alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Rp 8,47 M Tunggakan Pelanggan Belum Terbayar

SAMPANG – Tuggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo cukup besar. Yakni, Rp 9.143.496.128. Sampai penguhujung 2018, piutang badan usaha milik daerah (BUMD) itu baru tertagih Rp 667.602.797. Sementara Rp 8.475.893.331 sisanya belum tertagih.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengutarakan, tunggakan pelanggan hingga miliaran iu sejak PDAM berdiri. Pihaknya sudah berupaya menagih kepada pelanggan. ”Alhamdulillah ada pengurangan. Terbanyak pelanggan yang ada di Kecamatan Sampang,” ujarnya Rabu (9/1).

Banyak faktor pelanggan menunggak pembayaran. Salah satunya, pendistrisbusian air yang tidak sampai. Contohnya, seperti saat ini. Untuk mengantisipasi naiknya piutang pelanggan yang tidak menikmati air, dilakukan penutupan sementara sehingga tidak berjalan.

Baca Juga :  Pendaftar Prakerja Sampang Paling Minim

”Kalau sudah normal akan dibuka lagi. Jumlahnya mencapai puluhan,” katan dia mewakili Direktur PDAM Trunojoyo Achmad Fauzan.

Dia menjelaskan, penyertaan modal dari pemerintah berupa sarana. Misalnya, pipa dan pengeboran sumur. Hal itu dilakukan sejak 2016. Nominalnya sekitar Rp 3 miliar.

Pihak PDAM terus berupaya menagih kepada pelanggan. Target untuk 2019, jika tidak bisa bayar akan ditutup. ”Maksimal tunggakan pelanggan 140 bulan. Nominalnya sampai Rp 10 juta,” ungkap dia. ”Kendala di lapangan pelanggan tidak melapor kalau ada kendala. Meteran terus berjalan,” sambungnya.

Supaya lebih maksimal, kata Yazid, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan dan melibatkan petugas pelayanan. Hampir semua karyawan dikerahkan.”Sekitar 20 orang. Itu bergerak setiap hari. Hanya di perkotaan. Kalau di luar kota petugas masing-masing unit,” terangnya.

Baca Juga :  Jadi Motivasi Tingkatkan Kinerja

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta dibentuk tim penagihan. Supaya tidak ada persoalan, dia juga menyarankan PDAM Trunojoyo melakukan sosialisasi. ”Sebelum ditagih, pelanggan harus diberi sosialisasi. Seperti berkirim surat dan semacamnya,” sarannya.

Politikus PKB asal Kecamatan Karang Penang itu menambahkan, pemerintah maupun di internal PDAM harus ada evaluasi kerja. ”Pelayanan dan penagihan harus imbang. Jangan main sikat jika pelayanan kepada pelanggan tidak sesuai,” pintanya.

SAMPANG – Tuggakan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo cukup besar. Yakni, Rp 9.143.496.128. Sampai penguhujung 2018, piutang badan usaha milik daerah (BUMD) itu baru tertagih Rp 667.602.797. Sementara Rp 8.475.893.331 sisanya belum tertagih.

Kabag Hubungan Langganan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengutarakan, tunggakan pelanggan hingga miliaran iu sejak PDAM berdiri. Pihaknya sudah berupaya menagih kepada pelanggan. ”Alhamdulillah ada pengurangan. Terbanyak pelanggan yang ada di Kecamatan Sampang,” ujarnya Rabu (9/1).

Banyak faktor pelanggan menunggak pembayaran. Salah satunya, pendistrisbusian air yang tidak sampai. Contohnya, seperti saat ini. Untuk mengantisipasi naiknya piutang pelanggan yang tidak menikmati air, dilakukan penutupan sementara sehingga tidak berjalan.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Hadiri Haul Akbar KH. Muafi A. Zaini

”Kalau sudah normal akan dibuka lagi. Jumlahnya mencapai puluhan,” katan dia mewakili Direktur PDAM Trunojoyo Achmad Fauzan.

Dia menjelaskan, penyertaan modal dari pemerintah berupa sarana. Misalnya, pipa dan pengeboran sumur. Hal itu dilakukan sejak 2016. Nominalnya sekitar Rp 3 miliar.

Pihak PDAM terus berupaya menagih kepada pelanggan. Target untuk 2019, jika tidak bisa bayar akan ditutup. ”Maksimal tunggakan pelanggan 140 bulan. Nominalnya sampai Rp 10 juta,” ungkap dia. ”Kendala di lapangan pelanggan tidak melapor kalau ada kendala. Meteran terus berjalan,” sambungnya.

Supaya lebih maksimal, kata Yazid, pihaknya menerjunkan petugas ke lapangan dan melibatkan petugas pelayanan. Hampir semua karyawan dikerahkan.”Sekitar 20 orang. Itu bergerak setiap hari. Hanya di perkotaan. Kalau di luar kota petugas masing-masing unit,” terangnya.

Baca Juga :  Pengembangan Pasar Hewan Lamban
- Advertisement -

Sekretaris Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta dibentuk tim penagihan. Supaya tidak ada persoalan, dia juga menyarankan PDAM Trunojoyo melakukan sosialisasi. ”Sebelum ditagih, pelanggan harus diberi sosialisasi. Seperti berkirim surat dan semacamnya,” sarannya.

Politikus PKB asal Kecamatan Karang Penang itu menambahkan, pemerintah maupun di internal PDAM harus ada evaluasi kerja. ”Pelayanan dan penagihan harus imbang. Jangan main sikat jika pelayanan kepada pelanggan tidak sesuai,” pintanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/