alexametrics
21.5 C
Madura
Monday, May 23, 2022

BMKG Minta Masyarakat Tenang Tapi Waspada

SAMPANG – Wilayah selatan Pulau Jawa diguncang gempa tektonik berkekuatan 6,7 magnitudo, Sabtu (10/4) sekitar pukul 14.00. Lokasi gempa di darat pada jarak 96 kilometer arah selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan kedalaman 80 kilometer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, institusinya terus melakukan monitoring pasca gempa. “Hasilnya, hingga Sabtu pukul 16.10 terjadi gempa susulan sebanyak tiga kali dengan magnitude 3,1 magnitudo, 3,8 magnitudo, dan 3,6 magnitudo,” ucapnya.

Dwikorita mengimbau kepada masyarakat tetap tenang tetapi waspada. Menurutnya, gempat susulan mungkin akan terjadi yang lebih signifikan. ”Harus mewaspadai terjadinya gempa susulan,” tuturnya saat konferensi pers virtual.

Dwikorita juga menyarankan masyarakat yang rumahnya rusak, tidak menempatinya untuk sementara waktu. Sebab, jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengakibatkan kerusakan lebih parah.

Baca Juga :  Penggunaan Masker Belum Merata

Selai  itu, Dwikorita mengingatkan masyarakat yang rumahnya berada di kawasan perbukitan dengan tebing curam lebih waspada. Suatu saat, bencana longsor atau reruntuhan batu bisa saja terjadi.

Dwikorita meminta masyarakat tidak percaya berita bohong mengenai prediksi gempa yang lebih besar dan akan terjadi tsunami. ”Kalau ingin tahu perkembangannya bisa liat di akun resmi atau media social BMKG,” pesannya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Wilayah selatan Pulau Jawa diguncang gempa tektonik berkekuatan 6,7 magnitudo, Sabtu (10/4) sekitar pukul 14.00. Lokasi gempa di darat pada jarak 96 kilometer arah selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan kedalaman 80 kilometer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, institusinya terus melakukan monitoring pasca gempa. “Hasilnya, hingga Sabtu pukul 16.10 terjadi gempa susulan sebanyak tiga kali dengan magnitude 3,1 magnitudo, 3,8 magnitudo, dan 3,6 magnitudo,” ucapnya.

Dwikorita mengimbau kepada masyarakat tetap tenang tetapi waspada. Menurutnya, gempat susulan mungkin akan terjadi yang lebih signifikan. ”Harus mewaspadai terjadinya gempa susulan,” tuturnya saat konferensi pers virtual.


Dwikorita juga menyarankan masyarakat yang rumahnya rusak, tidak menempatinya untuk sementara waktu. Sebab, jika terjadi gempa susulan signifikan dapat mengakibatkan kerusakan lebih parah.

Baca Juga :  Kodam Perbantukan 200 Personel

Selai  itu, Dwikorita mengingatkan masyarakat yang rumahnya berada di kawasan perbukitan dengan tebing curam lebih waspada. Suatu saat, bencana longsor atau reruntuhan batu bisa saja terjadi.

Dwikorita meminta masyarakat tidak percaya berita bohong mengenai prediksi gempa yang lebih besar dan akan terjadi tsunami. ”Kalau ingin tahu perkembangannya bisa liat di akun resmi atau media social BMKG,” pesannya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/