alexametrics
18.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Dispendukcapil Imbau Warga Hindari  Calo

SAMPANG – Format dalam kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berubah. Itu mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga (KK), Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Sampang Edi Subinto mengatakan, perubahan format dalam KK dan KTP ada tiga komponen. Yakni, pencantuman keterangan golongan darah warga, perubahan status penikahan atau perkawinan, dan pencantuman tanggal pernikahan.

”Perubahan format KK dan KTP tidak banyak, hanya itu saja,” ujarnya kepada RadarMadura .id.

Untuk mengajukan perubahan format tersebut, warga atau pemohon harus melampirkan surat keterangan golongan dari puskesmas, rumah sakit, atau palang merah Indonesia (PMI), dan fotokopi surat nikah yang sudah dilegalisasi KUA.

Proses penerbitan KK dan KTP dengan format baru bisa selesai sehari. Dengan catatan, semua syarat tersebut sudah dipenuhi. Di dalam format yang baru, jenis golongan darah warga dan tanggal perkawinan akan tertera, baik di KK maupun KTP.

Baca Juga :  Blangko e-KTP Kosong, 4.557 Warga Hanya Diberi Suket

Status perkawinan di KTP dibedakan menjadi kawin tercatat dan kawin belum tercatat. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan apakah penduduk sudah atau belum memiliki surat nikah yang dikeluarkan kantor urusan agama atau akta perkawinan yang dikeluarkan dinas.

Apabila warga sudah memiliki surat nikah atau akta perkawinan, status perkawinan berubah menjadi kawin tercatat. Sebaliknya jika tidak memiliki surat nikah atau akta perkawinan, status perkawinanya kawin belum tercatat.

Perubahan format tersebut bertujuan melengkapi semua data kependudukan warga. Mulai dari nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, identitas dalam keluarga, dan semacamnya. Dalam administrasi kependudukan, KK dan KTP sangat penting dilengkapi. Sebab, di dalamnya termuat semua informasi tentang identitas seseorang.

”Dengan KTP baru warga bisa lebih mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan baik. Misalnya, ketika warga sakit dan membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Marak, Ini Harapan Ketua Dewan

Sosialisasi tersebut dilakukan di kecamatan dengan menggandeng kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat, serta memasang banner sebagai media informasi bagi masyarakat. Pihaknya juga sudah memberikan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas operator kecamatan terkait dengan cara pelayanan dan pengoperasian sistem pembuatan KK dan KTP dengan format baru.

”Secara prosedur kami baru bisa menerapkan peraturan itu mulai tahun ini. Karena semuanya baru siap,” akunya.

Edi mengimbau masyarakat agar mengurus sendiri perubahan format tersebut dan menghindari jasa calo. Nantinya warga bisa tahu dan memahami tentang mekanisme atau prosedur dalam pembuatan KTP.

”Kami harap kepada warga yang belum memiliki KTP agar segera melakukan perekaman data. Karena KK dan KTP itu merupakan identitas diri yang harus dimiliki,” imbaunya. 

SAMPANG – Format dalam kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) berubah. Itu mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 118 Tahun 2017 tentang Blangko Kartu Keluarga (KK), Register dan Kutipan Akta Pencatatan Sipil.

Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data (PIAK dan PD) Dispendukcapil Sampang Edi Subinto mengatakan, perubahan format dalam KK dan KTP ada tiga komponen. Yakni, pencantuman keterangan golongan darah warga, perubahan status penikahan atau perkawinan, dan pencantuman tanggal pernikahan.

”Perubahan format KK dan KTP tidak banyak, hanya itu saja,” ujarnya kepada RadarMadura .id.


Untuk mengajukan perubahan format tersebut, warga atau pemohon harus melampirkan surat keterangan golongan dari puskesmas, rumah sakit, atau palang merah Indonesia (PMI), dan fotokopi surat nikah yang sudah dilegalisasi KUA.

Proses penerbitan KK dan KTP dengan format baru bisa selesai sehari. Dengan catatan, semua syarat tersebut sudah dipenuhi. Di dalam format yang baru, jenis golongan darah warga dan tanggal perkawinan akan tertera, baik di KK maupun KTP.

Baca Juga :  Dispendukcapil Baru Cetak KIA dan KTP di 12 Kecamatan

Status perkawinan di KTP dibedakan menjadi kawin tercatat dan kawin belum tercatat. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan apakah penduduk sudah atau belum memiliki surat nikah yang dikeluarkan kantor urusan agama atau akta perkawinan yang dikeluarkan dinas.

Apabila warga sudah memiliki surat nikah atau akta perkawinan, status perkawinan berubah menjadi kawin tercatat. Sebaliknya jika tidak memiliki surat nikah atau akta perkawinan, status perkawinanya kawin belum tercatat.

Perubahan format tersebut bertujuan melengkapi semua data kependudukan warga. Mulai dari nama, susunan dan hubungan dalam keluarga, identitas dalam keluarga, dan semacamnya. Dalam administrasi kependudukan, KK dan KTP sangat penting dilengkapi. Sebab, di dalamnya termuat semua informasi tentang identitas seseorang.

”Dengan KTP baru warga bisa lebih mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan baik. Misalnya, ketika warga sakit dan membutuhkan transfusi darah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelamar CPNS Jangan Percaya Calo

Sosialisasi tersebut dilakukan di kecamatan dengan menggandeng kepala desa (Kades) dan tokoh masyarakat, serta memasang banner sebagai media informasi bagi masyarakat. Pihaknya juga sudah memberikan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas operator kecamatan terkait dengan cara pelayanan dan pengoperasian sistem pembuatan KK dan KTP dengan format baru.

”Secara prosedur kami baru bisa menerapkan peraturan itu mulai tahun ini. Karena semuanya baru siap,” akunya.

Edi mengimbau masyarakat agar mengurus sendiri perubahan format tersebut dan menghindari jasa calo. Nantinya warga bisa tahu dan memahami tentang mekanisme atau prosedur dalam pembuatan KTP.

”Kami harap kepada warga yang belum memiliki KTP agar segera melakukan perekaman data. Karena KK dan KTP itu merupakan identitas diri yang harus dimiliki,” imbaunya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/