alexametrics
23.6 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Tahun Ini Dana Desa Naik Rp 60 Miliar

SAMPANG – Dana desa (DD) tahun ini dipastikan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. DD 2019 yang akan diterima Pemkab Sampang bertambah Rp 60 miliar. Demikian disampaikan Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto Kamis (10/1).

Dia mengatakan, setiap tahun DD naik. Tahun lalu DD naik Rp 10 miliar. Tahun ini naik sampai di angka Rp 60 miliar. Menurut dia, ada empat faktor yang menyebabkan DD untuk Sampang naik. Yaitu, jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat kemiskinan, dan letak geografis. ”Desa di Sampang mayoritas statusnya tertinggal,” ungkapnya.

Ada empat prioritas dalam menggunakan dana desa yang diwajibkan pemerintah. Yakni untuk produk unggulan, badan usaha milik desa (BUMDes), embung, dan sarana olahraga. ”Sebagian desa sudah membangun dan melaksanakan empat prioritas tersebut. Misalnya, sarana olahraga dan BUMDes,” jelasnya.

Baca Juga :  Hadiri Safari Ramadan, Wabup Sampang Janji Bangun Infrastruktur

Selama ini pemerintah di tingkat desa di Sampang masih banyak yang berkutat di pembangunan fisik. Sementara untuk pemberdayaan sangat minim. ”Pemberdayaan SDM akan kami dorong. Pembangunan fisik dan pemberdayaan SDM harus seimbang,” ujarnya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto berharap, anggaran yang masuk ke pemerintah desa berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi. Menurut dia, pemerintah sudah memberikan kepercayaan kepada pemerintah di tingkat desa untuk mengelola anggaran.

Maka dari itu, pemerintah desa harus berinovasi dan berkreasi untuk memajukan desa dan menyejahterakan rakyat. ”Gunakan anggaran sebaik-baiknya untuk kemajuan desa dan pengelolaan potensi desa,” pesannya.

SAMPANG – Dana desa (DD) tahun ini dipastikan naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. DD 2019 yang akan diterima Pemkab Sampang bertambah Rp 60 miliar. Demikian disampaikan Kabid Bina Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Suhanto Kamis (10/1).

Dia mengatakan, setiap tahun DD naik. Tahun lalu DD naik Rp 10 miliar. Tahun ini naik sampai di angka Rp 60 miliar. Menurut dia, ada empat faktor yang menyebabkan DD untuk Sampang naik. Yaitu, jumlah penduduk, luas wilayah, tingkat kemiskinan, dan letak geografis. ”Desa di Sampang mayoritas statusnya tertinggal,” ungkapnya.

Ada empat prioritas dalam menggunakan dana desa yang diwajibkan pemerintah. Yakni untuk produk unggulan, badan usaha milik desa (BUMDes), embung, dan sarana olahraga. ”Sebagian desa sudah membangun dan melaksanakan empat prioritas tersebut. Misalnya, sarana olahraga dan BUMDes,” jelasnya.

Baca Juga :  Doni: Dua Kali BPJS Kesehatan Jamin Persalinan Istri Saya

Selama ini pemerintah di tingkat desa di Sampang masih banyak yang berkutat di pembangunan fisik. Sementara untuk pemberdayaan sangat minim. ”Pemberdayaan SDM akan kami dorong. Pembangunan fisik dan pemberdayaan SDM harus seimbang,” ujarnya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto berharap, anggaran yang masuk ke pemerintah desa berdampak pada pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi. Menurut dia, pemerintah sudah memberikan kepercayaan kepada pemerintah di tingkat desa untuk mengelola anggaran.

Maka dari itu, pemerintah desa harus berinovasi dan berkreasi untuk memajukan desa dan menyejahterakan rakyat. ”Gunakan anggaran sebaik-baiknya untuk kemajuan desa dan pengelolaan potensi desa,” pesannya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/