alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Karang Penang Terbanyak Orang Gangguan Jiwa Dipasung

SAMPANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang akhirnya menanggapi pemasungan terhadap Rois, 24, warga Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Dinkes mengakui bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang hidup dipasung paling banyak di Karang Penang.

Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengatakan, pihaknya berkomitmen membebaskan pasung. Namun, dia mengakui masih banyak ODGJ yang hidup dalam pasung. ”Ada langkah-langkah yang kami lakukan. Faktor ODGJ dipasung itu banyak. Bukan hanya faktor gangguan jiwa. Tetapi, ada faktor sosial yang lain,” klaimnya Minggu (10/12).

Karena itu, butuh pendekatan dan penyelesaian holistik. Pemerintah sudah berkomitmen menyelesaikan masalah tersebut. ODGJ yang tidak bisa dibebaskan biasanya karena membuat gaduh, gelisah, dan kadang mengamuk, serta membahayakan.

Baca Juga :  Kapal tanpa Alat Keselamatan di Sampang Akan Disanksi

”Nanti kami coba rujuk ke rumah sakit jiwa. Semua ditanggung pemerintah. Intinya, di lapangan tahun 2017 ini tidak ada lagi yang dipasung. Tapi, memang belum utuh,” katanya.

Menurut Firman, dari 100 ODGJ di Sampang, masih tersisa sekitar 48 orang. Beberapa di antaranya sudah dirujuk ke RSJ. ODGJ yang bisa dibebaskan akan dibebaskan dari kerangkeng. ”Sambil dipantau terus. Tapi, yang belum bisa kita gunakan pendekatan,” ujarnya.

Bagi Firman, nantinya semua yang dipasung akan dibebaskan dan diberi tindakan. Target bebas pasung tahun depan. Namun, tahun ini dalam HKN pihaknya memperkuat agar ODGJ bisa dibebaskan pada 2017. ”Pasung yang terbanyak di Karang Penang. Kita kerja sama juga dengan TKS (tenaga kecamatan sukarela),” jelasnya.

Baca Juga :  Sepuluh Bangunan Tempati Reklamasi Ilegal, Penimbun Pantai Bisa Dikuru

Pihaknya berjanji akan memperkuat komitmen bersama tim untuk menyelesaikan masalah itu. Apalagi, Rois sudah 11 tahun hidup dalam pasungan. Rois hidup dalam pasungan saat dia berumur 13 tahun. Karena keterbatasan biaya, keluarga terpaksa memasungnya.

Selama 11 tahun, Dinkes Sampang belum melakukan penyembuhan kepada Rois.  Memang ada petugas yang datang, tapi hanya melihat-lihat. 

SAMPANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang akhirnya menanggapi pemasungan terhadap Rois, 24, warga Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Dinkes mengakui bahwa orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang hidup dipasung paling banyak di Karang Penang.

Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi mengatakan, pihaknya berkomitmen membebaskan pasung. Namun, dia mengakui masih banyak ODGJ yang hidup dalam pasung. ”Ada langkah-langkah yang kami lakukan. Faktor ODGJ dipasung itu banyak. Bukan hanya faktor gangguan jiwa. Tetapi, ada faktor sosial yang lain,” klaimnya Minggu (10/12).

Karena itu, butuh pendekatan dan penyelesaian holistik. Pemerintah sudah berkomitmen menyelesaikan masalah tersebut. ODGJ yang tidak bisa dibebaskan biasanya karena membuat gaduh, gelisah, dan kadang mengamuk, serta membahayakan.

Baca Juga :  Sepuluh Bangunan Tempati Reklamasi Ilegal, Penimbun Pantai Bisa Dikuru

”Nanti kami coba rujuk ke rumah sakit jiwa. Semua ditanggung pemerintah. Intinya, di lapangan tahun 2017 ini tidak ada lagi yang dipasung. Tapi, memang belum utuh,” katanya.

Menurut Firman, dari 100 ODGJ di Sampang, masih tersisa sekitar 48 orang. Beberapa di antaranya sudah dirujuk ke RSJ. ODGJ yang bisa dibebaskan akan dibebaskan dari kerangkeng. ”Sambil dipantau terus. Tapi, yang belum bisa kita gunakan pendekatan,” ujarnya.

Bagi Firman, nantinya semua yang dipasung akan dibebaskan dan diberi tindakan. Target bebas pasung tahun depan. Namun, tahun ini dalam HKN pihaknya memperkuat agar ODGJ bisa dibebaskan pada 2017. ”Pasung yang terbanyak di Karang Penang. Kita kerja sama juga dengan TKS (tenaga kecamatan sukarela),” jelasnya.

Baca Juga :  Irigasi Bendungan Nepa Tuai Protes

Pihaknya berjanji akan memperkuat komitmen bersama tim untuk menyelesaikan masalah itu. Apalagi, Rois sudah 11 tahun hidup dalam pasungan. Rois hidup dalam pasungan saat dia berumur 13 tahun. Karena keterbatasan biaya, keluarga terpaksa memasungnya.

Selama 11 tahun, Dinkes Sampang belum melakukan penyembuhan kepada Rois.  Memang ada petugas yang datang, tapi hanya melihat-lihat. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/