alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

HET Beras Belum Berlaku di Pasaran

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang belum menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 27/M-DAG/PER7/2017. Sebagaimana diketahui, aturan tersebut berisi penetapan acuan pembelian beras di petani dan harga eceran tertinggi (HET) penjualan beras di konsumen atau di pasaran.

Hingga Selasa (10/10), harga beras yang dipatok pedagang di Pasar Srimangunan, Sampang, belum mengikuti HET. Pemerintah menetapkan HET beras Rp 9.500 per kilogram. Namun, harga beras yang berlaku di pasaran yakni Rp 10.500–Rp 13.000 per kilogram.

Anton Wijaya, 34, pedagang sembako di Pasar Srimangunan, menuturkan, harga eceran beras bervariasi, bergantung pada kualitasnya. Untuk beras kualitas medium, rata-rata harganya Rp 10.500 per kilogram. Sedangkan beras kualitas premium atau beras super bisa mencapai Rp 13.000 per kilogram. ”Harga beras paling murah Rp 10.500 per kilogram. Di bawah itu tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Bulog Bangkalan Klaim Stok Beras Aman dan Harga Stabil

Anton Wijaya mengaku belum mengetahui HET beras. Sebab, sejauh ini belum ada sosialisasi. Menurut dia, mayoritas pedagang beras menjual sesuai dengan harga pasaran. ”Kami hanya pedagang. Kalau tidak ada informasi, ya tidak tahu,” kata warga Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Sampang, itu.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai menyatakan, kebijakan HET beras semestinya diterapkan awal September. Sebab, kebijakan tersebut berdasar Permendag. ”Surat dari Kementerian Perdagangan sudah diterima oleh pemkab. Tapi, kenapa sampai sekarang harga eceran beras di pasaran masih tetap mahal?” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu mendesak dinas terkait melakukan sosialisasi HET beras. Terutama kepada pedagang agar harga eceran beras sesuai dengan HET dan tidak memberatkan konsumen. ”Kalau harga beras di pasaran mahal, kasihan warga kurang mampu,” ujarnya.

Baca Juga :  Petugas Gabungan Sita 111 HP Penghuni Rutan Sampang

Secara terpisah, Kabid Perdagangan Disperdagprin Sampang Moh. Machfud berjanji segera memberikan sosialisasi dan surat edaran kepada pedagang tentang HET beras. Baik di toko, pasar tradisional, maupun pasar modern. ”Dalam minggu ini kami akan menerapkan HET beras di pasaran,” janjinya. ”Kami juga bakal mengawasi pedagang agar tidak melanggar ketentuan HET beras,” tukas dia.

SAMPANG – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Sampang belum menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 27/M-DAG/PER7/2017. Sebagaimana diketahui, aturan tersebut berisi penetapan acuan pembelian beras di petani dan harga eceran tertinggi (HET) penjualan beras di konsumen atau di pasaran.

Hingga Selasa (10/10), harga beras yang dipatok pedagang di Pasar Srimangunan, Sampang, belum mengikuti HET. Pemerintah menetapkan HET beras Rp 9.500 per kilogram. Namun, harga beras yang berlaku di pasaran yakni Rp 10.500–Rp 13.000 per kilogram.

Anton Wijaya, 34, pedagang sembako di Pasar Srimangunan, menuturkan, harga eceran beras bervariasi, bergantung pada kualitasnya. Untuk beras kualitas medium, rata-rata harganya Rp 10.500 per kilogram. Sedangkan beras kualitas premium atau beras super bisa mencapai Rp 13.000 per kilogram. ”Harga beras paling murah Rp 10.500 per kilogram. Di bawah itu tidak ada,” ucapnya.

Baca Juga :  Pedagang Akan Direlokasi ke Pasar Margalela

Anton Wijaya mengaku belum mengetahui HET beras. Sebab, sejauh ini belum ada sosialisasi. Menurut dia, mayoritas pedagang beras menjual sesuai dengan harga pasaran. ”Kami hanya pedagang. Kalau tidak ada informasi, ya tidak tahu,” kata warga Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Sampang, itu.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai menyatakan, kebijakan HET beras semestinya diterapkan awal September. Sebab, kebijakan tersebut berdasar Permendag. ”Surat dari Kementerian Perdagangan sudah diterima oleh pemkab. Tapi, kenapa sampai sekarang harga eceran beras di pasaran masih tetap mahal?” ujarnya.

Politikus Partai Demokrat itu mendesak dinas terkait melakukan sosialisasi HET beras. Terutama kepada pedagang agar harga eceran beras sesuai dengan HET dan tidak memberatkan konsumen. ”Kalau harga beras di pasaran mahal, kasihan warga kurang mampu,” ujarnya.

Baca Juga :  Bulog Bangkalan Klaim Stok Beras Aman dan Harga Stabil

Secara terpisah, Kabid Perdagangan Disperdagprin Sampang Moh. Machfud berjanji segera memberikan sosialisasi dan surat edaran kepada pedagang tentang HET beras. Baik di toko, pasar tradisional, maupun pasar modern. ”Dalam minggu ini kami akan menerapkan HET beras di pasaran,” janjinya. ”Kami juga bakal mengawasi pedagang agar tidak melanggar ketentuan HET beras,” tukas dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/