alexametrics
21 C
Madura
Friday, May 27, 2022

78 Madrasah Belum Mandiri

SAMPANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMA/MA dilaksanakan mulai Senin (9/4) hingga Kamis (12/4). Sedangkan tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) pada 26–28 April. Namun, puluhan lembaga MTs dan MA di Sampang belum bisa menggelar UNBK secara mandiri.

Kasi Pendma Kemenag Sampang Mawardi mengatakan, sejatinya tahun ini semua madrasah diwajibkan menggelar UNBK secara mandiri. Namun, dari 308 MTs dan MA, 78 di antaranya tidak mampu menggelar UNBK. Perinciannya, 69 sekolah MTs dan sembilan MA.

Kondisi tersebut disebabkan puluhan madrasah itu mayoritas lembaga swasta yang tidak memiliki sarana prasana (sarpras) atau fasilitas memadai. Selain itu, madrasah-madrasah itu belum terakreditasi. Meski begitu, siswa tetap bisa mengikuti ujian dengan menumpang di madrasah lain.

Baca Juga :  Kades Bundah Terbelit Utang, 3 Bulan Belum Bayar Belanja Bahan Pokok

”Sekolah yang belum terakreditasi tidak bisa menggelar UNBK. Sekolah yang belum terakreditasi paling banyak di pelosok,” ucapnya Sabtu (7/4).

Secara prosedur, jelas Mawardi, puluhan madrasah itu belum siap menggelar UNBK. Sebab, syarat melaksanakan UNBK harus memiliki komputer dan jaringan internet, server memadai, dan jumlah komputer minimal sepertiga ditambah sepuluh persen cadangan dari jumlah siswa kelas tiga. Sementara, satu server memiliki kapasitas untuk 40 komputer.

”Kami tidak bisa memaksakan agar semua MTs dan MA menggelar UNBK mandiri. Sekolah belum mampu memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Apalagi, selama ini kesadaran pihak sekolah untuk mengikuti proses akreditasi rendah,” katanya.

Pihaknya mengklaim sekolah yang bisa menyelenggarakan UNBK mandiri tahun ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 55 MA dan satu MTs. Kemenag akan berupaya mendorong kesiapan madrasah agar bisa menggelar UNBK. ”Sekolah yang bisa menggelar UNBK secara otomatis greet-nya akan naik dan menjadi sekolah rujukan,” terangnya.

Baca Juga :  Bebaskan Lahan Srepang, Pemkab Sampang Butuh Tambahan Rp 15 Miliar

Dia berharap, komitmen sekolah untuk melaksanakan UNBK mandiri meningkat. Pengadaan komputer dapat dianggarkan melalui bantuan operasional sekolah (BOS) yang disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis). ”Sementara pengajuan akreditasi sekolah bisa dilakukan di Kemenag,” pungkasnya. 

SAMPANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMA/MA dilaksanakan mulai Senin (9/4) hingga Kamis (12/4). Sedangkan tingkat madrasah tsanawiyah (MTs) pada 26–28 April. Namun, puluhan lembaga MTs dan MA di Sampang belum bisa menggelar UNBK secara mandiri.

Kasi Pendma Kemenag Sampang Mawardi mengatakan, sejatinya tahun ini semua madrasah diwajibkan menggelar UNBK secara mandiri. Namun, dari 308 MTs dan MA, 78 di antaranya tidak mampu menggelar UNBK. Perinciannya, 69 sekolah MTs dan sembilan MA.

Kondisi tersebut disebabkan puluhan madrasah itu mayoritas lembaga swasta yang tidak memiliki sarana prasana (sarpras) atau fasilitas memadai. Selain itu, madrasah-madrasah itu belum terakreditasi. Meski begitu, siswa tetap bisa mengikuti ujian dengan menumpang di madrasah lain.

Baca Juga :  Banyak Sekolah Kekurangan Siswa  

”Sekolah yang belum terakreditasi tidak bisa menggelar UNBK. Sekolah yang belum terakreditasi paling banyak di pelosok,” ucapnya Sabtu (7/4).

Secara prosedur, jelas Mawardi, puluhan madrasah itu belum siap menggelar UNBK. Sebab, syarat melaksanakan UNBK harus memiliki komputer dan jaringan internet, server memadai, dan jumlah komputer minimal sepertiga ditambah sepuluh persen cadangan dari jumlah siswa kelas tiga. Sementara, satu server memiliki kapasitas untuk 40 komputer.

”Kami tidak bisa memaksakan agar semua MTs dan MA menggelar UNBK mandiri. Sekolah belum mampu memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan. Apalagi, selama ini kesadaran pihak sekolah untuk mengikuti proses akreditasi rendah,” katanya.

Pihaknya mengklaim sekolah yang bisa menyelenggarakan UNBK mandiri tahun ini meningkat daripada tahun sebelumnya yang hanya 55 MA dan satu MTs. Kemenag akan berupaya mendorong kesiapan madrasah agar bisa menggelar UNBK. ”Sekolah yang bisa menggelar UNBK secara otomatis greet-nya akan naik dan menjadi sekolah rujukan,” terangnya.

Baca Juga :  Torul Bantu Korban Banjir Sampang

Dia berharap, komitmen sekolah untuk melaksanakan UNBK mandiri meningkat. Pengadaan komputer dapat dianggarkan melalui bantuan operasional sekolah (BOS) yang disesuaikan dengan petunjuk teknis (juknis). ”Sementara pengajuan akreditasi sekolah bisa dilakukan di Kemenag,” pungkasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/