alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

51 Jabatan Strategis Kosong

SAMPANG – Terdapat 51 jabatan strategis di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) kosong. Hal itu berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang hingga 1 Juni 2019.

            Kabid Mutasi BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat mengatakan, per 1 Juni 2019 kekosongan jabatan bertambah dua kursi. ”Terbaru, kepala inspektorat pensiun dan satu jabatan Kabid di dinas pendidikan,” ungkapnya.

Posisi yang masih kosong mayoritas diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Untuk eselon II-B jabatannya setara kepala organisasi perangkat daerah (OPD), asisten, dan staf ahli. Sementara eselon III-A dan III-B atau jabatan administrator setara kepala bidang (Kabid), camat, Kabag, irban (inspektur pembantu), dan sekretaris.

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Belasan Pohon di Sampang Tumbang

            Kemudian, untuk IV-A dan IV-B jabatannya setara Kasi, Kasubbid, Kasubbag, dan lurah. Untuk eselon II-B harus dilakukan melalui lelang. Sementara sisanya melalui mutasi. ”Untuk mutasi ini kan kebijakan Pak Bupati. Saat terkendala aturan, mutasi bisa dilaksanakan setelah enam bulan menjabat terhitung sejak dilantik,” pungkasnya.

            Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sampang Puthut Budi Santoso mengatakan, lelang jabatan 10 kursi strategis sedang dikonsultasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Menurut dia, sudah ada beberapa pejabat yang dikonsultasikan. ”Masih kami konsultasikan ke Komisi ASN bulan ini,” katanya singkat.

            Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan, reformasi birokrasi akan dilakukan pada pemerintahannya. Pihaknya akan menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. ”Tentunya, mengacu pada hasil uji kompetensinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bina UMKM, Dinkes Periksa Kesehatan Makanan

Pejabat bisa berinovasi dan berkreasi jika ditempatkan di jabatan yang sesuai dengan bidang dan keahliannya. Dengan demikian, Sampang Hebat Bermartabat cepat terwujud. ”Kami ini niat ibadah, kami pastikan tidak ada sogok menyogok dalam proses reformasi birokrasi,” pungkasnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Terdapat 51 jabatan strategis di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) kosong. Hal itu berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang hingga 1 Juni 2019.

            Kabid Mutasi BKPSDM Sampang Arief Lukman Hidayat mengatakan, per 1 Juni 2019 kekosongan jabatan bertambah dua kursi. ”Terbaru, kepala inspektorat pensiun dan satu jabatan Kabid di dinas pendidikan,” ungkapnya.

Posisi yang masih kosong mayoritas diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Untuk eselon II-B jabatannya setara kepala organisasi perangkat daerah (OPD), asisten, dan staf ahli. Sementara eselon III-A dan III-B atau jabatan administrator setara kepala bidang (Kabid), camat, Kabag, irban (inspektur pembantu), dan sekretaris.

Baca Juga :  BKPSDM Siap Bersinergi dan Tingkatkan Kinerja ASN

            Kemudian, untuk IV-A dan IV-B jabatannya setara Kasi, Kasubbid, Kasubbag, dan lurah. Untuk eselon II-B harus dilakukan melalui lelang. Sementara sisanya melalui mutasi. ”Untuk mutasi ini kan kebijakan Pak Bupati. Saat terkendala aturan, mutasi bisa dilaksanakan setelah enam bulan menjabat terhitung sejak dilantik,” pungkasnya.

            Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sampang Puthut Budi Santoso mengatakan, lelang jabatan 10 kursi strategis sedang dikonsultasikan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Menurut dia, sudah ada beberapa pejabat yang dikonsultasikan. ”Masih kami konsultasikan ke Komisi ASN bulan ini,” katanya singkat.

            Bupati Sampang Slamet Junaidi menegaskan, reformasi birokrasi akan dilakukan pada pemerintahannya. Pihaknya akan menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. ”Tentunya, mengacu pada hasil uji kompetensinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jabatan Dirut PT Sumekar Line Kosong

Pejabat bisa berinovasi dan berkreasi jika ditempatkan di jabatan yang sesuai dengan bidang dan keahliannya. Dengan demikian, Sampang Hebat Bermartabat cepat terwujud. ”Kami ini niat ibadah, kami pastikan tidak ada sogok menyogok dalam proses reformasi birokrasi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/