alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pemilik Kapal Abaikan Keselamatan

    SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemilik kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Tanglok menuju Pulau Mandangin cenderung mengabaikan keselamatan. Indikasinya, pelampung yang diberi pemerintah tidak digunakan saat berlayar.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi mengatakan, pemerintah memberi bantuan life jacket kepada pemilik kapal beberapa waktu lalu. Namun, pemilik kapal tidak menggunakan alat pengaman itu.

Sosialisasi kepada penumpang dan nakhoda dilakukan. Mereka diminta menggunakan pelampung saat berlayar. Namun, masih banyak yang abai. ”Tiap kapal ada alat keselamatannya. Kami sudah menegaskan agar dipakai saat berlayar,” katanya kemarin (8/8).

Tahun ini ada bantuan alat keselamatan berlayar. Sebab, harganya cukup mahal sementara anggaran yang dimiliki terbatas. ”Nanti akan kami usulkan agar setiap kapal dapat bantuan lagi,” janjinya.

Baca Juga :  Awas! 26 Kapal di Pelabuhan Tanglog Belum Memenuhi Standar Keamanan

            Yulis meminta pemilik kapal tidak mengabaikan keselamatan penumpang. Pelampung yang ada harus digunakan saat berlayar. Kemudian, tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal.

            Kasatpolair Polres Sampang Iptu Catur Raharjo mengatakan, sosialisasi terkait keselamatan penumpang dilakukan. Life jacket yang tersedia di tiap kapal harus digunakan saat berlayar. ”Setiap hari kami berikan imbauan keselamatan,” terangnya.    

            Pemilik kapal diminta menyediakan pelampung sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang. Dengan demikian, saat berlayar, tidak ada satu pun orang yang tidak mengenakan alat keselamatan itu.

Marhatib, salah satu nakhoda kapal mengaku menyiapkan pelampung untuk keselamatan. Sebanyak 20 unit hasil bantuan pemerintah disediakan. ”Setiap kapal dapat 20 pelampung,” katanya.

Baca Juga :  Penumpang Menyusut, Pangkas Jam Operasional

Pada waktu pemberian bantuan, nakhoda kapal diberi pemahaman terkait keselamatan berlayar. Namun, sekarang sosialisasi jarang dilakukan. Padahal, pemberian pemahaman dari pemerintah sangat dibutuhkan.

”Intinya kalau sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan transportasi laut itu jarang. (Hanya) tahun lalu pada saat pemberian bantuan life jacket. Selebihnya tidak pernah (sosialisasi),” tandasnya. (iqb)

- Advertisement -

    SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemilik kapal yang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Tanglok menuju Pulau Mandangin cenderung mengabaikan keselamatan. Indikasinya, pelampung yang diberi pemerintah tidak digunakan saat berlayar.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang Yulis Juwaidi mengatakan, pemerintah memberi bantuan life jacket kepada pemilik kapal beberapa waktu lalu. Namun, pemilik kapal tidak menggunakan alat pengaman itu.

Sosialisasi kepada penumpang dan nakhoda dilakukan. Mereka diminta menggunakan pelampung saat berlayar. Namun, masih banyak yang abai. ”Tiap kapal ada alat keselamatannya. Kami sudah menegaskan agar dipakai saat berlayar,” katanya kemarin (8/8).


Tahun ini ada bantuan alat keselamatan berlayar. Sebab, harganya cukup mahal sementara anggaran yang dimiliki terbatas. ”Nanti akan kami usulkan agar setiap kapal dapat bantuan lagi,” janjinya.

Baca Juga :  Masyarakat Abaikan Larangan Mudik

            Yulis meminta pemilik kapal tidak mengabaikan keselamatan penumpang. Pelampung yang ada harus digunakan saat berlayar. Kemudian, tidak mengangkut penumpang melebihi kapasitas kapal.

            Kasatpolair Polres Sampang Iptu Catur Raharjo mengatakan, sosialisasi terkait keselamatan penumpang dilakukan. Life jacket yang tersedia di tiap kapal harus digunakan saat berlayar. ”Setiap hari kami berikan imbauan keselamatan,” terangnya.    

            Pemilik kapal diminta menyediakan pelampung sesuai dengan jumlah kapasitas penumpang. Dengan demikian, saat berlayar, tidak ada satu pun orang yang tidak mengenakan alat keselamatan itu.

Marhatib, salah satu nakhoda kapal mengaku menyiapkan pelampung untuk keselamatan. Sebanyak 20 unit hasil bantuan pemerintah disediakan. ”Setiap kapal dapat 20 pelampung,” katanya.

Baca Juga :  Jalan Menuju Pantura Banyak Rusak

Pada waktu pemberian bantuan, nakhoda kapal diberi pemahaman terkait keselamatan berlayar. Namun, sekarang sosialisasi jarang dilakukan. Padahal, pemberian pemahaman dari pemerintah sangat dibutuhkan.

”Intinya kalau sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan transportasi laut itu jarang. (Hanya) tahun lalu pada saat pemberian bantuan life jacket. Selebihnya tidak pernah (sosialisasi),” tandasnya. (iqb)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/