alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Keluhan Guru Honorer K-2 Temui Jalan Buntu

SAMPANG – Nasib 98 guru honorer K-2 di Sampang untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum jelas. Mereka mengalami kendala saat pendaftaran. Mereka kemudian mendatangi kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (10/10). Namun, pertemuan itu tidak menemukan solusi yang bisa membuat mereka tersenyum.

Kendala yang dialami ialah proses cetak salinan nomor peserta 2012. Padahal, situs sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau empat hari lagi. Tenaga honorer K-2 hanya dua orang didampingi wakil rakyat ke BKN.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Rahmad Hidayat Rifai yang mendampingi mereka mengatakan, maksud kedatangannya ke BKN untuk klarifikasi penyebab sebagian honorer tidak bisa mencetak salinan peserta. Padahal mereka memenuhi kriteria berdasar surat edaran Kemen PAN-RB 3/2012 tentang data tenaga honorer K-1 dan tenaga honorer K-2.

Khusus tenaga honorer K-2 ada penekanan kualifikasi jenjang terakhir. Dia khawatir data yang dimasukkan itu adalah data lama. Data tenaga honorer K-2 April 2012 sudah terkunci. Karena itu, pihaknya akan mengundang BKPSDM beserta OPD terkait seperti disdik dan dinkes akan dihadirkan pada rapat dalam pekan ini. ”Kami akan klarifikasi. Apa yang dilakukan BKPSDM dalam memperbaiki data honorer K-2,” terangnya.

Baca Juga :  Rekan Seprofesi Meninggal karena Murid, Honorer Turun Jalan

Honorer K-2 pernah mengisi berdasarkan surat edaran 3/2012. Pengisian itu belum ditandatangani oleh kepala OPD terkait. Ada sebagian menyetor ke UPTD. ”Dari UPTD menyetor atau tidak (ke OPD) ini menjadi pertanyaan juga,” ujarnya.

Dayat menegaskan bahwa BKN akan mengacu pada data yang sudah terkunci. Terkecuali ada kebijakan nasional. Sebab, persoalan ini bukan hanya terjadi di Sampang. Jika ada regulasi semacam perpres mungkin bisa membantu mereka. ”Mereka diberi kesempatan mendaftar dari jalur lain, bukan K-2. Di Sampang jalur umum formasi guru tidak ada,” imbuhnya.

Plt Kepala BKPSDM Sampang Abd. Hannan mengatakan, atas perintah bupati pihaknya mendampingi honorer K-2 memperjuangkan supaya bisa mendaftar CPNS. Dari pertemuan dengan BKN, data yang dipakai adalah data 2012. Jadi data sebelum mereka ujian. ”Semua data itu berdasarkan April 2012,” katanya.

Koordinator Honorer K-2 Sampang Syaif Al Hanun mengaku sudah menerima jawaban BKN. Hanya, pihaknya berharap bisa mendaftar dan dibantu pemerintah. ”Ini adalah kesempatan emas. Bertahun-tahun tidak ada pengangkatan CPNS,” jelas pria yang mengajar SD sejak 2004 itu.

Sementara itu, sebagian honorer K-2 asal kepulauan masih bertahan di Kota Sumenep. Mereka menunggu kepastian dari Pemkab Sumenep karena tidak bisa mendaftar CPNS 2018. Salah satunya adalah Joni Irawan, 32. Pria asal Desa/Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu, itu sejak 6 hari yang lalu sudah berada di daratan.

Baca Juga :  PN Sampang Lakukan Pemeriksaan Setempat di Polagan

Dia memperjuangkan nasibnya bersama 44 honorer K-2 asal kepulauan lain yang tidak bisa mendaftar CPNS tahun ini. Meski sudah mendapat janji untuk dibantu oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, ayah dua anak itu khawatir tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendaftar.

”Pendaftarannya hanya sampai tanggal 15. Kalau laporan ke pusat lama, belum lagi respons dari pusat masih harus menunggu lagi, khawatir jawaban turun saat waktu pendaftaran sudah habis,” katanya, Rabu (10/10).

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat pengaduan ke Kemen PAN-RB. Dia berharap honorer K-2 asal kepulauan yang tidak bisa mendaftar seleksi CPNS bersabar menunggu hasil aduan dari Kemen PAN-RB. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada jawaban atas aduan ini,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, 45 honorer K-2 asal kepulauan mendatangi kantor BKPSDM Sumenep untuk mengadu. Puluhan honorer K-2 ini tidak dapat mendaftar seleksi CPNS karena ditolak oleh sistem.

 

 

SAMPANG – Nasib 98 guru honorer K-2 di Sampang untuk bisa mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) belum jelas. Mereka mengalami kendala saat pendaftaran. Mereka kemudian mendatangi kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Rabu (10/10). Namun, pertemuan itu tidak menemukan solusi yang bisa membuat mereka tersenyum.

Kendala yang dialami ialah proses cetak salinan nomor peserta 2012. Padahal, situs sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau empat hari lagi. Tenaga honorer K-2 hanya dua orang didampingi wakil rakyat ke BKN.

Anggota Komisi I DPRD Sampang Rahmad Hidayat Rifai yang mendampingi mereka mengatakan, maksud kedatangannya ke BKN untuk klarifikasi penyebab sebagian honorer tidak bisa mencetak salinan peserta. Padahal mereka memenuhi kriteria berdasar surat edaran Kemen PAN-RB 3/2012 tentang data tenaga honorer K-1 dan tenaga honorer K-2.


Khusus tenaga honorer K-2 ada penekanan kualifikasi jenjang terakhir. Dia khawatir data yang dimasukkan itu adalah data lama. Data tenaga honorer K-2 April 2012 sudah terkunci. Karena itu, pihaknya akan mengundang BKPSDM beserta OPD terkait seperti disdik dan dinkes akan dihadirkan pada rapat dalam pekan ini. ”Kami akan klarifikasi. Apa yang dilakukan BKPSDM dalam memperbaiki data honorer K-2,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Bisa Mendaftar CPNS 2018, Honorer K-2 Akan Datangi Kemen PAN-RB

Honorer K-2 pernah mengisi berdasarkan surat edaran 3/2012. Pengisian itu belum ditandatangani oleh kepala OPD terkait. Ada sebagian menyetor ke UPTD. ”Dari UPTD menyetor atau tidak (ke OPD) ini menjadi pertanyaan juga,” ujarnya.

Dayat menegaskan bahwa BKN akan mengacu pada data yang sudah terkunci. Terkecuali ada kebijakan nasional. Sebab, persoalan ini bukan hanya terjadi di Sampang. Jika ada regulasi semacam perpres mungkin bisa membantu mereka. ”Mereka diberi kesempatan mendaftar dari jalur lain, bukan K-2. Di Sampang jalur umum formasi guru tidak ada,” imbuhnya.

Plt Kepala BKPSDM Sampang Abd. Hannan mengatakan, atas perintah bupati pihaknya mendampingi honorer K-2 memperjuangkan supaya bisa mendaftar CPNS. Dari pertemuan dengan BKN, data yang dipakai adalah data 2012. Jadi data sebelum mereka ujian. ”Semua data itu berdasarkan April 2012,” katanya.

Koordinator Honorer K-2 Sampang Syaif Al Hanun mengaku sudah menerima jawaban BKN. Hanya, pihaknya berharap bisa mendaftar dan dibantu pemerintah. ”Ini adalah kesempatan emas. Bertahun-tahun tidak ada pengangkatan CPNS,” jelas pria yang mengajar SD sejak 2004 itu.

Sementara itu, sebagian honorer K-2 asal kepulauan masih bertahan di Kota Sumenep. Mereka menunggu kepastian dari Pemkab Sumenep karena tidak bisa mendaftar CPNS 2018. Salah satunya adalah Joni Irawan, 32. Pria asal Desa/Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu, itu sejak 6 hari yang lalu sudah berada di daratan.

Baca Juga :  Bidik Swasti Saba Wistara, Haji Idi Sidak Kantor OPD

Dia memperjuangkan nasibnya bersama 44 honorer K-2 asal kepulauan lain yang tidak bisa mendaftar CPNS tahun ini. Meski sudah mendapat janji untuk dibantu oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, ayah dua anak itu khawatir tidak memiliki waktu yang cukup untuk mendaftar.

”Pendaftarannya hanya sampai tanggal 15. Kalau laporan ke pusat lama, belum lagi respons dari pusat masih harus menunggu lagi, khawatir jawaban turun saat waktu pendaftaran sudah habis,” katanya, Rabu (10/10).

Sekkab Sumenep Edy Rasiyadi menjelaskan, pihaknya sudah mengirim surat pengaduan ke Kemen PAN-RB. Dia berharap honorer K-2 asal kepulauan yang tidak bisa mendaftar seleksi CPNS bersabar menunggu hasil aduan dari Kemen PAN-RB. ”Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada jawaban atas aduan ini,” terangnya.

Beberapa waktu lalu, 45 honorer K-2 asal kepulauan mendatangi kantor BKPSDM Sumenep untuk mengadu. Puluhan honorer K-2 ini tidak dapat mendaftar seleksi CPNS karena ditolak oleh sistem.

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Disperta Baru Punya 4 Puskeswan

Akses Sentra PKL Butuh Penerangan

Artikel Terbaru

/