alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Rapid Test 246 Orang, 19 Reaktif

SAMPANG – Panitia menyediakan 300 alat rapid test gratis di Pelabuhan Tanglok kemarin (11/6). Namun, masyarakat tidak menyambut dengan antusias. Hanya 246 orang yang menjalani tes cepat tersebut. Hasilnya, 19 orang di antaranya dinyatakan reaktif.

Sejak pagi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang berjaga di pintu masuk Pelabuhan Tanglok. Semua kendaraan dihentikan dan penumpangnya diarahkan ke tenda tempat rapid test. Tidak semua bersedia masuk tenda. Mereka banyak yang mengabaikan anjuran petugas.

Fatimah, salah seorang warga Kelurahan Banyuanyar, Sampang, mengaku menjalani rapid test karena diajak tetangga dan ingin mengetahui kondisi kesehatannya. ”Kalau keluhan tidak ada. Saya ke sini karena diajak tetangga, kebetulan anak saya juga ikut rapid test,” tutur perempuan berusia 50 tahun itu.

Tim Pelaksana Rapid Test PT Pelindo III Erik Amri membenarkan antusiasme masyarakat untuk melakukan rapid test kurang. Alat rapid test yang disediakan tidak terpakai semua. Padahal, tes cepat untuk mendeteksi virus korona tersebut tidak dipungut biaya.

Baca Juga :  Jembatan Ambles Selesai Diperbaiki, Jalan Raya Jrengik Tak Macet Lagi

Alat rapid test disediakan 300 buah, tapi yang terpakai hanya 246 rapid test. Sementara sisanya diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

”Dari pagi masyarakat banyak yang tidak mau di-rapid test. Mungkin karena menganggap rapid test adalah positif korona. Padahal, Covid-19 bukan aib, tapi kita tetap waspada,” paparnya.

Pihaknya menyediakan 50 ribu alat rapid test untuk daerah kerja PT Pelindo III. Meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kupang dan Kalimantan Selatan. Tujuannya, membantu men-tracing area di daerah sebaran Covid-19.

”Untuk di Sampang disediakan 500 alat rapid test. 300 disediakan di Tanglok, sisanya dari dinkes yang melaksanakan,” terangnya.

Ada beberapa hasil rapid test yang reaktif. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Sampang utnuk penanganan selanjutnya.

Baca Juga :  Puskesmas Talango Terus Bersinergi dengan Forkopimka Cegah Covid-19

Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, dari hasil pemeriksaan rapid test, terdapat 19 orang reaktif. Namun, mereka belum tentu positif terpapar Covid-19.

Jika warga yang hasilnya reaktif ada keluhan, akan direncanakan untuk dilakukan uji swab. Kalau tidak ada keluhan, harus isolasi mandiri selama 14 hari. Pihaknya akan bekerja sama dengan puskesmas untuk memantau pergerakan warga tersebut.

”Tetap akan kami pantau. Kami akan prioritaskan siapa yang akan diswab. Apalagi sekarang tempat uji swabnya overload,” tandasnya. (bil)

 

- Advertisement -

SAMPANG – Panitia menyediakan 300 alat rapid test gratis di Pelabuhan Tanglok kemarin (11/6). Namun, masyarakat tidak menyambut dengan antusias. Hanya 246 orang yang menjalani tes cepat tersebut. Hasilnya, 19 orang di antaranya dinyatakan reaktif.

Sejak pagi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang berjaga di pintu masuk Pelabuhan Tanglok. Semua kendaraan dihentikan dan penumpangnya diarahkan ke tenda tempat rapid test. Tidak semua bersedia masuk tenda. Mereka banyak yang mengabaikan anjuran petugas.

Fatimah, salah seorang warga Kelurahan Banyuanyar, Sampang, mengaku menjalani rapid test karena diajak tetangga dan ingin mengetahui kondisi kesehatannya. ”Kalau keluhan tidak ada. Saya ke sini karena diajak tetangga, kebetulan anak saya juga ikut rapid test,” tutur perempuan berusia 50 tahun itu.


Tim Pelaksana Rapid Test PT Pelindo III Erik Amri membenarkan antusiasme masyarakat untuk melakukan rapid test kurang. Alat rapid test yang disediakan tidak terpakai semua. Padahal, tes cepat untuk mendeteksi virus korona tersebut tidak dipungut biaya.

Baca Juga :  Hasil Pemeriksaan Mamin BBPOM Belum Keluar

Alat rapid test disediakan 300 buah, tapi yang terpakai hanya 246 rapid test. Sementara sisanya diserahkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

”Dari pagi masyarakat banyak yang tidak mau di-rapid test. Mungkin karena menganggap rapid test adalah positif korona. Padahal, Covid-19 bukan aib, tapi kita tetap waspada,” paparnya.

Pihaknya menyediakan 50 ribu alat rapid test untuk daerah kerja PT Pelindo III. Meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, hingga Kupang dan Kalimantan Selatan. Tujuannya, membantu men-tracing area di daerah sebaran Covid-19.

”Untuk di Sampang disediakan 500 alat rapid test. 300 disediakan di Tanglok, sisanya dari dinkes yang melaksanakan,” terangnya.

Ada beberapa hasil rapid test yang reaktif. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinkes Sampang utnuk penanganan selanjutnya.

Baca Juga :  TKI Asal Pamekasan Terjerat Kasus 5 Kg Sabu-Sabu

Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, dari hasil pemeriksaan rapid test, terdapat 19 orang reaktif. Namun, mereka belum tentu positif terpapar Covid-19.

Jika warga yang hasilnya reaktif ada keluhan, akan direncanakan untuk dilakukan uji swab. Kalau tidak ada keluhan, harus isolasi mandiri selama 14 hari. Pihaknya akan bekerja sama dengan puskesmas untuk memantau pergerakan warga tersebut.

”Tetap akan kami pantau. Kami akan prioritaskan siapa yang akan diswab. Apalagi sekarang tempat uji swabnya overload,” tandasnya. (bil)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/