alexametrics
21.1 C
Madura
Saturday, May 28, 2022

Bupati Resmikan Laboratorium PCR

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tak perlu lagi mengirim sampel usap tenggorokan pasien Covid-19 ke Surabaya. Sebab, bantuan alat uji swab polymerase chain reaction (PCR) yang difasilitasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sudah bisa dioperasikan di Kota Bahari.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi meresmikan langsung alat untuk mendeteksi Covid-19 di RSUD dr. Mohammad Zyn kemarin (10/8). Pj Sekkab Yuliadi Setiawan, Plt Kepala Dinkes Agus Mulyadi, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Titin Hamidah, dan beberapa pinpinan OPD hadir menyaksikan launching alat PCR tersebut.

Sejak April, rumah sakit pelat merah tersebut sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dinilai sudah memenuhi syarat untuk merawat pasien terkonfimasi positif virus korona. Di antaranya, memiliki dokter spesialis paru, menyediakan ruang isolasi, dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium.

Saat ini terdapat 101 rumah sakit di Jawa Timur yang menjadi rujukan Covid-19. Baik rumah sakit pemerintah atau swasta. ”Alhamdulillah, dari provinsi pernah sidak dan diapresiasi. Kami punya BLK untuk menampung pasien Covid-19,” kata Titin.

Baca Juga :  Disperta Sediakan 335 Ton Benih

Berbagai upaya untuk menekan angka persebaran Covid-19 terus dilakukan. Tim Satgas Covid-19 Sampang meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah persebaran virus tersebut. Tentu juga didukung dengan fasilitas yang memadai.

Pada akhir Juni, Pemkab Sampang mengajukan bantuan alat swab ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut terpenuhi setelah difasilitasi oleh Menkopolhukam. ”Tapi tidak bisa langsung dioperasikan. Sebab, harus melengkapi fasilitas penunjang,” terangnya.

Ada beberapa persiapan yang dilakukan untuk operasional uji swab PCR. Pertama berkaitan dengan persiapan fisik. Alat uji swab PCR tersebut membutuhkan ruang khusus yang steril. Pihaknya membutuhkan sekitar 1 bulan lebih untuk menyiapkan ruangannya.

Kedua, pemenuhan fasilitas pendukung, baik alat kesehatan maupun bahan habis pakai. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama analisis. Pihaknya mengirim petugas untuk mengikuti on the job training ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya.

”Setelah kami memiliki alat PCR, otomatis menjadi jejaring rujukan laboratorium PCR Covid-19 secara nasional,” ungkap Titin.

Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengucapkan terima kasih kepada Menkopolhukam karena sudah difasilitasi untuk mendapat bantuan alat PCR. Pemberian bantuan tersebut tidak lama. Dalam hitungan hari, bantuan alat uji swab tersebut sudah tiba di Kota Bahari.

Baca Juga :  Izin Belum Lengkap, Tambang Jalan Terus

”Kami mencoba berkomunikasi dengan Menkopolhukam. Keesokan harinya mengajukan proposal, barangnya langsung datang. PCR ini murni difasilitasi Prof. Mahfud,” tutur bupati yang akrab disapa Haji Idi itu.

Sejak awal, pihaknya tidak main-main dalam penanganan Covid-19. Haji Idi berupaya agar daerah yang dipimpinnya terbebas dari Covid-19. Terbukti, Sampang menjadi kabupaten terakhir di Jatim yang masuk zona merah.

Sejak merawat pasien Covid-19, Haji Idi berencana membeli alat uji swab PCR mandiri. Setelah dipertimbangkan, biayanya yang harus disiapkan sekitar Rp 2,5 miliar. ”Kami mencari jalan lain. Akhirnya mendapat bantuan dari BNPB yang difasilitasi Menkopolhukam,” terangnya.

Pihaknya akan memaksimalkan alat tersebut untuk penanganan pasien yang terpapar Covid-19. Keberadaan alat uji swab itu akan mempercepat penanganan. Pihaknya tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil dari spesimen.

”Selama ini, kami kesulitan ketika melakukan swab karena harus antre. Sekarang mungkin dalam tiga hari bisa selesai,” pungkasnya. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang tak perlu lagi mengirim sampel usap tenggorokan pasien Covid-19 ke Surabaya. Sebab, bantuan alat uji swab polymerase chain reaction (PCR) yang difasilitasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sudah bisa dioperasikan di Kota Bahari.

Bupati Sampang H Slamet Junaidi meresmikan langsung alat untuk mendeteksi Covid-19 di RSUD dr. Mohammad Zyn kemarin (10/8). Pj Sekkab Yuliadi Setiawan, Plt Kepala Dinkes Agus Mulyadi, Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Titin Hamidah, dan beberapa pinpinan OPD hadir menyaksikan launching alat PCR tersebut.

Sejak April, rumah sakit pelat merah tersebut sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19. RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dinilai sudah memenuhi syarat untuk merawat pasien terkonfimasi positif virus korona. Di antaranya, memiliki dokter spesialis paru, menyediakan ruang isolasi, dan dilengkapi fasilitas penunjang seperti laboratorium.


Saat ini terdapat 101 rumah sakit di Jawa Timur yang menjadi rujukan Covid-19. Baik rumah sakit pemerintah atau swasta. ”Alhamdulillah, dari provinsi pernah sidak dan diapresiasi. Kami punya BLK untuk menampung pasien Covid-19,” kata Titin.

Baca Juga :  Tak Punya Gudang Besar, KPU Sampang Belum Rakit Kotak Suara

Berbagai upaya untuk menekan angka persebaran Covid-19 terus dilakukan. Tim Satgas Covid-19 Sampang meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah persebaran virus tersebut. Tentu juga didukung dengan fasilitas yang memadai.

Pada akhir Juni, Pemkab Sampang mengajukan bantuan alat swab ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan tersebut terpenuhi setelah difasilitasi oleh Menkopolhukam. ”Tapi tidak bisa langsung dioperasikan. Sebab, harus melengkapi fasilitas penunjang,” terangnya.

Ada beberapa persiapan yang dilakukan untuk operasional uji swab PCR. Pertama berkaitan dengan persiapan fisik. Alat uji swab PCR tersebut membutuhkan ruang khusus yang steril. Pihaknya membutuhkan sekitar 1 bulan lebih untuk menyiapkan ruangannya.

Kedua, pemenuhan fasilitas pendukung, baik alat kesehatan maupun bahan habis pakai. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia (SDM), terutama analisis. Pihaknya mengirim petugas untuk mengikuti on the job training ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya.

”Setelah kami memiliki alat PCR, otomatis menjadi jejaring rujukan laboratorium PCR Covid-19 secara nasional,” ungkap Titin.

Sementara itu, Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengucapkan terima kasih kepada Menkopolhukam karena sudah difasilitasi untuk mendapat bantuan alat PCR. Pemberian bantuan tersebut tidak lama. Dalam hitungan hari, bantuan alat uji swab tersebut sudah tiba di Kota Bahari.

Baca Juga :  Wabup dan Ulama Ajak Sukseskan Vaksinasi Covid-19

”Kami mencoba berkomunikasi dengan Menkopolhukam. Keesokan harinya mengajukan proposal, barangnya langsung datang. PCR ini murni difasilitasi Prof. Mahfud,” tutur bupati yang akrab disapa Haji Idi itu.

Sejak awal, pihaknya tidak main-main dalam penanganan Covid-19. Haji Idi berupaya agar daerah yang dipimpinnya terbebas dari Covid-19. Terbukti, Sampang menjadi kabupaten terakhir di Jatim yang masuk zona merah.

Sejak merawat pasien Covid-19, Haji Idi berencana membeli alat uji swab PCR mandiri. Setelah dipertimbangkan, biayanya yang harus disiapkan sekitar Rp 2,5 miliar. ”Kami mencari jalan lain. Akhirnya mendapat bantuan dari BNPB yang difasilitasi Menkopolhukam,” terangnya.

Pihaknya akan memaksimalkan alat tersebut untuk penanganan pasien yang terpapar Covid-19. Keberadaan alat uji swab itu akan mempercepat penanganan. Pihaknya tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui hasil dari spesimen.

”Selama ini, kami kesulitan ketika melakukan swab karena harus antre. Sekarang mungkin dalam tiga hari bisa selesai,” pungkasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/