alexametrics
20.6 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Ulat Grayak Serang Daun Tembakau di Sampang

SAMPANG – Petani tembakau di Kecamatan Kota dan Tambelangan disibukkan dengan ulat. Serangan hama ini juga mendapat perhatian wakil rakyat. Legislator mendesak Dinas Pertanian (Disperta) Sampang segera turun membantu petani.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, target hasil tembakau sulit tercapai jika tanaman yang diserang hama ulat tidak segera ditangani. Sebab, tanaman daun emas tersebut rusak. ”Kalau hanya pasrah kepada petani, itu tidak bisa. Karena selama ini mereka belum tahu dan paham bagaimana cara membasmi hama ulat,” katanya Minggu (10/9).

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono menyatakan, pihaknya sudah terjun ke lokasi dan membantu petani. Hama ulat yang menyerang tanaman tembakau berjenis grayak. ”Setiap tahun pasti ada tanaman tembakau yang diserang hama ini,” tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Kades Tanah Merah Dilimpahkan ke JPU

Dari sekian banyak tanaman tembakau yang diserang hama tersebut, hanya sebagian yang dikategorikan rusak. Karena itu, keadaan tersebut belum bisa disebut kejadian luar biasa (KLB). Menurut aturan perlindungan tanaman, kejadian itu masih di bawah standar karena mayoritas tanaman tembakau yang rusak belum mencakup separo dari lahan yang digarap.

”Kurang lebih hanya 2 persen tanaman tembakau yang diserang hama ulat. Kasus ini sangat bisa ditangani dan tingkat kerugian petani belum signifikan,” terangnya.

Petani harus bekerja lebih keras karena hama tersebut bisa ditangani secara manual. Selain itu, aktif mengawasi dan mengambil ulat dari daun. Jika terus-menerus menggunakan pestisida, akan berdampak pada kualitas daun.

”Biasanya, ulat mulai memakan daun pada saat sore hingga malam hari. Kalau siang hari, ulat itu bersembunyi di balik bongkahan tanah. Terkecuali yang masih kecil, ulat itu tampak di bagian daun,” terang Suyono.

Baca Juga :  AKD: Bupati Sampang Komitmen Melakukan Pemerataan Pembangunan

SAMPANG – Petani tembakau di Kecamatan Kota dan Tambelangan disibukkan dengan ulat. Serangan hama ini juga mendapat perhatian wakil rakyat. Legislator mendesak Dinas Pertanian (Disperta) Sampang segera turun membantu petani.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin mengatakan, target hasil tembakau sulit tercapai jika tanaman yang diserang hama ulat tidak segera ditangani. Sebab, tanaman daun emas tersebut rusak. ”Kalau hanya pasrah kepada petani, itu tidak bisa. Karena selama ini mereka belum tahu dan paham bagaimana cara membasmi hama ulat,” katanya Minggu (10/9).

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Disperta Sampang Suyono menyatakan, pihaknya sudah terjun ke lokasi dan membantu petani. Hama ulat yang menyerang tanaman tembakau berjenis grayak. ”Setiap tahun pasti ada tanaman tembakau yang diserang hama ini,” tuturnya.

Baca Juga :  AKD: Bupati Sampang Komitmen Melakukan Pemerataan Pembangunan

Dari sekian banyak tanaman tembakau yang diserang hama tersebut, hanya sebagian yang dikategorikan rusak. Karena itu, keadaan tersebut belum bisa disebut kejadian luar biasa (KLB). Menurut aturan perlindungan tanaman, kejadian itu masih di bawah standar karena mayoritas tanaman tembakau yang rusak belum mencakup separo dari lahan yang digarap.

”Kurang lebih hanya 2 persen tanaman tembakau yang diserang hama ulat. Kasus ini sangat bisa ditangani dan tingkat kerugian petani belum signifikan,” terangnya.

Petani harus bekerja lebih keras karena hama tersebut bisa ditangani secara manual. Selain itu, aktif mengawasi dan mengambil ulat dari daun. Jika terus-menerus menggunakan pestisida, akan berdampak pada kualitas daun.

”Biasanya, ulat mulai memakan daun pada saat sore hingga malam hari. Kalau siang hari, ulat itu bersembunyi di balik bongkahan tanah. Terkecuali yang masih kecil, ulat itu tampak di bagian daun,” terang Suyono.

Baca Juga :  Tingkatkan Skill Menulis Siswa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/