengungkapkan, Samsul bekerja sebagai kuli bangunan proyek pembangunan Rumah Sakit Ketapang. Dia memiliki riwayat penyakit epilepsi. Saat mandi, penyakit epilepsinya kambuh.

”Ini murni kecelakaan sendiri dan tidak ditemukan tanda-tanda pembunuhan,” katanya Rabu (11/10).


Aries menjelaskan, pada hari itu Samsul bersama Ali, sesama kuli bangunan, hendak mandi. Di perjalanan, Samsul kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.

Ali selaku teman yang bersama korban mengingatkan supaya tidak mandi di kolam. Dia menyarankan Samsul mandi di pancuran. Tetapi, Samsul memaksa mandi di kolam.

Baca Juga :  Warga Laporkan Galian C Tambelangan

Ketika menjebur ke kolam pemandian, Samsul kejang lagi dan tenggelam. Setelah itu, korban ditolong temannya bersama warga, lalu dibawa ke Puskesmas Ketapang. ”Berdasarkan keterangan keluarganya, korban memang punya riwayat penyakit epilepsi,” papar Aries.

Saat diperiksa tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, jenazah dibawa pulang ke rumah duka. ”Saksi dan teman korban sudah kami mintai keterangan,” ujarnya.

Hamidah, 55, warga setempat, menerangkan, korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi. Menurut dia, penyakit yang diderita Samsul memang sering kambuh dan harus selalu dalam pengawasan. ”Karena di dalam air, jadi tidak tertolong,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/