alexametrics
21.6 C
Madura
Friday, September 30, 2022

Oknum Anggota Dewan Pukul Wartawan dan LSM

SAMPANG – Wartawan BeritaTerbit.Com Johan Nirwanto dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) Formabes Maskur menjadi korban pengeroyokan Selasa (9/8). Terduga pelaku antara lain oknum anggota DPRD Sampang dari Fraksi PDIP Iwan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang.

Berdasar keterangan Maskur, sebelum pengerorokan, dirinya janjian bertemu dengan Sholeh, pelaksana kegiatan pokmas di Desa Baruh. Lokasi pertemuannya di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang.

Maskur datang bersama temannya, Johan Nirwanto warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang. ”Perkiraan beberapa menit gitu, Pak Iwan, anggota dewan itu datang dan menonjok kepala saya dengan tangannya. Dia juga menantang saya carok,” katanya.

Maskur saat ditemui di RSUD Muhammad Zyn Sampang, menuturkan saat itu, Iwan datang bersama rombongannya dengan dua mobil. Ada lima orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu. Namun, yang dikenal hanya dua orang. Yakni, Iwan dan Cholik, Sekdes Desa Pangelen. Akibat peristiwa itu, tulang hidung Maskur patah dan berdarah.

Baca Juga :  Setiap Legislator Punya Jatah Rp 1,2 M

Sementara itu, Johan Nirwanto saat ditemui di Mapolres Sampang membenarkan adanya aksi pengeroyokan pada temannya itu. Melihat temannya dikeroyok, dia berusaha melerai namun juga dihajar. ”Iya bagian wajah deket hidung agak nyeri,” ujarnya.

Johan menceritakan, saat peristiwa pengeroyokan tersebut, yang pertama memukul adalah Iwan. Kemudian, diikuti Cholik yang sama-sama menggunakan tangan kanannya. Kemudian, dilerai oleh warga setempat. Johan lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sampang. Keduanya sudah sama-sama dimintai keterangan.

Kapolres Sampang AKBP Arman melalui Kasihumas Polres Sampang Ipda Dody Darmawan membenarkan adanya laporan tersebut. Dalam kasus itu, Iwan Effendi, 40, warga Desa Baruh Kecamatan Kota Sampang bersama empat temannya berstatus terlapor.

Baca Juga :  Bahas Laporan Pelaksanaan APBD di Surabaya

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Barang bukti (BB) yang diamankan antara lain baju milik Maskur yang berlumur darah. ”Motifnya, terlapor diduga tidak terima proyek pokmas miliknya berupa pembangunan plengsengan di Desa Baruh dicari-cari kesalahannya oleh pelapor,” Jelas Dody.

Sementara Iwan membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan Maskur dan Johan. ”Saya tidak merasa berbuat seperti itu, dan saya tidak melakukannya,” ucapnya melalui via telepon WhatsApp. (c3/han)

 

SAMPANG – Wartawan BeritaTerbit.Com Johan Nirwanto dan anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) Formabes Maskur menjadi korban pengeroyokan Selasa (9/8). Terduga pelaku antara lain oknum anggota DPRD Sampang dari Fraksi PDIP Iwan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang.

Berdasar keterangan Maskur, sebelum pengerorokan, dirinya janjian bertemu dengan Sholeh, pelaksana kegiatan pokmas di Desa Baruh. Lokasi pertemuannya di Dusun Bengseketeng, Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang.

Maskur datang bersama temannya, Johan Nirwanto warga Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Kota Sampang. ”Perkiraan beberapa menit gitu, Pak Iwan, anggota dewan itu datang dan menonjok kepala saya dengan tangannya. Dia juga menantang saya carok,” katanya.


Maskur saat ditemui di RSUD Muhammad Zyn Sampang, menuturkan saat itu, Iwan datang bersama rombongannya dengan dua mobil. Ada lima orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu. Namun, yang dikenal hanya dua orang. Yakni, Iwan dan Cholik, Sekdes Desa Pangelen. Akibat peristiwa itu, tulang hidung Maskur patah dan berdarah.

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Tinjau Vaksinasi dan Bantu Pasutri Tunanetra

Sementara itu, Johan Nirwanto saat ditemui di Mapolres Sampang membenarkan adanya aksi pengeroyokan pada temannya itu. Melihat temannya dikeroyok, dia berusaha melerai namun juga dihajar. ”Iya bagian wajah deket hidung agak nyeri,” ujarnya.

Johan menceritakan, saat peristiwa pengeroyokan tersebut, yang pertama memukul adalah Iwan. Kemudian, diikuti Cholik yang sama-sama menggunakan tangan kanannya. Kemudian, dilerai oleh warga setempat. Johan lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sampang. Keduanya sudah sama-sama dimintai keterangan.

Kapolres Sampang AKBP Arman melalui Kasihumas Polres Sampang Ipda Dody Darmawan membenarkan adanya laporan tersebut. Dalam kasus itu, Iwan Effendi, 40, warga Desa Baruh Kecamatan Kota Sampang bersama empat temannya berstatus terlapor.

Baca Juga :  Tagihan Listrik Taman Kota Rp 200 Juta
- Advertisement -

Polisi langsung melakukan penyelidikan. Barang bukti (BB) yang diamankan antara lain baju milik Maskur yang berlumur darah. ”Motifnya, terlapor diduga tidak terima proyek pokmas miliknya berupa pembangunan plengsengan di Desa Baruh dicari-cari kesalahannya oleh pelapor,” Jelas Dody.

Sementara Iwan membantah tudingan tersebut. Dia mengaku tidak melakukan perbuatan seperti yang ditudingkan Maskur dan Johan. ”Saya tidak merasa berbuat seperti itu, dan saya tidak melakukannya,” ucapnya melalui via telepon WhatsApp. (c3/han)

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Lima Raperda Siap Dibahas

/