alexametrics
24.4 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Mutasi Kepala Sekolah Harus Profesional

SAMPANG – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang melakukan mutasi dan promosi jabatan kepala sekolah (Kasek) TK, SD, dan SMP mendapat perhatian wakil rakyat. Dewan meminta mutasi jabatan dilaksanakan secara profesional. Penentuan pegawai negeri sipil (PNS) yang akan menjabat Kasek harus sesuai dengan peraturan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana setuju jika dalam waktu dekat ada mutasi Kasek. Struktur jabatan di lembaga pendidikan di bawah disdik butuh penyegaran. Selama ini masih banyak jabatan Kasek yang diisi pelaksana tugas (Plt).

”Jabatan itu harus diisi PNS yang sudah memenuhi syarat. Misalnya, tingkat golongan atau eselon telah mengikuti bimtek dan semacamnya agar kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah bisa maksimal,” ujarnya Minggu (10/12).

Dia mengatakan, kebijakan Disdik Sampang sangat berpengaruh dalam penentuan jabatan Kasek. Perlu evaluasi kinerja PNS yang akan memegang jabatan tersebut. Saat ini masih ada sekitar 91 jabatan Kasek yang diisi Plt dan PNS yang di bawah eselon III.

Baca Juga :  Bupati Sampang Bakal Percepat Pembangunan Srepang

”Untuk menjabat Kasek tidak cukup dengan gelar sarjana pendidikan. Ada beberapa syarat dan ketentuan lain. Di antaranya, tingkat golongan atau eselon PNS yang bersangkutan. Dan ada tes ujiannya juga,” terang Amin.

Politikus PPP itu mengatakan, bisa saja PNS yang akan memegang jabatan Kasek belum memenuhi syarat. Namun, PNS tersebut harus terbukti berprestasi atau berpengalaman. Dengan demikian, pelaksanaan program di sekolah berjalan baik dan sekolah bisa maju.

”Kami harap disdik lebih selektif dan tepat sasaran melakukan mutasi dan promosi jabatan Kasek. Setidaknya harus berprestasi dan bisa bekerja maksimal agar pendidikan di Sampang lebih maju dan berkembang. Jangan sampai dalam hal ini ada praktik jual beli jabatan,” pintanya.

Baca Juga :  Kursi Kepala DPMD Bangkalan Dihargai Rp 250 Juta

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Sampang Arief Budiansor membenarkan rencana mutasi dan promosi jabatan Kasek. Mengingat, jabatan tersebut banyak yang kosong atau diisi Plt. Pihaknya berjanji akan melakukan mutasi jabatan dengan profesional dan proporsional.

”Kami tidak sembarangan menentukan. Ada tim pengawas yang melakukan penilaian dan prosesnya ketat. Jika ada PNS yang tidak lolos persyaratan dan seleksi, tidak bisa menjadi Kasek,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Disdik Sampang melakukan penyegaran dengan melakukan mutasi dan promosi jabatan Kasek TK, SD, dan SMP. Ada 130 PNS yang dimutasi. Perinciannya, jenjang TK tiga orang, SD 99, dan SMP 28 guru. Sebanyak 30 di antaranya merupakan Kasek yang turun jabatan menjadi guru biasa. Mutasi tersebut bakal dilaksanakan pekan ketiga Desember 2017.

SAMPANG – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang melakukan mutasi dan promosi jabatan kepala sekolah (Kasek) TK, SD, dan SMP mendapat perhatian wakil rakyat. Dewan meminta mutasi jabatan dilaksanakan secara profesional. Penentuan pegawai negeri sipil (PNS) yang akan menjabat Kasek harus sesuai dengan peraturan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana setuju jika dalam waktu dekat ada mutasi Kasek. Struktur jabatan di lembaga pendidikan di bawah disdik butuh penyegaran. Selama ini masih banyak jabatan Kasek yang diisi pelaksana tugas (Plt).

”Jabatan itu harus diisi PNS yang sudah memenuhi syarat. Misalnya, tingkat golongan atau eselon telah mengikuti bimtek dan semacamnya agar kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah bisa maksimal,” ujarnya Minggu (10/12).


Dia mengatakan, kebijakan Disdik Sampang sangat berpengaruh dalam penentuan jabatan Kasek. Perlu evaluasi kinerja PNS yang akan memegang jabatan tersebut. Saat ini masih ada sekitar 91 jabatan Kasek yang diisi Plt dan PNS yang di bawah eselon III.

Baca Juga :  Wacana Pembentukan BUMD Garam Jalan di Tempat

”Untuk menjabat Kasek tidak cukup dengan gelar sarjana pendidikan. Ada beberapa syarat dan ketentuan lain. Di antaranya, tingkat golongan atau eselon PNS yang bersangkutan. Dan ada tes ujiannya juga,” terang Amin.

Politikus PPP itu mengatakan, bisa saja PNS yang akan memegang jabatan Kasek belum memenuhi syarat. Namun, PNS tersebut harus terbukti berprestasi atau berpengalaman. Dengan demikian, pelaksanaan program di sekolah berjalan baik dan sekolah bisa maju.

”Kami harap disdik lebih selektif dan tepat sasaran melakukan mutasi dan promosi jabatan Kasek. Setidaknya harus berprestasi dan bisa bekerja maksimal agar pendidikan di Sampang lebih maju dan berkembang. Jangan sampai dalam hal ini ada praktik jual beli jabatan,” pintanya.

Baca Juga :  Sembilan PNS Cukup Syarat, Lelang Sekkab Sepi Peminat

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Sampang Arief Budiansor membenarkan rencana mutasi dan promosi jabatan Kasek. Mengingat, jabatan tersebut banyak yang kosong atau diisi Plt. Pihaknya berjanji akan melakukan mutasi jabatan dengan profesional dan proporsional.

”Kami tidak sembarangan menentukan. Ada tim pengawas yang melakukan penilaian dan prosesnya ketat. Jika ada PNS yang tidak lolos persyaratan dan seleksi, tidak bisa menjadi Kasek,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Disdik Sampang melakukan penyegaran dengan melakukan mutasi dan promosi jabatan Kasek TK, SD, dan SMP. Ada 130 PNS yang dimutasi. Perinciannya, jenjang TK tiga orang, SD 99, dan SMP 28 guru. Sebanyak 30 di antaranya merupakan Kasek yang turun jabatan menjadi guru biasa. Mutasi tersebut bakal dilaksanakan pekan ketiga Desember 2017.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/