21.6 C
Madura
Friday, June 9, 2023

Legislatif Inisiasi Raperda BUMD Garam

SAMPANG – Rencana pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) garam di Sampang kian konkret. Sebab, rencana ini disambut wakil rakyat. Rencananya, pada 2020 mendatang DPRD akan mengusulkan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif tentang pembentukan BUMD garam.

Hal itu disampaikan langsung oleh anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin kemarin (10/10). Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa BUMD garam penting dibentuk. Salah satunya karena selama ini tata niaga garam dikendalikan oleh pengusaha kelas kakap.

”Dulu istilahnya ada tujuh samurai di tingkat nasional tentang pergaraman. Jadi ada beberapa pengusaha besar, bukan hanya naga, tapi ini samurai. Artinya bisa membunuh naga,” paparnya.

Baca Juga :  Menuju Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama di Sidoarjo

”Seorang Fadel Muhammad hanya karena menutup gudang Budiono langsung dipecat (dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan),” tambahnya.

Alasan kedua, selama ini harga garam ditentukan oleh pembeli. Berbeda dengan tata pertanian lainnya. Misalnya ketika membeli air, maka si pemilik air yang menentukan harga. Bukan sebaliknya yang ditentukan oleh pembeli air.

”Biasanya kalau kita beli air, yang menentukan harga penjual. Kita beli baju yang menentukan harga penjual,” tegasnya.

”Ketiga, ada beberapa potensi kebocoran. Karena harga yang dipatok itu bukan harga yang diberikan kepada petani. Kalau dulu informasinya, harga di bawah Rp 250. Padahal, di atas sudah Rp 1.000 per kilogram,” jelasnya.

Itulah faktor mengapa BUMD garam penting dibentuk. Dia berharap BUMD tersebut nantinya bisa memberdayakan petani garam. Terutama setelah petani melakukan panen raya. ”Kemarin bapemperda itu sudah mengusulkan raperda pendirian BUMD sebagai raperda inisiatif DPRD 2020,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan KorupsiĀ PT WUS, Aktivis SuratiĀ Kejati Jatim

Keinginan legislatif ini selaras dengan eksekutif. Sebagaimana pernah diberitakan koran ini sebelumnya, Kabid Perikanan dan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud mengatakan bahwa BUMD garam menjadi sesuatu yang niscaya. Sebab, garam merupakan kebutuhan pokok dan peluang pasarnya cukup tinggi.

”BUMD bisa menyerap garam rakyat, khususnya yang ada di Sampang. Terus yang sudah diolah kita jual dengan nilai lebih tinggi,” katanya.

SAMPANG – Rencana pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) garam di Sampang kian konkret. Sebab, rencana ini disambut wakil rakyat. Rencananya, pada 2020 mendatang DPRD akan mengusulkan rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif tentang pembentukan BUMD garam.

Hal itu disampaikan langsung oleh anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin kemarin (10/10). Menurut dia, ada beberapa alasan mengapa BUMD garam penting dibentuk. Salah satunya karena selama ini tata niaga garam dikendalikan oleh pengusaha kelas kakap.

”Dulu istilahnya ada tujuh samurai di tingkat nasional tentang pergaraman. Jadi ada beberapa pengusaha besar, bukan hanya naga, tapi ini samurai. Artinya bisa membunuh naga,” paparnya.


Baca Juga :  Sumber Air PDAM Kian Susut

”Seorang Fadel Muhammad hanya karena menutup gudang Budiono langsung dipecat (dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan),” tambahnya.

Alasan kedua, selama ini harga garam ditentukan oleh pembeli. Berbeda dengan tata pertanian lainnya. Misalnya ketika membeli air, maka si pemilik air yang menentukan harga. Bukan sebaliknya yang ditentukan oleh pembeli air.

”Biasanya kalau kita beli air, yang menentukan harga penjual. Kita beli baju yang menentukan harga penjual,” tegasnya.

”Ketiga, ada beberapa potensi kebocoran. Karena harga yang dipatok itu bukan harga yang diberikan kepada petani. Kalau dulu informasinya, harga di bawah Rp 250. Padahal, di atas sudah Rp 1.000 per kilogram,” jelasnya.

- Advertisement -

Itulah faktor mengapa BUMD garam penting dibentuk. Dia berharap BUMD tersebut nantinya bisa memberdayakan petani garam. Terutama setelah petani melakukan panen raya. ”Kemarin bapemperda itu sudah mengusulkan raperda pendirian BUMD sebagai raperda inisiatif DPRD 2020,” ujarnya.

Baca Juga :  Perihal Kasus BLT DD Gunung Rancak, Satu Bank Penyalur Diperiksa

Keinginan legislatif ini selaras dengan eksekutif. Sebagaimana pernah diberitakan koran ini sebelumnya, Kabid Perikanan dan Budi Daya Diskan Sampang Moh. Mahfud mengatakan bahwa BUMD garam menjadi sesuatu yang niscaya. Sebab, garam merupakan kebutuhan pokok dan peluang pasarnya cukup tinggi.

”BUMD bisa menyerap garam rakyat, khususnya yang ada di Sampang. Terus yang sudah diolah kita jual dengan nilai lebih tinggi,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/