alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Sampang Dapat 150 Ribu Dosis Sinovac

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Sampang melimpah. Kabupaten yang dipimpin Bupati Slamet Junaidi itu baru mendapat dropping vaksin jenis Sinovac dari Kementerian Kesehatan pada Rabu malam (8/9). Jumlahnya mencapai 150 ribu dosis.

Penerimaan vaksin Sampang sejak Januari hingga 8 September 133.689 dosis. Perinciannya, 101.810 dosis dinkes, 12.498 dosis TNI, dan 19.381 dosis Polri. Sisa vaksin 11.791 dosis. Terdiri atas 4.990 dosis Sinovac, 1.360 dosis CoronaVac, 250 dosis AstraZeneca, 4.886 dosis Moderna, dan 305 dosis Sinopharm.

Sementara itu, pencapaian vaksinasi perlu ditingkatkan untuk mencapai target. Sebab, hingga Rabu (8/9) baru 87.772 atau 12,27 persen dari target 715.124.

Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, pihaknya berupaya keras agar mendapat jatah vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya gencar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Pasalnya, dalam sebulan terakhir ketersediaan vaksin Sinovac menipis.

Baca Juga :  Peringati Hari Pers Nasional, Bupati Sampang Ziarah ke Makam Jurnalis

”Masyarakat Sampang jangan perlu khawatir tidak kebagian vaksin. Kami sudah siapkan vaksin yang cukup,” katanya kemarin (9/9).

Jumlah vaksin 150 ribu dosis tersebut akan menyerap 15 persen dari target sasaran. Dinkes dan KB akan mendistribusikan vaksin tersebut ke fasilitas kesehatan (faskes). ”Sekarang masih ada di gudang dan akan disebar ke seluruh puskesmas se-Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Dinkes dan KB sudah berkoordinasi dengan semua camat, kepala puskesmas, polsek, dan koramil. Hal itu dilakukan agar target vaksin bisa habis dalam sebulan. Tujuannya, supaya kekebalan komunal di tengah masyarakat segera tercapai.

Dinkes dan KB sudah menyusun rencana untuk menghabiskan 150 ribu dosis dalam sebulan. Yakni, dengan cara menarget setiap faskes 300 dosis setiap hari. Polri dan TNI juga akan ditarget 500 dosis per hari.

Baca Juga :  Sampang Puasa Dana BOS Afirmasi

 ”Drooping-nya memang ke dinkes. Tapi, vaksin bisa digunakan untuk siapa saja, baik Polri atau TNI. Yang jelas penggunaan vaksin ini diutamakan untuk masyarakat Sampang,” ungkap Agus.

Kepala Puskesmas Kamoning Intan Retnosari mengutarakan, pihaknya berupaya agar bisa memenuhi target dinkes dan KB. Namun, pihaknya perlu membuat strategi agar masyarakat lebih antusias untuk menjalani vaksinasi. Utamanya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

”Selama ini mayoritas masyarakat melakukan vaksinasi untuk persyaratan tertentu. Tapi, tidak sedikit pula yang karena keinginan sendiri,” paparnya.

Sasaran yang mendongkrak vaksinasi dari penerima BLT DD dan kalangan pelajar. Dalam sehari, tim vaksinator Covid-19 Puskesmas Kamoning bisa menyuntik lebih 200 sasaran. Karena itu, pihaknya perlu dukungan dari lintas sektor untuk mendorong ketercapaian target vaksinasi. ”Tentunya kami siap melaksanakan tugas,” pungkasnya.

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Stok vaksin Covid-19 di Kabupaten Sampang melimpah. Kabupaten yang dipimpin Bupati Slamet Junaidi itu baru mendapat dropping vaksin jenis Sinovac dari Kementerian Kesehatan pada Rabu malam (8/9). Jumlahnya mencapai 150 ribu dosis.

Penerimaan vaksin Sampang sejak Januari hingga 8 September 133.689 dosis. Perinciannya, 101.810 dosis dinkes, 12.498 dosis TNI, dan 19.381 dosis Polri. Sisa vaksin 11.791 dosis. Terdiri atas 4.990 dosis Sinovac, 1.360 dosis CoronaVac, 250 dosis AstraZeneca, 4.886 dosis Moderna, dan 305 dosis Sinopharm.

Sementara itu, pencapaian vaksinasi perlu ditingkatkan untuk mencapai target. Sebab, hingga Rabu (8/9) baru 87.772 atau 12,27 persen dari target 715.124.


Plt Kepala Dinkes dan KB Sampang Agus Mulyadi menyampaikan, pihaknya berupaya keras agar mendapat jatah vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pihaknya gencar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat. Pasalnya, dalam sebulan terakhir ketersediaan vaksin Sinovac menipis.

Baca Juga :  Bupati Sampang Geram, Warga Minta Petronas Tepati Janji dan Tidak PHP

”Masyarakat Sampang jangan perlu khawatir tidak kebagian vaksin. Kami sudah siapkan vaksin yang cukup,” katanya kemarin (9/9).

Jumlah vaksin 150 ribu dosis tersebut akan menyerap 15 persen dari target sasaran. Dinkes dan KB akan mendistribusikan vaksin tersebut ke fasilitas kesehatan (faskes). ”Sekarang masih ada di gudang dan akan disebar ke seluruh puskesmas se-Kabupaten Sampang,” ujarnya.

Dinkes dan KB sudah berkoordinasi dengan semua camat, kepala puskesmas, polsek, dan koramil. Hal itu dilakukan agar target vaksin bisa habis dalam sebulan. Tujuannya, supaya kekebalan komunal di tengah masyarakat segera tercapai.

Dinkes dan KB sudah menyusun rencana untuk menghabiskan 150 ribu dosis dalam sebulan. Yakni, dengan cara menarget setiap faskes 300 dosis setiap hari. Polri dan TNI juga akan ditarget 500 dosis per hari.

Baca Juga :  Puskesmas Tolak Pasien, Berdalih Ada Penilaian Akreditasi

 ”Drooping-nya memang ke dinkes. Tapi, vaksin bisa digunakan untuk siapa saja, baik Polri atau TNI. Yang jelas penggunaan vaksin ini diutamakan untuk masyarakat Sampang,” ungkap Agus.

Kepala Puskesmas Kamoning Intan Retnosari mengutarakan, pihaknya berupaya agar bisa memenuhi target dinkes dan KB. Namun, pihaknya perlu membuat strategi agar masyarakat lebih antusias untuk menjalani vaksinasi. Utamanya masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

”Selama ini mayoritas masyarakat melakukan vaksinasi untuk persyaratan tertentu. Tapi, tidak sedikit pula yang karena keinginan sendiri,” paparnya.

Sasaran yang mendongkrak vaksinasi dari penerima BLT DD dan kalangan pelajar. Dalam sehari, tim vaksinator Covid-19 Puskesmas Kamoning bisa menyuntik lebih 200 sasaran. Karena itu, pihaknya perlu dukungan dari lintas sektor untuk mendorong ketercapaian target vaksinasi. ”Tentunya kami siap melaksanakan tugas,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/