alexametrics
21 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Kemenag Tegaskan Tak Hapus Pelajaran PAI dan Bahasa Arab

SAMPANG – Kementerian Agama RI menerbitkan surat berkaitan dengan implementasi KMA 792/2018, 183/2019, dan 184/2019. Ketiga Keputusan Menteri Agama (KMA) tersebut akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2020/2021. Tidak ada penghapusan mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dan bahasa Arab.

Dalam SE yang diterbitkan Jumat (10/7) itu berisi tiga poin. Pertama, berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran raudatul atfal (RA). Hal itu harus mengacu pada KMA 792/2018 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Raudatul Atfal.

Pengelolaan pembelajaran MI, MTs, dan MA diatur dalam poin kedua. Yakni, mengacu pada KMA 183/2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. Di samping itu, KMA 184/2019 tentang pedoman implementasi kurikulum pada madrasah. Maka kurikulum 2006 sudah tidak digunakan di madrasah.

Ketiga, berlakunya KMA 792/2018 dan 183/2019 menggati posisi KMA 165/2014 tentang Kurikulum 2013 Mapel PAI dan Bahasa Arab di Madrasah tidak berlaku lagi. ”Tidak ada (mapel) yang dihapus. Tahun pelajaran baru, madrasah gunakan kurikulum PAI dan bahasa Arab yang baru,” kata Kepala Kemenag Sampang Pardi Kemarin (11/7).

Dia menerangkan, tidak banyak perbedaan antara mapel PAI dan bahasa Arab pada KMA 183/2019 dengan KMA 165/2014. Hanya pada KMA yang baru menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Materinya mencakup Quran hadis, akidah akhlak, fikih, dan beberapa mapel lainnya.

Baca Juga :  Polisi Sisir Lokasi Rawan Judi Pilkades

Kemenag Sampang sudah menyiapkan guru sepekan sebelum surat dari Kemenag RI. Pada tahun ajaran baru guru akan lebih mudah untuk menerapkan mapel tersebut. Sebab, kurikulumnya sudah tersedia di aplikasi e-learning.

”Hanya substansinya disesuaikan dengan character building dan perkembangan Abad 21. Di samping itu lebih menekankan Islam yang rahmatan lil alamin dengan segala perkembangannya,” papar Pardi.

Surat Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor B-1264/DJ.I/Dt.II/PP.00/07/2020 itu menegaskan, pengelolaan pembelajaran RA berpedoman pada KMA 792/2018. Sementara pengelolaan pembelajaan MI, MTs, dan MA berpedoman pada KMA 183 dan 184/2019.

Keputusan itu menjadi landasan yuridis dalam terhadap kurikulum PAI dan bahasa Arab di madrasah. Dengan demikian, tidak ada lagi madrasah yang masih menggunakan kurikulum lama pada tahun ajaran 2020/2021.

Direktur Kurikulum Sarana dan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI A. Umar mengatakan, banyak yang salah menafsirkan surat yang ditandatangani dirinya. Menurutnya, banyak yang beranggapan Kemenag meniadakan mapel PAI dan bahasa Arab di madrasah.

Baca Juga :  Bakal Bebaskan Lahan dengan Cara Utang

”Sebenarnya kalau dibaca pelan-pelan dan urut dari atas insyaallah sudah tidak ada masalah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura Jumat (10/7).

Umar menegaskan, pendidikan PAI dan bahasa Arab tetap akan diajarakan di bangku madrasah. Hanya, regulasi penerapam kurikulum lama dicabut dan diganti (KMA) baru. Mapel PAI dan bahasa Arab pada KMA 183/2019 sama dengan KMA 165/2014.  Mapel itu mencakup alquran hadist, akidah akhlak, fikih, sejarah kebudayaan islam (SKI), dan bahasa Arab.

”Jadi bedanya KMA 183 dan KMA 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” terang Umar.

Materi mapel PAI dan bahasa Arab sudah dipersiapkan Kemenag RI. Siswa dan guru dapat mengakses materi pembelajaran melalui internet. Sehingga siswa dan guru tidak perlu membelinya. ”Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,” sambungnya.

Kepala Kemenag Pamekasan Afandi memaparkan, KMA 183 dan 184 tahun 2019 merevisi beberapa subtansi dari mapel PAI dan bahasa Arab. Misalnya tentang khilafah yang dulu ada di mapel fikih sekarang dialihkan ke SKI. ”Kalau orang madrasah insyaallah sudah paham,” tandasnya. (bil/jup)

SAMPANG – Kementerian Agama RI menerbitkan surat berkaitan dengan implementasi KMA 792/2018, 183/2019, dan 184/2019. Ketiga Keputusan Menteri Agama (KMA) tersebut akan diterapkan pada tahun ajaran baru 2020/2021. Tidak ada penghapusan mata pelajaran pendidikan agama Islam (PAI) dan bahasa Arab.

Dalam SE yang diterbitkan Jumat (10/7) itu berisi tiga poin. Pertama, berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran raudatul atfal (RA). Hal itu harus mengacu pada KMA 792/2018 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Raudatul Atfal.

Pengelolaan pembelajaran MI, MTs, dan MA diatur dalam poin kedua. Yakni, mengacu pada KMA 183/2019 tentang Kurikulum PAI dan Bahasa Arab di Madrasah. Di samping itu, KMA 184/2019 tentang pedoman implementasi kurikulum pada madrasah. Maka kurikulum 2006 sudah tidak digunakan di madrasah.


Ketiga, berlakunya KMA 792/2018 dan 183/2019 menggati posisi KMA 165/2014 tentang Kurikulum 2013 Mapel PAI dan Bahasa Arab di Madrasah tidak berlaku lagi. ”Tidak ada (mapel) yang dihapus. Tahun pelajaran baru, madrasah gunakan kurikulum PAI dan bahasa Arab yang baru,” kata Kepala Kemenag Sampang Pardi Kemarin (11/7).

Dia menerangkan, tidak banyak perbedaan antara mapel PAI dan bahasa Arab pada KMA 183/2019 dengan KMA 165/2014. Hanya pada KMA yang baru menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Materinya mencakup Quran hadis, akidah akhlak, fikih, dan beberapa mapel lainnya.

Baca Juga :  BPBD Tegaskan Tak Ada Pungli Bantuan Air Bersih

Kemenag Sampang sudah menyiapkan guru sepekan sebelum surat dari Kemenag RI. Pada tahun ajaran baru guru akan lebih mudah untuk menerapkan mapel tersebut. Sebab, kurikulumnya sudah tersedia di aplikasi e-learning.

”Hanya substansinya disesuaikan dengan character building dan perkembangan Abad 21. Di samping itu lebih menekankan Islam yang rahmatan lil alamin dengan segala perkembangannya,” papar Pardi.

Surat Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor B-1264/DJ.I/Dt.II/PP.00/07/2020 itu menegaskan, pengelolaan pembelajaran RA berpedoman pada KMA 792/2018. Sementara pengelolaan pembelajaan MI, MTs, dan MA berpedoman pada KMA 183 dan 184/2019.

Keputusan itu menjadi landasan yuridis dalam terhadap kurikulum PAI dan bahasa Arab di madrasah. Dengan demikian, tidak ada lagi madrasah yang masih menggunakan kurikulum lama pada tahun ajaran 2020/2021.

Direktur Kurikulum Sarana dan Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag RI A. Umar mengatakan, banyak yang salah menafsirkan surat yang ditandatangani dirinya. Menurutnya, banyak yang beranggapan Kemenag meniadakan mapel PAI dan bahasa Arab di madrasah.

Baca Juga :  Proyek Jambatan tanpa Papan Informasi

”Sebenarnya kalau dibaca pelan-pelan dan urut dari atas insyaallah sudah tidak ada masalah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura Jumat (10/7).

Umar menegaskan, pendidikan PAI dan bahasa Arab tetap akan diajarakan di bangku madrasah. Hanya, regulasi penerapam kurikulum lama dicabut dan diganti (KMA) baru. Mapel PAI dan bahasa Arab pada KMA 183/2019 sama dengan KMA 165/2014.  Mapel itu mencakup alquran hadist, akidah akhlak, fikih, sejarah kebudayaan islam (SKI), dan bahasa Arab.

”Jadi bedanya KMA 183 dan KMA 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” terang Umar.

Materi mapel PAI dan bahasa Arab sudah dipersiapkan Kemenag RI. Siswa dan guru dapat mengakses materi pembelajaran melalui internet. Sehingga siswa dan guru tidak perlu membelinya. ”Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah,” sambungnya.

Kepala Kemenag Pamekasan Afandi memaparkan, KMA 183 dan 184 tahun 2019 merevisi beberapa subtansi dari mapel PAI dan bahasa Arab. Misalnya tentang khilafah yang dulu ada di mapel fikih sekarang dialihkan ke SKI. ”Kalau orang madrasah insyaallah sudah paham,” tandasnya. (bil/jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/