alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Anggaran Rp 1,4 M untuk Pelatihan Kerja Belum Terserap

SAMPANG – Program pelatihan kerja di balai latihan kerja (BLK) tahun ini belum direalisasikan. Padahal, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang sudah menganggarkan Rp 1.432.575.000 untuk kegiatan tersebut.

Sebelumnya, diskumnaker berjanji akan merealisasikan program tersebut pada April lalu. Kondisi tersebut membuat Komisi IV DPRD geram. Wakil rakyat menuding dinas terkait tidak mempunyai komitmen untuk menjalankan program.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, anggaran program tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2018. Seharusnya dana itu sudah terserap dan kegiatan dimulai.

Dikatakan, program tersebut bertujuan memberikan bekal keterampilan atau kemampuan kepada para calon tenaga kerja. Dengan begitu, mereka bisa mempunyai keahlian yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan bursa kerja. Juga untuk masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan.

Baca Juga :  DAK Dipangkas 70 Persen, Dewan Khawatir Ganggu Pembangunan

”Kami tidak ingin program itu hanya mudah dalam perencanaan. Tapi, sulit dalam pelaksanaan. Dinas terkait harus bekerja keras untuk segera menyerap anggaran yang ada,” desaknya Selasa (10/7).

Politikus PPP itu meminta Diskumnaker bisa lebih serius melaksanakan program latihan kerja. Penyerapan peserta dan penentuan jadwal latihan perlu dievaluasi. Sebab, selama ini banyak peserta yang mundur karena terlalu lama menunggu jadwal pelaksanaan latihan kerja.

”Anggarannya kan sudah ada. Jadi, masih nunggu apalagi. Terpenting, harus ada ouput yang nyata dari program tersebut,” pintanya.

Menanggapi itu, Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi mengatakan, belum terlaksananya pelatihan kerja di BLK karena ada perubahan nomenklatur. Yakni, dari bidang perlindungan sosial menjadi perlindungan dan peningkatan tenaga kerja.

Baca Juga :  Pemdes Bira Timur Fokus Agrowisata Edukasi Pertanian

”Agustus mendatang program latihan kerja akan dimulai. Jadwal pelaksanaan sudah diberikan kepada semua peserta, dan pelatih juga sudah siap,” janjinya.

Program keterampilan kerja tahun ini terdiri dari enam paket. Yakni, latihan menjahit dan bordir, servis sepeda motor atau otomotif, las listrik, dan komputer. Peserta berjumlah 160 orang.

Pihaknya mengklaim, output yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan kerja itu, peserta akan memiliki skill dan keterampilan. Kemampuan tersebut sebagai bekal bagi peserta agar mudah mendapatkan pekerjaan dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

”Ini akan menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” pungkasnya. 

- Advertisement -

SAMPANG – Program pelatihan kerja di balai latihan kerja (BLK) tahun ini belum direalisasikan. Padahal, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang sudah menganggarkan Rp 1.432.575.000 untuk kegiatan tersebut.

Sebelumnya, diskumnaker berjanji akan merealisasikan program tersebut pada April lalu. Kondisi tersebut membuat Komisi IV DPRD geram. Wakil rakyat menuding dinas terkait tidak mempunyai komitmen untuk menjalankan program.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, anggaran program tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2018. Seharusnya dana itu sudah terserap dan kegiatan dimulai.


Dikatakan, program tersebut bertujuan memberikan bekal keterampilan atau kemampuan kepada para calon tenaga kerja. Dengan begitu, mereka bisa mempunyai keahlian yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan bursa kerja. Juga untuk masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan.

Baca Juga :  Guru Budi Cahyanto Bisa Jadi Sahabat Siswa

”Kami tidak ingin program itu hanya mudah dalam perencanaan. Tapi, sulit dalam pelaksanaan. Dinas terkait harus bekerja keras untuk segera menyerap anggaran yang ada,” desaknya Selasa (10/7).

Politikus PPP itu meminta Diskumnaker bisa lebih serius melaksanakan program latihan kerja. Penyerapan peserta dan penentuan jadwal latihan perlu dievaluasi. Sebab, selama ini banyak peserta yang mundur karena terlalu lama menunggu jadwal pelaksanaan latihan kerja.

”Anggarannya kan sudah ada. Jadi, masih nunggu apalagi. Terpenting, harus ada ouput yang nyata dari program tersebut,” pintanya.

Menanggapi itu, Kabid Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi mengatakan, belum terlaksananya pelatihan kerja di BLK karena ada perubahan nomenklatur. Yakni, dari bidang perlindungan sosial menjadi perlindungan dan peningkatan tenaga kerja.

Baca Juga :  Perbaikan Gedung SDN Labuhan III Terakhir 2013

”Agustus mendatang program latihan kerja akan dimulai. Jadwal pelaksanaan sudah diberikan kepada semua peserta, dan pelatih juga sudah siap,” janjinya.

Program keterampilan kerja tahun ini terdiri dari enam paket. Yakni, latihan menjahit dan bordir, servis sepeda motor atau otomotif, las listrik, dan komputer. Peserta berjumlah 160 orang.

Pihaknya mengklaim, output yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan kerja itu, peserta akan memiliki skill dan keterampilan. Kemampuan tersebut sebagai bekal bagi peserta agar mudah mendapatkan pekerjaan dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

”Ini akan menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/