alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Unit Hemodialisis RSUD dr Muhammad Zyn Tangani 17 Pasien

SAMPANG – Jalan Rajawali, Sampang, merupakan salah satu akses yang selalu ramai. Di tepi jalan itu terdapat rumah sakit pelat merah. RSUD dr Muhammad Zyn. Rumah sakit di barat jalan itu menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan di Kota Bahari.

Sejak 2018 rumah sakit ini memiliki unit hemodialisis. Meski tergolong baru, layanan ini banyak dimanfaatkan masyarakat. Sejak Januari lalu, sudah ada 17 pasien gagal ginjal menjalani perawatan. Dua di antaranya meninggal dunia.

Penanggung Jawab Unit Hemodialisis dr Moh. Hidayatur Rohman mengungkapkan,  RSUD dr Muhammad Zyn baru memilki unit hemodialisis. Ruang cuci darah bagi penderita gagal ginjal itu baru dioperasikan sejak awal 2018.

Sejak beroperasi, ruang pelayanan di ujung selatan gedung rumah sakit itu sudah melayani belasan pasien gagal ginjal. Tercatat, tujuh belas pasien mendapat pelayanan unit hemodialisis. ”17 pasien sedang kami rawat. Dua orang lainnya meninggal di rumah masing-masing,” katanya Jumat (9/3).

Baca Juga :  RSUD Gelar Seminar Rahasia Kedokteran

Rohman menerangkan, sebagian besar pasien yang ditangani berjenis kelamin laki-laki. Penyebabnya, berawal dari penyakit metabolik. Sebagian adalah akibat kencing batu.

Karena itu, berperilaku hidup bersih dan sehat itu merupakan anjuran. Sebab, makanan saat ini sudah beragam, namun masyarakat kurang gerak atau aktivitas. Menurut dia, hal itu merupakan biang keladi penyakit metabolik seperti kencing manis dan darah tinggi.

”Dua pasien yang meninggal itu sempat mau dicuci darah di sini. Tapi tidak mau dan dipaksa pulang. Lalu meninggal,” paparnya.

Pasien gagal ginjal bisa melakukan cuci darah setiap hari. Sebab, meski tanggal merah unit pencucian darah RSUD dr Muhammad Zyn tetap beraktivitas. ”Kami hanya mengupayakan sisa ginjal yang ada untuk berfungsi maksimal,” katanya.

Baca Juga :  RSUD Perketat Jam Besuk

Direktur RSUD dr Muhammad Zyn Titin Hamidah menegaskan, masyarakat Sampang kini tidak perlu jauh-jauh untuk cuci darah. Sebab, di rumah sakit milik Pemkab Sampang sudah tersedia. ”Kami akan terus melengkapi alat kesehatan di rumah sakit ini. Itu tak lain untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik,” singkatnya.

Warga Kecamatan Kota berinisial QI merupakan salah satu pasien gagal ginjal RSUD dr Muhammad Zyn. Perempuan itu merupakan salah satu penderita akibat penyakit metabolik yaitu darah tinggi. QI sudah lebih dua bulan melakukan cuci darah.

”Saya kecanduan cuci darah sekarang. Jika tidak (cuci darah), badan membengkak dan sesak (napas),” singkatnya.

Diakui, hanya satu solusi agar tubuhnya tidak merasakan sakit. Yaitu, dengan cuci darah. ”Bersyukur di Sampang ada unit hemodialisis. Lebih dekat,” tandasnya.

SAMPANG – Jalan Rajawali, Sampang, merupakan salah satu akses yang selalu ramai. Di tepi jalan itu terdapat rumah sakit pelat merah. RSUD dr Muhammad Zyn. Rumah sakit di barat jalan itu menjadi salah satu tempat pelayanan kesehatan di Kota Bahari.

Sejak 2018 rumah sakit ini memiliki unit hemodialisis. Meski tergolong baru, layanan ini banyak dimanfaatkan masyarakat. Sejak Januari lalu, sudah ada 17 pasien gagal ginjal menjalani perawatan. Dua di antaranya meninggal dunia.

Penanggung Jawab Unit Hemodialisis dr Moh. Hidayatur Rohman mengungkapkan,  RSUD dr Muhammad Zyn baru memilki unit hemodialisis. Ruang cuci darah bagi penderita gagal ginjal itu baru dioperasikan sejak awal 2018.


Sejak beroperasi, ruang pelayanan di ujung selatan gedung rumah sakit itu sudah melayani belasan pasien gagal ginjal. Tercatat, tujuh belas pasien mendapat pelayanan unit hemodialisis. ”17 pasien sedang kami rawat. Dua orang lainnya meninggal di rumah masing-masing,” katanya Jumat (9/3).

Baca Juga :  Minat Petani Tanam Sayur dan Buah Rendah

Rohman menerangkan, sebagian besar pasien yang ditangani berjenis kelamin laki-laki. Penyebabnya, berawal dari penyakit metabolik. Sebagian adalah akibat kencing batu.

Karena itu, berperilaku hidup bersih dan sehat itu merupakan anjuran. Sebab, makanan saat ini sudah beragam, namun masyarakat kurang gerak atau aktivitas. Menurut dia, hal itu merupakan biang keladi penyakit metabolik seperti kencing manis dan darah tinggi.

”Dua pasien yang meninggal itu sempat mau dicuci darah di sini. Tapi tidak mau dan dipaksa pulang. Lalu meninggal,” paparnya.

Pasien gagal ginjal bisa melakukan cuci darah setiap hari. Sebab, meski tanggal merah unit pencucian darah RSUD dr Muhammad Zyn tetap beraktivitas. ”Kami hanya mengupayakan sisa ginjal yang ada untuk berfungsi maksimal,” katanya.

Baca Juga :  Kota Bahari Tak Diminati Wisman

Direktur RSUD dr Muhammad Zyn Titin Hamidah menegaskan, masyarakat Sampang kini tidak perlu jauh-jauh untuk cuci darah. Sebab, di rumah sakit milik Pemkab Sampang sudah tersedia. ”Kami akan terus melengkapi alat kesehatan di rumah sakit ini. Itu tak lain untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik,” singkatnya.

Warga Kecamatan Kota berinisial QI merupakan salah satu pasien gagal ginjal RSUD dr Muhammad Zyn. Perempuan itu merupakan salah satu penderita akibat penyakit metabolik yaitu darah tinggi. QI sudah lebih dua bulan melakukan cuci darah.

”Saya kecanduan cuci darah sekarang. Jika tidak (cuci darah), badan membengkak dan sesak (napas),” singkatnya.

Diakui, hanya satu solusi agar tubuhnya tidak merasakan sakit. Yaitu, dengan cuci darah. ”Bersyukur di Sampang ada unit hemodialisis. Lebih dekat,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/