alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Satpol PP Tertibkan Pedagang Buah

SAMPANG – Satpol PP Sampang melakukan penertiban pedagang buah yang berjualan di pinggir jalan protokol. Aparat penegak perda mendatangi sejumlah pedagang buah yang berjualan menggunakan mobil pikap di Jalan KH. Wahid Hasim, Jalan Sikatan, dan di depan Pasar Srimangunan.

Pantauan RadarMadura.id, ada dua pedagang buah yang menjadi target operasi satpol PP. Yakni, pedagang durian di depan kantor disporabudpar dan pedagang rambutan di depan Pasar Srimangunan. Petugas tidak menyita barang dagangan PKL. Tapi hanya meminta kepada pedagang agar segera pindah dan tidak berjualan di lokasi tersebut.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Sampang Chairijah menyampaikan, penertiban pedagang buah di lokasi tersebut untuk menegakkan Peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Penertiban bertujuan meminimalkan kemacetan lalu lintas dan menjaga keindahan tatanan kota. ”Selain bisa menimbulkan kemacetan, keberadaan pedagang itu mengganggu pemandangan kota,” katanya kemarin (9/3).

Baca Juga :  Mengikuti Petugas Melakukan Razia Miras dan Siswa Bolos Sekolah

Penertiban juga untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat atau para pedagang buah di Pasar Srimangunan. Banyak warga yang membeli buah ke pedagang di luar pasar. Akibatnya, dagangan di pasar sepi pembeli.

”Pedagang pasar meminta agar pedagang buah yang di luar ditertibkan. Untuk saat ini, kami hanya mendata dan memberikan surat pernyataan kepada pedagang untuk tidak berjualan di situ,” ucapnya.

Diharapkan pedagang menaati peraturan. Satpol PP tidak berniat memutus sumber penghasilan PKL. Namun mengajak pedagang tidak melanggar perda. Pedagang bisa berjualan di Jalan Syamsul Arifin dan Jalan Kusuma Bangsa. ”Kami harap PKL bisa diajak kerja sama. Kalau masih mokong, barang dagangan akan kami sita,” ujarnya.

Selain menertibkan pedagang buah di pinggir jalan, satpol PP menjaring dua pengemis yang beroperasi di Pasar Srimangunan. Pengemis yang ditertibkan yakni Juma Ani, 57, warga asal Dusun Bato Jaran, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep dan satu orang lagi tidak membawa KTP namun berasal dari desa yang sama.

Baca Juga :  Tak Tempati Kios, Pedagang Akan Disanksi

Pengemis tersebut sudah kali ketiga dirazia. Oleh karena itu, mereka akan dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman hukuman tujuh hari penjara atau membayar denda Rp 300 ribu. ”Sambil lalu menunggu pihak keluarga, mereka kami titipkan di rumah perlindungan sosial (RPS),” terang Chairijah.

Moh. Soleh, 38, pedagang buah di Jalan KH Wahid Hasim  menuturkan, selama ini dirinya tidak tahu kalau lokasi tersebut merupakan area terlarang bagi PKL. Sebab di lokasi itu tidak ada papan larangan untuk PKL berjualan.

”Kami harap pemkab bisa menyediakan tempat untuk PKL. Kami berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata warga asal Desa Aeng Sareh itu.

SAMPANG – Satpol PP Sampang melakukan penertiban pedagang buah yang berjualan di pinggir jalan protokol. Aparat penegak perda mendatangi sejumlah pedagang buah yang berjualan menggunakan mobil pikap di Jalan KH. Wahid Hasim, Jalan Sikatan, dan di depan Pasar Srimangunan.

Pantauan RadarMadura.id, ada dua pedagang buah yang menjadi target operasi satpol PP. Yakni, pedagang durian di depan kantor disporabudpar dan pedagang rambutan di depan Pasar Srimangunan. Petugas tidak menyita barang dagangan PKL. Tapi hanya meminta kepada pedagang agar segera pindah dan tidak berjualan di lokasi tersebut.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Dinas Satpol PP Sampang Chairijah menyampaikan, penertiban pedagang buah di lokasi tersebut untuk menegakkan Peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Penertiban bertujuan meminimalkan kemacetan lalu lintas dan menjaga keindahan tatanan kota. ”Selain bisa menimbulkan kemacetan, keberadaan pedagang itu mengganggu pemandangan kota,” katanya kemarin (9/3).

Baca Juga :  Hantam Fuso, Sopir dan Penumpang L300 Tewas

Penertiban juga untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat atau para pedagang buah di Pasar Srimangunan. Banyak warga yang membeli buah ke pedagang di luar pasar. Akibatnya, dagangan di pasar sepi pembeli.

”Pedagang pasar meminta agar pedagang buah yang di luar ditertibkan. Untuk saat ini, kami hanya mendata dan memberikan surat pernyataan kepada pedagang untuk tidak berjualan di situ,” ucapnya.

Diharapkan pedagang menaati peraturan. Satpol PP tidak berniat memutus sumber penghasilan PKL. Namun mengajak pedagang tidak melanggar perda. Pedagang bisa berjualan di Jalan Syamsul Arifin dan Jalan Kusuma Bangsa. ”Kami harap PKL bisa diajak kerja sama. Kalau masih mokong, barang dagangan akan kami sita,” ujarnya.

Selain menertibkan pedagang buah di pinggir jalan, satpol PP menjaring dua pengemis yang beroperasi di Pasar Srimangunan. Pengemis yang ditertibkan yakni Juma Ani, 57, warga asal Dusun Bato Jaran, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Sumenep dan satu orang lagi tidak membawa KTP namun berasal dari desa yang sama.

Baca Juga :  Disdik Sampang Klaim Ribuan Lulusan SMK Mumpuni

Pengemis tersebut sudah kali ketiga dirazia. Oleh karena itu, mereka akan dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) dengan ancaman hukuman tujuh hari penjara atau membayar denda Rp 300 ribu. ”Sambil lalu menunggu pihak keluarga, mereka kami titipkan di rumah perlindungan sosial (RPS),” terang Chairijah.

Moh. Soleh, 38, pedagang buah di Jalan KH Wahid Hasim  menuturkan, selama ini dirinya tidak tahu kalau lokasi tersebut merupakan area terlarang bagi PKL. Sebab di lokasi itu tidak ada papan larangan untuk PKL berjualan.

”Kami harap pemkab bisa menyediakan tempat untuk PKL. Kami berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata warga asal Desa Aeng Sareh itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/