alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Veteran Tak Diundang Upacara Hari Pahlawan

SAMPANG – Pringatan Hari Pahlawan di halaman Pemkab Sampang, Jumat (10/11) adalah hari spesial bagi Minal Ibnoe. Sejak pagi, veteran kelahiran 31 Desember 1943 itu sudah siap mengikuti upacara. Dia pun mengenakan seragam lengkap khas veteran. Lengkap dengan lencana yang terpasang di bagian dada.

Tepat pukul 07.30, undangan dari pemkab belum datang. Awalnya, Minal Ibnoe tidak mau bersuuzon karena setiap hari besar veteran selalu dilibatkan. Misalnya, upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, upacara Hari Kesaktian Pancasila, dan Upacara Hari Pahlawan.

”Hari ini, kami legiun veteran di Sampang, ternyata tidak diundang. Baru kali ini kami tidak diundang,” kata Minal Ibnoe ketika ditemui di rumahnya di Jalan Rajawali, Gang Masjid Nomor 91, itu.

Minal mengaku tidak dilibatkan dalam upacara peringatan Hari Pahlawan. Padahal, sejak pagi semua perlengkapan sudah siap. Memakai jas lengkap dengan lencana, dan bersepatu. ”Saya sudah siap mau berangkat, tapi gagal karena tidak diundang. Katanya Hari Pahlawan, tapi saya yang pernah berjuang kok tidak diundang,” sindirnya.

Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sampang itu menjelaskan, seharusnya, upacara Hari Pahlawan untuk mengapresiasi pejuang yang masih ada. Dia sendiri tidak meminta untuk dikasihani. ”Tapi hargailah kami, para veteran yang berjuang sampai titik darah penghabisan mempertahankan bangsa. Karena 10 November, hari yang sakral bagi kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Letnan Satu R. Slamet Kamaludin Gn Didikan Tentara Jepang Peta

Setiap tahun, undangan selalu diantar ke rumah. Maklum, rumah Minal Ibnoe juga merupakan kantor DPC LVRI Sampang, tempat veteran biasa berkumpul. ”Tahun-tahun lalu saya hadir karena diundang. Baru tahun ini, upacara Hari Pahlawan tanpa veteran,” tuturnya.

Minal Ibnoe tidak mengetahui pasti alasan dia tidak diundang dalam upacara Hari Pahlawan tahun ini. Menurut dia, tidak ada artinya upacara Hari Pahlawan. Sebab, perayaan itu seharusnya untuk mengenang dan mengapresiasi para pejuang bangsa.

Dia berharap, ke depan pemerintah lebih peduli terhadap veteran-veteran yang masih hidup di Kota Bahari. Sebab, 10 November merupakan peristiwa bersejarah yang harus dihayati dan diingat. ”Meskipun kami sudah tua, kami tetap ingin mengikuti upacara Hari Pahlawan. Karena peristiwa sejarah harus selalu dikenang, kecintaan kami terhadap negeri ini melebihi apa pun,” tukasnya.

Kepala Dinsos Sampang Moh. Amiruddin membenarkan veteran di Kota Bahari tidak diundang pada peringatan Hari Pahlawan. Alasannya, di dalam petunjuk teknis tidak ada undangan untuk veteran. ”Sebenarnya peringatan Hari Pahlawan memang untuk veteran yang masih hidup. Mungkin tidak diundang karena sudah tua semua,” klaimnya.

Baca Juga :  Harjad dan Wisuda Ke-40 MAN Sampang Sukses

Lagipula, kata Amir, sekadar upacara Hari Pahlawan, tidak ada apa-apanya. Amir tidak mengetahui apabila para veteran ingin menghadiri upacara Hari Pahlawan. ”Kalau gitu, tanya ke Bu Titik saja,” ucapnya singkat.

Titik merupakan Kabid Pembedayaan Sosial di dinsos. Sore kemarin Amir meralat pernyataan sebelumnya. Menurut dia, veteran sudah diundang untuk hadir mengikuti upacara Hari Pahlawan. Namun, undangan tersebut lupa tidak diberikan oleh staf di bidang pemberdayaan sosial.

Terpisah, Dandim 0828/Sampang Letkol (Inf) Indrama Bodi sudah menanyakan hal tersebut kepada Bupati Fadhilah Budiono. Setelah ditanyakan, ada veteran yang diundang. ”Ada veteran yang datang. Saya tanya yang ikut upacara, juga ada yang melihat,” katanya.

Indrama ingin memastikan dan menanyakan tentang kebenaran itu ke pihak dinsos. ”Tapi saya sendiri tidak memerhatikan ada atau tidak veteran yang hadir di upacara. Sebab hari ini banyak agenda kegiatan,” pungkasnya.

SAMPANG – Pringatan Hari Pahlawan di halaman Pemkab Sampang, Jumat (10/11) adalah hari spesial bagi Minal Ibnoe. Sejak pagi, veteran kelahiran 31 Desember 1943 itu sudah siap mengikuti upacara. Dia pun mengenakan seragam lengkap khas veteran. Lengkap dengan lencana yang terpasang di bagian dada.

Tepat pukul 07.30, undangan dari pemkab belum datang. Awalnya, Minal Ibnoe tidak mau bersuuzon karena setiap hari besar veteran selalu dilibatkan. Misalnya, upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, upacara Hari Kesaktian Pancasila, dan Upacara Hari Pahlawan.

”Hari ini, kami legiun veteran di Sampang, ternyata tidak diundang. Baru kali ini kami tidak diundang,” kata Minal Ibnoe ketika ditemui di rumahnya di Jalan Rajawali, Gang Masjid Nomor 91, itu.


Minal mengaku tidak dilibatkan dalam upacara peringatan Hari Pahlawan. Padahal, sejak pagi semua perlengkapan sudah siap. Memakai jas lengkap dengan lencana, dan bersepatu. ”Saya sudah siap mau berangkat, tapi gagal karena tidak diundang. Katanya Hari Pahlawan, tapi saya yang pernah berjuang kok tidak diundang,” sindirnya.

Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sampang itu menjelaskan, seharusnya, upacara Hari Pahlawan untuk mengapresiasi pejuang yang masih ada. Dia sendiri tidak meminta untuk dikasihani. ”Tapi hargailah kami, para veteran yang berjuang sampai titik darah penghabisan mempertahankan bangsa. Karena 10 November, hari yang sakral bagi kami,” jelasnya.

Baca Juga :  Usulan Tambahan Anggaran Pilkada Ditolak

Setiap tahun, undangan selalu diantar ke rumah. Maklum, rumah Minal Ibnoe juga merupakan kantor DPC LVRI Sampang, tempat veteran biasa berkumpul. ”Tahun-tahun lalu saya hadir karena diundang. Baru tahun ini, upacara Hari Pahlawan tanpa veteran,” tuturnya.

Minal Ibnoe tidak mengetahui pasti alasan dia tidak diundang dalam upacara Hari Pahlawan tahun ini. Menurut dia, tidak ada artinya upacara Hari Pahlawan. Sebab, perayaan itu seharusnya untuk mengenang dan mengapresiasi para pejuang bangsa.

Dia berharap, ke depan pemerintah lebih peduli terhadap veteran-veteran yang masih hidup di Kota Bahari. Sebab, 10 November merupakan peristiwa bersejarah yang harus dihayati dan diingat. ”Meskipun kami sudah tua, kami tetap ingin mengikuti upacara Hari Pahlawan. Karena peristiwa sejarah harus selalu dikenang, kecintaan kami terhadap negeri ini melebihi apa pun,” tukasnya.

Kepala Dinsos Sampang Moh. Amiruddin membenarkan veteran di Kota Bahari tidak diundang pada peringatan Hari Pahlawan. Alasannya, di dalam petunjuk teknis tidak ada undangan untuk veteran. ”Sebenarnya peringatan Hari Pahlawan memang untuk veteran yang masih hidup. Mungkin tidak diundang karena sudah tua semua,” klaimnya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Implementasikan Semangat Para Pahlawan

Lagipula, kata Amir, sekadar upacara Hari Pahlawan, tidak ada apa-apanya. Amir tidak mengetahui apabila para veteran ingin menghadiri upacara Hari Pahlawan. ”Kalau gitu, tanya ke Bu Titik saja,” ucapnya singkat.

Titik merupakan Kabid Pembedayaan Sosial di dinsos. Sore kemarin Amir meralat pernyataan sebelumnya. Menurut dia, veteran sudah diundang untuk hadir mengikuti upacara Hari Pahlawan. Namun, undangan tersebut lupa tidak diberikan oleh staf di bidang pemberdayaan sosial.

Terpisah, Dandim 0828/Sampang Letkol (Inf) Indrama Bodi sudah menanyakan hal tersebut kepada Bupati Fadhilah Budiono. Setelah ditanyakan, ada veteran yang diundang. ”Ada veteran yang datang. Saya tanya yang ikut upacara, juga ada yang melihat,” katanya.

Indrama ingin memastikan dan menanyakan tentang kebenaran itu ke pihak dinsos. ”Tapi saya sendiri tidak memerhatikan ada atau tidak veteran yang hadir di upacara. Sebab hari ini banyak agenda kegiatan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/